Totalindo Kerek Target Kontrak Tahun 2019

Senin, 06 Mei 2019 | 09:21 WIB
Totalindo Kerek Target Kontrak Tahun 2019
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Totalindo Eka Persada Tbk mengerek target kontrak baru pada tahun ini. Semula Totalindo memproyeksikan kontrak baru di sepanjang 2019 mencapai Rp 2,2 triliun. Belakangan, emiten dengan kode saham TOPS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menaikkan target kontrak baru menjadi Rp 2,5 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Totalindo Eka Persada Tbk, Novita Festiani, menjelaskan manajemen menaikkan target lantaran meyakini bisnis tahun ini akan moncer. Satu indikasinya adalah realisasi kontrak baru hingga akhir April lalu.

"Kami optimistis berdasarkan perolehan kontrak baru Rp 1,66 triliun di pipeline proyek sekitar Rp 8 triliun per akhir April kemarin," ungkap dia kepada KONTAN, Jumat (3/5) pekan lalu.

Awalnya Totalindo mematok target kontrak baru senilai Rp 2,2 triliun. Namun di sepanjang empat bulan pertama tahun ini, realisasi kontrak baru mereka sudah mencapai Rp 1,66 triliun.

Kontrak baru itu berasal dari lima proyek, yakni pembangunan Kingland Avenue Apartment, proyek Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung RI, Rusun Cilangkap, Apartemen Sahid Asena, dan Klapa Village Tower B.

Keyakinan TOPS untuk meraih kontrak yang lebih tinggi juga didorong oleh selesainya penyelenggaraan pemilu yang berlangsung lancar, aman dan damai. Hal ini memberikan efek positif terhadap bisnis properti dan konstruksi. "Itu sebabnya kami berharap sektor properti dan konstruksi high-rise building mulai bergairah kembali di tahun ini sehingga target bisa tercapai," ungkap Novita.

Untuk prospek di kuartal II-2019, Novita tidak menyebut secara terperinci. Namun manajemen TOPS semakin percaya diri dengan perolehan kontrak yang lebih tinggi. "Untuk sepanjang 2019, kami menargetkan kontrak baru senilai Rp 2,5 triliun," kata dia.

Sepanjang kuartal I-2019, Totalindo telah merampungkan beberapa proyek, yakni Apartemen South Hills dan Asrama Kinanti UGM.

Pada kuartal II-2019, TOPS akan merampungkan dua proyek, yaitu Podomoro City Deli Medan yang kini sudah mencapai 93,34%. Satu lagi proyek Green Sedayu Apartment, yang sudah sampai tahap pembangunan 56,45%.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Totalindo menargetkan pengerjaan Puri Mansion Apartment dan Rusun Polri akan rampung. Lantas pada kuartal terakhir, TOPS berharap bisa merampungkan pembangunan Sedayu City. Untuk kebutuhan pembangunan proyek tahun ini, Totalindo menyediakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 106 miliar.

Hingga akhir tahun nanti, dari target kontrak baru tersebut, Totalindo Eka Persada membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 37,93% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2 triliun. Dari sisi bottom line, manajemen TOPS menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 200 miliar atau menanjak 551,46% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 30,7 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:45 WIB

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar

Sejak awal tahun 2026, total net sell asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 12,97 triliun.

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:12 WIB

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas

Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk mendapatkan Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad untuk kontrak bagi hasil Cendramas.​

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:37 WIB

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi

Pembatasan kuota berpotensi menekan target volume penjualan bijih nikel emiten dalam jangka pendek. 

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026

Untuk mempertahankan dominasi pasar, ASII akan konsisten fokus pada penyediaan produk, teknologi, dan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:22 WIB

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI

Dampak dari aksi rebalancing MSCI kali ini adalah pergerakan dana asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI)​.

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga

Konsesi batubara eks KPC yang diserahkan ke Nahdlatul Ulama (NU) berada di lahan yang sudah menjadi pemukiman dan 17.000 ha hutan sekunder. 

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel

Industri sudah mengantisipasi penurunan RKAB hingga 250 juta ton, sehingga penetapan RKAB oleh pemerintah masih sedikit di atas ekspektasi awal.

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:12 WIB

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka

Gorengan saham masih mungkin melalui pemegang saham di bawah 1%. Nominees account  dibuat sekecil mungkin, saya pernah bikin sampai 30 account.

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:00 WIB

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO

Kebijakan DMO dan RKAB menggeser narasi sektor batubara, dari yang sebelumnya bertumpu pada volatilitas harga global yang liar.

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)
| Kamis, 12 Februari 2026 | 08:49 WIB

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)

Investor disarankan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid. Khususnya undervalued  dengan tetap menerapkan manajemen risiko.

INDEKS BERITA

Terpopuler