Terkuak, Kerjasama Bulog & Perusahaan Milik Rudy Tanoesoedibjo Salurkan Beras Bansos

Kamis, 04 Agustus 2022 | 14:04 WIB
Terkuak, Kerjasama Bulog & Perusahaan Milik Rudy Tanoesoedibjo Salurkan Beras Bansos
[ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak PPKM darurat di Jakarta Utara, Kamis (15/7).]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Temuan timbunan 3,4 ton beras yang dikubur di Kampung Serab, Depok, Jawa Barat, yang diduga beras bantuan presiden beberapa waktu lalu menggegerkan publik dan masih ditangani pihak kepolisian. Namun kejadian tersebut, menguak informasi tentang hubungan kerjasama antara Perum Bulog (Bulog) dengan perusahaan milik taipan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (Rudy Tanoe), yang tak lain merupakan kakak dari Harry Tanoesoedibjo.

Lewat siaran pers 2 Agustus kemarin, Bulog menyatakan menggunakan jasa PT SSI dalam proses pendistribusian beras bantuan presiden tersebut. “Kerjasama ini bertujuan agar warga terkena dampak pandemi Covid-19 tetap tenang dan bisa melanjutkan aktivitas di rumah walau secara terbatas,” terang Awaludin Iqbal Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, lewat siaran persnya, Selasa (2/8).

Lantas siapa PT SSI? Lewat konfirmasi KONTAN kepada Tomi Wijaya, Kabag Humas dan Kelembagaan Bulog, PT SSI tak lain adalah PT Storesend Elogistics Indonesia. "Iya ini (PT Storesend Elogistics Indonesia) mas," ujar Tomi saat dihubungi KONTAN, Rabu (3/8). 

Merujuk data Kementerian Hukum dan HAM, bertindak sebagai Komisaris Utama Storesend Elogistics Indonesia adalah Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (Rudy Tanoe).

Selanjutnya nama PT Dos Ni Roha (DNR) tercatat sebagai pemilik 75% saham Storesend Elogistics Indonesia. Adapun sisa 25% porsi saham Storesend Elogistics Indonesia merupakan milik Odin Gateway Sdn Bhd.

Baca Juga: DNR Akui Dapat Proyek Penyaluran Bansos Kemensos, Tapi Tak Kerja Sama dengan JNE

DNR merupakan anak usaha dari PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) dengan porsi kepemilikan 99%. Merujuk laporan keuangan 31 Maret 2022, ZBRA menerangkan bahwa DNR bergerak di bidang usaha terkait perdagangan ekspor impor, agen dan komisioner barang dagang.    

DNR beroperasi mulai tahun 1964. Jumlah aset DNR tercatat sebesar Rp 3,23 triliun. DNR masuk menjadi anak usaha ZBRA dengan cara inbreng, seiring akuisisi yang dilakukan PT Trinity Healthcare terhadap emiten transportasi, PT Zebra Nusantara Tbk, tahun 2021 silam. Pasca akuisisi tersebut, PT Zebra Nusantara Tbk bersalin nama menjadi PT Dosni Roha Indonesia Tbk.

Masih dalam laporan keuangan tersebut, Rudy Tanoe tercatat memegang secara langsung 5,47% saham emiten ini. Sementara bertindak sebagai pemegang saham terbesar ZBRA adalah PT Trinity Healthcare dengan porsi kepemilikan saham 63,21%.

Baca Juga: DPR Minta Kemensos Jelaskan Penimbunan Beras Bantuan Presiden di Depok

Seperti diberitakan Kontan.co.id 7 Mei 2021 silam, Rudy Tanoe menyatakan ZBRA akan berkembang menjadi perusahaan one stop shopping dari hulu hingga hilir. Dia meyakini bahwa bisnis tersebut akan semakin berkembang.

KONTAN lantas mengkonfirmasi kerjasama Bulog dengan PT SSI ini kepada Rudy Tanoe. "Saya tidak ingat detailnya, silahkan hubungi direksi PT SSI langsung," kata Rudy Tanoe dalam pesan singkatnya kepada KONTAN, Rabu (3/8).

Baca Juga: Bulog Sebut Beras Rusak Jadi Tanggung Jawab Transporter, Begini Kronologisnya

Hanya saja, Rudy Tanoe menegaskan penyaluran beras merupakan salah satu kerjasama PT SSI dengan Bulog. Rudy Tanoe lantas memberikan tautan sebuah toko online bernama iPangandotcom di laman shopee.co.id.

Kata Rudy, toko online itu merupakan groceries online store termurah yang tersebar di 11 kota. "Semua gratis ongkir. Ini kontribusi kami untuk mendukung digitalisasi ecommerce Bulog. Di dalam online store tersebut, banyak barang-barang Bulog yang diperdagangkan. Kami mensubsidi semua biaya kirim di 11 kota," ucap Rudy Tanoe.

Bila kita membuka situs website iPangandotcom, maka akan terlihat berbagai bentuk kerjasama PT SSI dengan Bulog. Salah satu contohnya adalah unggahan pemberitaan tentang kerjasama program peluncuran daging murah bersama Bulog lewat iPangandotcom.

Dalam salah satu uraian dalam artikel tersebut, diterangkan bahwa iPangandotcom merupakan kolaborasi antara DNR Corporation melalui PT Storesend Elogistics Indonesia (SSI) dengan Perum Bulog sejak tahun 2020, yang menghadirkan konsep belanja online di Indonesia.

iPangandotcom juga berkomitmen untuk menyediakan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pangan serta menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Bulog Pastikan Penerima Bantuan Beras Tahun 2020 Tak Ada yang Dirugikan

"Kita berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan sistem, kita bekerja sama untuk memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia. Disinilah peran negara hadir, Bulog hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan produk daging yang halal serta higienis bagi masyarakat. Dengan adanya hal tersebut, Perum Bulog juga hadir untuk menjaga stabilitas harga daging di masyarakat,” ucap Budi Waseso Direktur Utama Perum Bulog, seperti ditulis dalam artikel tersebut.

Pengusaha beras berang

Terkait temuan timbunan 3,4 ton beras yang dikubur di Depok, kecaman datang dari pengusaha beras nasional, Billy Haryanto. Kepada KONTAN, Billy menyatakan keheranannya bila beras yang disalurkan Bulog dalam rangka program beras bantuan presiden itu bisa rusak karena kehujanan.

Menurutnya, karung kemasan beras Bulog cukup bagus, produk laminasi, sehingga tahan terhadap kelembaban dan air. "Itu kemasan bagus. Satu kemasan itu kalau tidak salah harganya sekitar Rp 3.600, laminasi. Air tidak masuk, karena laminasi ini seperti plastik. Kalau hanya kehujanan di jalan, berasnya tidak akan basah. Tapi, bukannya truk pengiriman juga ditutupi terpal. Buat saya ini tidak masuk akal," tutur Billy, kepada KONTAN, Rabu (3/8).

Baca Juga: Telusuri Temuan Timbunan Beras di Depok, Ini Kata Kemenko PMK

Dari pengalaman berbisnis beras selama lebih dari 10 tahun, baru kali ini Billy mendapati ada kejadian penguburan beras. Beras bantuan presiden itu menurut Billy seharga Rp 10.000 per kilogram (kg) di pasaran.

Kalaupun rusak, kata Billy, beras itu tetap masih bisa dijual dengan harga terendah sekitar Rp 4.000 per kg. Dia menyebut beras ini dengan sebutan beras reject. Bahkan untuk beras reject ini, banyak orang berebut untuk dipakai sebagai bahan pakan bebek, itik dan lele. 

Billy berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus tersebut sampai tuntas. "Ini persoalan hajat hidup orang banyak. Mudah-mudahan polisi bisa membongkar, karena ini yang diselidiki gajah," tandas Billy.

Bagikan

Berita Terbaru

ASII Cari Siasat Menggeber Penjualan Mobil
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:22 WIB

ASII Cari Siasat Menggeber Penjualan Mobil

PT Astra Internasional Tbk (ASII) tengah menghadapi tantangan perlambatan kinerja di segmen otomotif. 

Efektivitas Pengawasan BGN Masih Lemah
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Efektivitas Pengawasan BGN Masih Lemah

Kepatuhan dalam pengelolaan anggaran dan pertanggungjawaban atas setiap rupiah uang negara menjadi ukuran keberhasilan program.

Tiga Bulan Harga Melonjak 171%, Emiten Afiliasi Haji Isam ini Diversifikasi Bisnis
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Tiga Bulan Harga Melonjak 171%, Emiten Afiliasi Haji Isam ini Diversifikasi Bisnis

Rencana diversifikasi TEBE yang saat ini masih dalam tahap perizinan dan kajian, ternyata mampu membawa optimisme pelaku pasar.

Operasional Kopdes Perlu Dikawal
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:14 WIB

Operasional Kopdes Perlu Dikawal

Sekitar 1.900 manajer atau 11% di antaranya ditempatkan lintas provinsi. Penempatan dilakukan untuk mengisi kekurangan SDM di daerah

Pemerintah Bersiap  Menebar Ponsel Gratis
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Pemerintah Bersiap Menebar Ponsel Gratis

Warga penerima bansos akan mendapat ponsel gratis yang dilengkapi akun digital atau rekening bank bersaldo Rp 50.000

Persepsi Risiko Indonesia Masih Rentan
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Persepsi Risiko Indonesia Masih Rentan

Pergerakan CDS Indonesia yang kembali naik dalam sepekan terakhir menunjukkan persepsi investor terhadap risiko Indonesia masih rapuh. 

Genjot Produksi di Pabrik Unit 7, Laba ISSP Berpotensi Tumbuh
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:19 WIB

Genjot Produksi di Pabrik Unit 7, Laba ISSP Berpotensi Tumbuh

Ekspansi pabrik unit 7 berpotensi meningkatkan laba bersih ISSP pada 2027 dan 2028 masing-masing menjadi Rp 870 miliar dan Rp 1,1 triliun. 

Pefindo Terima Mandat Obligasi Korporasi Rp 56 Triliun hingga September 2026
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Pefindo Terima Mandat Obligasi Korporasi Rp 56 Triliun hingga September 2026

Pefindo mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi mencapai Rp 56,19 triliun per September 2026 dari sekitar 40 perusahaan

Biaya Eksplorasi Tinggi Tak Menjamin Kinerja Emiten Pertambangan Seksi
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:14 WIB

Biaya Eksplorasi Tinggi Tak Menjamin Kinerja Emiten Pertambangan Seksi

Emiten pertambangan mineral, minyak dan gas bumi (migas) telah melaporkan pengeluaran biaya untuk kegiatan eksplorasi hingga kuartal III-2026.  ​

Insentif Pengemplang
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Insentif Pengemplang

Jangan sampai niat untuk meningkatkan kepatuhan pajak, justru menghasilkan kebiasaan wajib pajak menunggu pengampunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler