Utang SBN Bertambah Rp 575 Triliun, Yield Tembus 7,7%, Beban Bunga APBN Membayangi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan outstanding Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia semakin cepat. Di tengah kebutuhan pembiayaan pemerintah yang terus meningkat, kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan yield SBN di pasar sekunder. Kondisi ini berpotensi memperbesar biaya penerbitan utang baru sekaligus menambah tekanan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Berdasarkan perbandingan data outstanding SBN, posisi surat utang pemerintah meningkat Rp 575,16 triliun dalam periode Desember 2025 hingga September 2026. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan kenaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 457,52 triliun pada Desember 2024 hingga September 2025.
