Tambah Aset Gudang di Surabaya, Satu Visi Putra (VISI) Tarik Pinjaman dari Bank BCA

Selasa, 05 Maret 2024 | 14:47 WIB
Tambah Aset Gudang di Surabaya, Satu Visi Putra (VISI) Tarik Pinjaman dari Bank BCA
[ILUSTRASI. Suasana pencatatan perdana saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISIdi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Selasa (27/2/2024). KONTAN/Yuliana Hema]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) tancap gas setelah resmi melantai di Bursa  Efek Indonesia (BEI). VISI yang mencatatkan sahamnya di bursa pada 27 Februari 2024, melakukan pembelian tanah dan bangunan di daerah Pergudangan Bumi Maspion Romokalisari, Surabaya.

Transaksi pembelian aset tersebut dilakukan dua hari setelah VISI listing, yakni pada 29 Februari 2024. Properti itu dibeli dari Tjiong Kam Toeng dan Tjiong Kam Po selaku penjual. VISI tidak mempunyai hubungan afiliasi dan/atau benturan kepentingan dengan pihak penjual.

Nilai transaksi pembelian dari tanah dan bangunan ini sebesar Rp 13,16 miliar dan Rp 13 miliar, sehingga nilai total pembeliannya Rp 26,16 miliar. Masing-masing nilai pembelian tersebut berada di bawah 20% dari total ekuitas VISI.

Untuk mendanai pembelian aset ini, VISI menggunakan dana kas perusahaan dan fasilitas pinjaman yang diperoleh secara langsung dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada 29 Februari 2024, VISI memang telah meneken perjanjian kredit dengan BBCA, yakni berupa fasilitas kredit investasi sebesar Rp 21 miliar.

Nantinya, tanah dan bangunan tersebut akan difungsikan sebagai gudang.  Direktur Utama VISI David Dwiputra mengatakan, pembelian aset ini akan berdampak pada bertambahnya aset yang dimiliki oleh VISI. Selain itu, pembelian aset ini akan meningkatkan kegiatan operasional VISI dan dapat menunjang pengembangan bisnis VISI

“Kelangsungan Usaha berjalan sebagaimana mestinya dan terjaga dengan baik,” terang David, Senin (4/3).

Baca Juga: Pendapatan Jasa Pelayaran Turun, Laba Bersih TMAS Tergerus

Emiten anyar ini memang  tengah berfokus untuk memperluas jangkauan pasarnya. Ke depan, VISI akan memperkuat pasar di Jawa Tengah, yakni dengan melakukan pembangunan pabrik di Semarang.  Pembangunan pabrik anyar diharapkan bisa meningkatkan penjualan di wilayah Jateng sekitar 20%.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku percetakan digital, VISI melakukan impor produk dari beberapa pabrikan besar asal China. Nah, dalam rangka perluasan pasar juga, VISI berencana akan melakukan impor melalui Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Saat ini, aktivitas impor VISI telah dilakukan melalui dua pelabuhan besar, yakni Tanjung Perak di Surabaya dan Tanjung Priok di Jakarta.

Pembelian aset tanah dan bangunan ini memang akan mengurangi biaya sewa VISI di masa mendatang. Namun, David menyebut pinjaman yang diterima dari BBCA akan menambah utang jangka panjang VISI.

Per 31 Desember 2022, jumlah liabilitas jangka panjang VISI sebesar Rp 161,18 miliar. Sementara per 31 Agustus 2023, liabilitas jangka panjang VISI sebesar Rp 399,08 miliar.

 

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

ESG Mandiri Investasi (MMI): Menimbang Reksadana ESG yang Tak Melulu Soal Cuan
| Senin, 05 Januari 2026 | 09:22 WIB

ESG Mandiri Investasi (MMI): Menimbang Reksadana ESG yang Tak Melulu Soal Cuan

Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menyodorkan produk reksadana ESG. Bagaimana return, risiko, dan prospeknya?

Restrukturisasi Sebatas Demi Bertahan Hidup, Ini Tantangan Danantara di WSKT & KAEF
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:52 WIB

Restrukturisasi Sebatas Demi Bertahan Hidup, Ini Tantangan Danantara di WSKT & KAEF

Kasus yang menimpa WSKT dan KAEF menunjukkan garansi nama pemerintah terbukti tidak selalu mampu melindungi kepentingan pemegang saham ritel.

Saham Big Caps Jadi Buruan dan Buangan Investor Asing
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:43 WIB

Saham Big Caps Jadi Buruan dan Buangan Investor Asing

Pada 2026, asing diproyeksi akan kembali berburu saham bank big caps​.  Di sepanjang 2025, investor asing mencatatkan net sell Rp 17,34 triliun.​

Dana Asing Dukung Stabilitas Rupiah 2026
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:40 WIB

Dana Asing Dukung Stabilitas Rupiah 2026

Arus modal asing pada 2026 diperkirakan akan lebih banyak mengalir ke pasar saham Indonesia         

Data Transaksi Kripto Masuk Radar Ditjen Pajak
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:23 WIB

Data Transaksi Kripto Masuk Radar Ditjen Pajak

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025 mengatur pelaporan transaksi kripto di atas US$ 50.000

Kontradiksi Grup Salim: Saat BUMI Melesat 210%, Raksasa Konsumer Justru Terjerembap
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:18 WIB

Kontradiksi Grup Salim: Saat BUMI Melesat 210%, Raksasa Konsumer Justru Terjerembap

Prospek saham Grup Salim 2026 memasuki fase matang. Intip analisis performa BUMI yang melesat 210% hingga rekomendasi trading buy ICBP..

Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco
| Senin, 05 Januari 2026 | 07:59 WIB

Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco

Fundamental dinilai kuat, simak peluang saham TLKM mencapai target harga Rp 4.000 per saham di tahun 2026.​

Direktur Utama KB Bank: Corporate Banking Jadi Mesin Pertumbuhan Utama
| Senin, 05 Januari 2026 | 07:33 WIB

Direktur Utama KB Bank: Corporate Banking Jadi Mesin Pertumbuhan Utama

Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank, mengandalkan disiplin risiko dan kecepatan eksekusi sebagai kunci transformasi. 

Menakar Kekuatan Saham Saratoga (SRTG) Mengejar Target 1.780 Usai Fase Konsolidasi
| Senin, 05 Januari 2026 | 07:33 WIB

Menakar Kekuatan Saham Saratoga (SRTG) Mengejar Target 1.780 Usai Fase Konsolidasi

Analis proyeksikan target harga hingga 1.780 didorong sinyal technical rebound dan prospek fundamental 2026.

Stabil Tapi Rapuh
| Senin, 05 Januari 2026 | 06:10 WIB

Stabil Tapi Rapuh

Selain menjaga ekonomi tetap bergerak, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mesti menyiapkan mesin pertumbuhan berikutnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler