Temuan Minyak di Selat Malaka Jadi Katalis Baru ENRG, Ini Prospek ke Depan

Selasa, 27 Januari 2026 | 17:52 WIB
Temuan Minyak di Selat Malaka Jadi Katalis Baru ENRG, Ini Prospek ke Depan
[ILUSTRASI. Energi Mega Persada, ENRG (DOK/Energi Mega Persada)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten migas terafiliasi Abu Rizal Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), kembali mencatatkan perkembangan positif di sisi hulu migas. Melalui anak usahanya PT Imbang Tata Alam (ITA), ENRG dilaporkan berhasil menemukan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbarunya di Wilayah Kerja Malacca Strait, Riau, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (26/1).

Phintraco Sekuritas dalam catatan terbarunya Senin (26/1) lalu menilai penemuan ini sebagai pencapaian penting dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak nasional, terutama di tengah target pemerintah untuk mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari.

Berdasarkan evaluasi awal, estimasi Original Oil in Place (OOIP) dari temuan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 31 juta barel minyak. Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Financial Officer ENRG, Edoardus Ardianto, menyampaikan bahwa pengembangan struktur MSTB-NW melalui implementasi enam sumur pengembangan berpotensi menambah produksi sekitar 1.000–1.500 barel minyak per hari (BOPD).

Menariknya, hasil evaluasi respon seismik yang serupa juga mengindikasikan adanya potensi sumber daya tambahan lebih dari 76 juta barel minyak di sekitar area temuan, yang akan menjadi target kampanye eksplorasi selanjutnya.

Ke depan, ITA akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk melanjutkan studi teknis guna mematangkan konsep pengembangan MSTB-NW sekaligus mengidentifikasi peluang eksplorasi tambahan di area sekitar penemuan.

Baca Juga: Tantangan Fluktuasi Harga Minyak bagi Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Phintraco Sekuritas menilai keberhasilan eksplorasi ini berpotensi memperkuat basis aset hulu migas ENRG, sekaligus meningkatkan visibilitas pertumbuhan produksi dan pendapatan dalam jangka menengah hingga panjang. Meski demikian, realisasi dampak finansial tetap bergantung pada hasil studi lanjutan serta dinamika harga minyak global.

Dari sisi valuasi, ENRG saat ini diperdagangkan pada price to book value (PBV) 3,33 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata PBV subsektor oil, gas & coal yang berada di kisaran 3,75 kali, sehingga mencerminkan valuasi yang relatif menarik di tengah sentimen positif penemuan cadangan minyak.

Sementara itu, Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, menilai temuan minyak di Selat Malaka ini sebagai katalis positif bagi ENRG, meskipun masih berada pada tahap discovery dan belum masuk fase produksi penuh.

“Dengan estimasi cadangan sekitar 31 juta barel minyak, temuan ini berpotensi memberikan kepastian operasional jangka panjang bagi ENRG,” ujar Nafan kepada Kontan, Slsa (27/1).

Ia menambahkan, tambahan produksi sebesar 1.000–1.500 BOPD dapat mendukung kinerja ENRG dari sisi volume. Namun, kontribusi terhadap kinerja keuangan akan sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Cabut Izin Tambang Tak Pernah Cukup Menyelamatkan Lingkungan
| Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00 WIB

Cabut Izin Tambang Tak Pernah Cukup Menyelamatkan Lingkungan

Agincourt Resources mendapat penghargaan PROPER 2024 Peringkat Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Temuan Minyak di Selat Malaka Jadi Katalis Baru ENRG, Ini Prospek ke Depan
| Selasa, 27 Januari 2026 | 17:52 WIB

Temuan Minyak di Selat Malaka Jadi Katalis Baru ENRG, Ini Prospek ke Depan

Melalui anak usahanya, ENRG melaporkan berhasil menemukan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbarunya di wilayah kerja Malacca Strait Riau.

Rumor DOGE Tembus US$ 3,66, Antara Hype dan Realita Pasar
| Selasa, 27 Januari 2026 | 17:23 WIB

Rumor DOGE Tembus US$ 3,66, Antara Hype dan Realita Pasar

Lonjakan ekstrem memang bukan hal baru bagi dogecoin (DOGE), sebab pada periode Juli 2020–Mei 2021, DOGE pernah melonjak lebih dari 30.000%.

BREN Masuk di LQ45 dan IDX80, Ini Daftar Saham-Saham Indeks Terbaru Mulai 2 Februari
| Selasa, 27 Januari 2026 | 15:15 WIB

BREN Masuk di LQ45 dan IDX80, Ini Daftar Saham-Saham Indeks Terbaru Mulai 2 Februari

BREN resmi masuk LQ45 mulai 2 Februari 2026, berpotensi buat IHSG dan LQ45 lebih sejalan. Cari tahu bagaimana dampaknya pada investasi Anda.

Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan Lebaran
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:50 WIB

Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan Lebaran

Manajemen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menargetkan penambahan toko baru secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terukur.

Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:36 WIB

Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)

Sebagai emiten berkapitalisasi menengah, dampak pertumbuhan kinerja terhadap harga saham AYAM akan jauh lebih eksplosif.

Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik Arah
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:21 WIB

Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik Arah

Pergerakan harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) belum mencerminkan akumulasi institusional yang solid.

Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil Dijebol
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:10 WIB

Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil Dijebol

Penambahan lini produksi baru telah masuk dalam rencana Ultrajaya (ULTJ) dan dijadwalkan mulai direalisasikan pada Maret 2026.

Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCI
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:39 WIB

Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCI

Jika PT Bumi Resources Tbk (BUMI) gagal masuk ke indeks MSCI, koreksi harga saham bisa semakin dalam.

Saham PGUN Terkoreksi, Manajemen Bantah Kabar Jadi Kendaraan Bursa Kripto
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:29 WIB

Saham PGUN Terkoreksi, Manajemen Bantah Kabar Jadi Kendaraan Bursa Kripto

Posisi harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) saat ini masih berada dalam tekanan jual yang dominan.

INDEKS BERITA

Terpopuler