Target Rasio Perpajakan Juga Tak Signifikan

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Target rasio perpajakan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto tak terlalu ambisius. Pada akhir masa jabatannya, rasio perpajakan ditarget sebesar 11,52% hingga 15% dari produk domestik bruto (PDB). Merujuk pada batas bawah target tersebut, kenaikan tax ratio tak sampai 1% poin. Sebab tax ratio 2025 ditarget sebesar 10,24% dari PDB.
Target tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029, dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia (RI) Nomor 12 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan rasio pendapatan negara sebesar 13,75% hingga 18% dari PDB pada 2029, jauh dari ambisi saat kampanyenya yang menargetkan rasio tersebut sebesar 23% dari PDB.
Baca Juga: Jalan Berliku Mencapai Ambisi Ekonomi Prabowo
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukKontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.