Terseret Dugaan Korupsi Kuota Haji, Bisnis Fuad Mansyur dari Maktour sampai MKTR

Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:32 WIB
Terseret Dugaan Korupsi Kuota Haji, Bisnis Fuad Mansyur dari Maktour sampai MKTR
[ILUSTRASI. Jamaah calon haji menunggu jadwal pemeriksaan kesehatan dan dokumen setibanya di Asrama Haji Pondok gede, Jakarta Timur, Kamis (1/5/2025). Sebanyak 778 calon haji beserta delapan petugas asal Jakarta dan Banten diberangkatkan ke Makkah melalui Bandara Soekarno-Hatta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN]
Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji nampaknya bakal terus mengembang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, dari hasil peyelidikan ada  10 agen travel yang diduga turut mendapat jatah besar dari 10.000 kuota haji tambahan dari pemerintah Arab Saudi. 

KPP menilai, perusahaan-perusahaan ini mendapat keuntungan maksimal dari korupsi pembagian kuota haji tambahan tersebut. KPK juga telah memutuskan untuk mencekal tiga orang dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pembagian kuota haji Kementerian Agama 20230 2024. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Incar Proyek PLTS 100 Gwp, Produsen Setrum Surya Ini Membuka Peluang Bermitra
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Incar Proyek PLTS 100 Gwp, Produsen Setrum Surya Ini Membuka Peluang Bermitra

PLN Nusantara Renewables (PLN NR) bersiap meraup peluang dari ambisi pemerintah membangun PLTS 100 GWp dalam tiga tahun.

 
Kisah Jalak Tiongkok, Terbang Bebas Melintasi Banyak Negara
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Kisah Jalak Tiongkok, Terbang Bebas Melintasi Banyak Negara

Di Oktober, saat suhu udara di Asia dingin, daun-daun maple menguning. Kawanan burung migran besar-kecil bersiap-siap terbang ke selatan. 

Ironi Reformasi Bursa
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Ironi Reformasi Bursa

Agenda reformasi bursa saham, yang berfokus ke peningkatan transparansi, telah berjalan selama enam bulan. ​Hasilnya?

Pergeseran Nyata dari Pembiayaan Konsumtif ke Produktif
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Pergeseran Nyata dari Pembiayaan Konsumtif ke Produktif

Pertumbuhan pinjaman daring di luar Pulau Jawa menunjukkan pasar yang masih terbuka. Kebutuhan modal pelaku usaha mikro

Kiat Meraih Sukses dengan Grit dan Support System
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Kiat Meraih Sukses dengan Grit dan Support System

​Kesuksesan tak hanya ditentukan oleh kegigihan diri, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung seseorang untuk bertumbuh dan berkembang.

Saat Berkain Tak Lagi Menunggu Hari Istimewa
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Saat Berkain Tak Lagi Menunggu Hari Istimewa

Memakai batik tak harus menunggu kondangan atau acara formal. Sejumlah komunitas berkain kini mulai hadir dan berkembang di daerah. 

Butuh Investasi Jumbo, Pengembangan PLTA Masih Terganjal Regulasi
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Butuh Investasi Jumbo, Pengembangan PLTA Masih Terganjal Regulasi

Pemerintah mendorong transformasi pembangkit energi hidro. Tapi, masih banyak hambatan yang perlu diatasi. Apa saja?

Ruang Pemulihan Kontribusi Asuransi Syariah Kian Lapang
| Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50 WIB

Ruang Pemulihan Kontribusi Asuransi Syariah Kian Lapang

Pendapatan kontribusi industri asuransi syariah turun 0,12% secara tahunan menjadi Rp 15,96 triliun per Agustus 2026.

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh

Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, BP BUMN dan BPI Danantara sedang menyiapkan rancangan Perpres yang mengatur keberlanjutan Whoosh

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:47 WIB

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis

Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menargetkan pungutan cukai minuman berpemanis berlaku semester II-2026

INDEKS BERITA