United Tractors (UNTR) Kembangkan Bisnis Pengangkutan Batubara Lewat Sungai

Kamis, 13 Juni 2019 | 07:36 WIB
United Tractors (UNTR) Kembangkan Bisnis Pengangkutan Batubara Lewat Sungai
[]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) akan mengembangkan bisnis anak usaha di bidang jasa pengangkutan batubara lewat sungai. Anak perusahaan yang bernama PT Patria Maritime Line (PML) ini mendapatkan pinjaman sebesar Rp 280 miliar dari United Tractors. Dana pinjaman tersebut akan digunakan membeli kapal.

Asal tahu saja PML adalah anak usaha dari PT United Tractors Pandu Enggineering, yang 100% sahamnya dimiliki UNTR. Sekretaris Perusahaan Sara Loebis menjelaskan, pinjaman tersebut akan digunakan PML sebagai modal kerja.

"PML adalah anak usaha dengan bidang yang bergerak di jasa pengangkutan batubara lewat sungai. Jadi modal yang dipinjamkan untuk membeli kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge)," jelas dia kepada KONTAN.

Pinjaman yang diberikan kepada anak usahanya ini bersifat term loan dengan bunga JIBOR + 0,5%. Sara mengakui, selama ini kontribusi Patria Maritime Line terhadap kinerja UNTR tidak terlalu besar karena hanya sebagai cucu perusahaan.

Tapi Sara menyebutkan, secara bisnis akan lebih menguntungkan memberi pinjaman ke PML dibanding menyimpan kas di bank dengan kondisi bunga deposito bank saat ini. Namun menurut Sara, pinjaman tersebut belum akan ditambah lagi. "Belum ada rencana memberikan pinjaman lagi kepada PML," kata dia.

Hingga akhir tahun, UNTR menargetkan menjual alat berat sebanyak 4.000 unit. Hingga empat bulan di tahun ini, UNTR telah mencatat penjualan alat berat sebanyak 1.442 unit. Pada perdagangan Rabu (12/6), harga saham UNTR ditutup menguat 0,28% menjadi Rp 26.775 per saham.

Bagikan

Berita Terbaru

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak
| Kamis, 15 Januari 2026 | 10:00 WIB

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak

Demi bisa bertahan di tengah pemangkasan produksi bijih nikel, impor terutama dari Filipina bakal melonjak.

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:13 WIB

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana

Pergerakan valas Asia 2026 sangat dipengaruhi prospek kebijakan suku bunga Fed, geopolitik, kebijakan tarif dan arah kebijakan luar negeri AS.

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:02 WIB

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?

Intervensi Bank Indonesia (BI) menahan pelemahan lanjutan rupiah. Aksi intervensi setelah pelemahan mendekati level psikologis Rp 17.000.

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:00 WIB

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?

Relokasi industri dari Asia Timur serta meningkatnya permintaan terhadap produk manufaktur bernilai tambah tinggi membuka peluang bagi Indonesia.

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:52 WIB

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking

 Namun perlu diwaspadai terjadinya aksi profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang long weekend.

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:37 WIB

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?

Jika mengacu  jadwal awal, periode pembelian kembali saham berakhir pada 30 Januari 2026. ASII melaksanakan buyback sejak 3 November 2025.  

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:14 WIB

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun

Pembagian dividen interim ini konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham. 

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:12 WIB

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D

Bayer meresmikan peningkatan fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dan pengembangan fasilitas R&D dengan investasi € 5 juta.

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:01 WIB

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger

Memasuki tahun 2026, ketika biaya integrasi mulai berkurang, kinerja EXCL diperkirakan akan kembali positif.

Penambang Perlu Siasati Peta Pasar Ekspor
| Kamis, 15 Januari 2026 | 06:54 WIB

Penambang Perlu Siasati Peta Pasar Ekspor

Para penambang akan mendorong perlunya strategi adaptif yang diterapkan pada sektor tambang batubara dalam negeri.

INDEKS BERITA

Terpopuler