Tiga Bulan Harga Melonjak 171%, Emiten Afiliasi Haji Isam ini Diversifikasi Bisnis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:17 WIB
Tiga Bulan Harga Melonjak 171%, Emiten Afiliasi Haji Isam ini Diversifikasi Bisnis
[ILUSTRASI. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) (Dok/TEBE)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tekanan profitabilitas bisnis eksisting, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, mulai menjajaki kakinya ke perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan jasa pelabuhan komoditas non-batubara sebagai upaya diversifikasi bisnis.

Rencana diversifikasi yang saat ini masih dalam tahap perizinan dan kajian, ternyata mampu membawa optimisme pelaku pasar.

Hal ini tercermin dari pergerakan saham TEBE yang menguat sebulan terakhir sebesar 59,18% hingga perdagangan Rabu (14/10). Walau terkoreksi 2,15% ke level Rp 2.730 pada perdagangan hari itu, saham TEBE masih akumulasi kenaikan sebesar 171,64% dalam tiga bulan terakhir. Sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) saham TEBE menguat 4,60%

TEBE sendiri merupakan perusahaan penyedia infrastruktur logistik batubara yang beroperasi di Kalimantan Selatan dan telah berdiri sejak 2008. Perseroan berada di bawah kendali akhir Haji Isam, melalui PT Dua Samudera Perkasa (DSP), yang menguasai 76,91% saham TEBE.

Riset Trimegah Sekuritas Indonesia tertanggal 12 Oktober 2026 lebih jauh menjabarkan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, TEBE memiliki jalan angkut khusus batubara sepanjang 46 kilometer, pelabuhan batubara seluas 30 hektare (ha) di Sungai Barito dengan kapasitas pemuatan mencapai 18 juta ton per tahun, empat jalur jetty dan conveyor, serta armada alat berat.

Baca Juga: JARR, TEBE, PGUN hingga PACK Rally, Efek Spillover Rumor Akuisisi BYAN Oleh Haji Isam

Adapun perjalanan DSP untuk menguasai mayoritas saham TEBE dimulai pada Maret 2025. Dalam periode sepuluh hari, atau dalam 4–13 Maret 2025, DSP secara bertahap mengakumulasi kepemilikan awal sebesar 31,84% saham TEBE melalui kombinasi pembelian di pasar reguler dan transaksi block sale di luar pasar.

Seluruh transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp 500 per saham, dengan menyerap kepemilikan sejumlah investor lama, termasuk South Bay Capital dan Robust Buana.

Langkah akuisisi DSP berlanjut pada 18 Maret 2025, ketika perusahaan tersebut mengambil alih seluruh kepemilikan Prima Mineral Utama sebesar 39,31% saham TEBE, dengan nilai transaksi tunai Rp 253 miliar.

Transaksi tersebut meningkatkan total kepemilikan DSP menjadi 71,15%, sekaligus memberikan kendali efektif atas operasional dan arah strategis TEBE.

Lebih lanjut, TEBE tak menjalankan bisnis pertambangan batubara secara langsung, tetapi juga menyediakan infrastruktur penting bagi perusahaan tambang untuk mengangkut dan memuat batubara.

Menurut paparan manajemen TEBE dalam paparan publik baru-baru ini, pelabuhan tersebut merupakan satu-satunya fasilitas sejenis di kawasan tersebut dan melayani sekitar 50 wilayah konsesi batubara.

"Dengan model bisnis tersebut, kinerja TEBE sangat bergantung pada volume produksi batubara pelanggan serta kuota produksi yang ditetapkan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB)," urai Trimegah Sekuritas dalam risetnya yang dikutip KONTAN, Rabu (14/10).

Adapun layanan pelabuhan menjadi kontributor utama pendapatan TEBE, yakni sekitar 88% terhadap total pendapatan. Sementara itu, sebagian besar sisanya berasal dari jasa transportasi jalan angkut.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue

Emiten kontraktor pertambangan batubara milik taipan Prajogo Pangestu itu akan menerbitkan maksimal 170 juta saham baru atau setara 1,69%.

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas industri soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) di pasar domestik.

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit

Kenaikan data inflasi Amerika Serikat bulan September 2026 mengguncang bursa saham dan mata uang di Asia.

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi risiko operasional bagi sejumlah emiten perkebunan kelapa sawit. 

Tantangan Saham Telekomunikasi
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Tantangan Saham Telekomunikasi

Tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut membuat saham-saham telekomunikasi dan infrastruktur pendukungnya berguguran.

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)

Penyedia layanan indeks global, MSCI yang mengumumkan dimulainya konsultasi untuk mengklasifikasikan ulang Indeks MSCI Indonesia.

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?

Cara paling cepat untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan adalah dengan mengurangi kepemilikan pengendali secara langsung di pasar.

Dilego Asing Rp 1,6 Triliun, GOTO Jadi Saham Terbanyak Dilepas pada Oktober Berjalan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Dilego Asing Rp 1,6 Triliun, GOTO Jadi Saham Terbanyak Dilepas pada Oktober Berjalan

Deutsche Bank hingga State Street Corp terpantau melepas sebagian kepemilikannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Lampu Merah Saham Indonesia: MSCI Siapkan Hukuman Terberat, RI bisa Selevel Zimbabwe
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Lampu Merah Saham Indonesia: MSCI Siapkan Hukuman Terberat, RI bisa Selevel Zimbabwe

Delapan bulan ke depan menjadi ujian apakah reformasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan diikuti penindakan dan bukti nyata.

JTPE Lengkapi Keamanan Dokumen dengan Cip
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:06 WIB

JTPE Lengkapi Keamanan Dokumen dengan Cip

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) memproduksi dokumen sekuriti yang dilengkapi teknologi cip RFID.

INDEKS BERITA

Terpopuler