Berita

Tender Proyek Rp 2,8 Triliun di Kementerian PUPR Belum Kelar

Jumat, 08 November 2019 | 07:39 WIB

ILUSTRASI. Suasana bendungan Rotiklot yang selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2019). Lelang sejumlah proyek di Kementerian PUPR belum selesai. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu per satu proyek yang berjalan lambat mulai terkuak setelah Presiden Joko Widodo marah besar lantaran penggunaan belanja anggaran seret.

Presiden geram proses tender pada paket pekerjaan senilai Rp 39 triliun di anggaran 2019 belum kelar.

Padahal, sekarang sudah November, atau kurang dari dua bulan menjelang tutup tahun.

Salah satunya pekerjaan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR). Di instansi pimpinan Basuki Hadimuljono ini, masih ada proyek yang belum berjalan karena baru tender.

Baca Juga: Belanja Pemerintah Melempem Bikin Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengakui, saat ini masih ada proyek yang baru memasuki tahap proses tender.

"Sedang dalam proses tender dengan total Rp 2,8 triliun. Ini proyek multiyears," kata Syarif kepada KONTAN, Kamis (7/11).

Proyek tersebut berasal dari satuan kerja Direktorat Jenderal yang berada di bawah Kementerian PUPR.

Sayang, ia tidak merinci nama satuan kerja pemilik proyek tersebut, termasuk juga jenis proyek yang masuk rencana pengerjaan dari Dirjen di kementerian tersebut.

Jalan tahun ini

Reporter: Vendi Yhulia Susanto
Editor: Tedy Gumilar

USD/IDR
14.040
0,14
EMAS
742.000
0,13%

Baca juga