Berita Bisnis

Triputra Agro (TAPG) Bangun Pabrik Kelapa Sawit

Rabu, 04 Agustus 2021 | 06:00 WIB
Triputra Agro (TAPG) Bangun Pabrik Kelapa Sawit

Reporter: Vina Elvira | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Emiten perkebunan dan industri pengolahan PT Triputra Agro Persada Tbk optimistis penjualan dan laba tahun ini akan tumbuh lebih baik dibanding realisasi tahun lalu. Hal ini terlihat dari kinerja positif yang diraih pada paruh pertama tahun 2021. 

Di semester I-2021, emiten berkode saham TAPG di Bursa Efek Indonesia ini berhasil mencetak laba bersih senilai Rp 405,89 miliar. Jumlah tersebut melonjak 250,91% dari laba bersih pada semester pertama tahun lalu yang sebesar Rp 115,66 miliar. 
 
Corporate Secretary PT Triputra Agro Persada Tbk, Joni Tjeng mengungkapkan, kinerja positif  Triputra Agro di semester I-2021 didorong sejumlah faktor, seperti kenaikan volume produksi, yang juga diiringi peningkatan pengiriman, serta harga jual yang lebih tinggi. 
 
Selain itu, efisiensi dalam produksi juga menjadi faktor lain yang mendukung kinerja positif TAPG pada periode enam bulan pertama 2021. 
 
Peningkatan volume produksi pada semester pertama tahun ini mendorong keyakinan manajemen TAPG bahwa mereka bisa mencapai target kenaikan volume produksi pada produk utama, yakni crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) sebesar 10% hingga ujung tahun nanti. 
 
"Realisasi produksi pada semester pertama tahun ini naik double digit. Oleh karena itu, kami yakin bahwa produksi hingga akhir tahun nanti akan mencapai target yang diharapkan," kata Joni kepada KONTAN, Selasa (3/8). 
 
Berdasarkan Annual Report 2020, TAPG memproduksi CPO sebanyak 841.000 ton selama periode Januari hingga Desember 2020. Kemudian volume produksi PK sebesar 175.000 ton serta produk karet sebanyak 600 ton. 
 
Usia tanaman sawit Triputra Agro saat ini sedang dalam masa prime age (usia prima), sehingga membuat produksi TAPG akan terus meningkat ke depan.
 
"Seiring dengan kegiatan improvement yang kontinuitas, program mekanisasi, penggunaan teknologi, dan informasi terkini seperti artificial intelligence serta remote sensing sebagai alat bantu, dapat mendukung operasional TAPG," kata Joni. 
 
Sementara itu, untuk terus meningkatkan kinerja keuangan, Triputra Agro telah merancang sejumlah rencana ekspansi di sepanjang tahun ini, di antaranya adalah pembangunan tiga pabrik anyar, yaitu dua pabrik kelapa sawit (PKS) dan satu pabrik palm kernel oil (PKO). 
 
Sebagai informasi, dua pabrik kelapa sawit yang akan dibangun TAPG  berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. 
 
Kedua pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi masing-masing 45 ton per jam dan 30 ton per jam.  Sementara untuk pabrik PKO  berlokasi di Kalimantan Tengah. Untuk membangun PKO tersebut, TAPG menggunakan dana dari hasil penawaran umum atau Initial Public Officer (IPO). 
 
Sementara untuk penambahan dua pabrik kelapa sawit baru, akan dibiayai melalui hasil operasional perusahaan. 
 
Untuk memuluskan rencana ekspansi tersebut, TAPG mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 500 miliar di tahun ini. "Di mana sebagian besar digunakan untuk pembangunan PKS dan PKO," kata Joni. 
 
Sumber capex TAPG berasal dari dana hasil IPO dan kas internal. Saat IPO pada April 2021, Triputra Agro merilis 866,20 juta saham dengan harga penawaran Rp 200 per saham. Dari aksi korporasi ini, TAPG memperoleh dana sebesar Rp 173,24 miliar.
 
Joni mengatakan, progres pembangunan ketiga pabrik  tersebut masih berjalan sesuai rencana awal. TAPG memproyeksikan dua pabrik kelapa sawit mulai beroperasi pada awal 2022. "Sedangkan untuk pabrik PKO diharapkan bisa mulai beroperasi di semester kedua tahun 2022," kata dia.
 
Hingga saat ini pangsa pasar TAPG masih ditujukan bagi para pemain dalam negeri, dengan kontribusi terbesar masih dipegang oleh Wilmar Group.                    


Baca juga