Vaksinasi Berjalan Lambat, Target Penyuntikan Pemerintah AS Diragukan Tercapai

Kamis, 24 Desember 2020 | 12:44 WIB
Vaksinasi Berjalan Lambat, Target Penyuntikan Pemerintah AS Diragukan Tercapai
[ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden menerima vaksin penyakit virus corona (COVID-19) di ChristianaCare Christiana Hospital, Newark, Delaware, Amerika Serikat, Senin (21/12/2020). REUTERS/Leah Millis]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Seberapa cepat sebuah negara bisa menggelar vaksinasi Covid-19? Ternyata jalannya program vaksinasi sangat mungkin berjalan lebih lambat daripada rencana, seperti yang dialami oleh Amerika Serikat (AS) dalam sebulan terakhir

Mengutip Reuters, Jutaan dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech masih tertahan di ruang penyimpan berbagai rumah sakit AS dan fasilitas kesehatan lainnya. Target Pemerintah AS untuk melakukan 20 juta suntikan vaksin di bulan ini, diragukan bisa tercapai.

Baca Juga: Baru terbit! Ini aturan soal jadwal dan tahapan vaksinasi Covid-19

Hingga Rabu pagi, baru 1 juta suntikan vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 yang telah diberikan. Angka itu sekitar sepertiga dari paket vaksin yang dikirim pada putara pertama minggu lalu. Setelah pengiriman itu, ada tambahan lebih dari 9,5 juta dosis vaksin, termasuk vaksin buatan Moderna, yang kini telah dikirim ke negara bagian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Sementara rumah sakit sudah mulai membagikan vaksin Moderna, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) belum melaporkan data tersebut dan mungkin ada kelambatan dalam melaporkan suntikan yang diberikan untuk vaksin Pfizer dan Moderna.

Pemberian vaksin tidak melaju lebih cepat di minggu kedua. Jumlah injeksi masih sama dengan pekan pertama vaksinasi, yaitu berkisar 614.000 penyuntikan. Padahal, hampir 2,9 juta vaksin telah didistribusikan.

Ada banyak kendala yang disebut rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain dalam menggelar vaksinasi Covid-19. Di hari-hari pertama pemberian injeksi, rumah sakit berkutat dengan proses penyiapan peralatan kesehatan, yang sebelumnya dibekukan.

Begitu peralatan suntik dan vaksin siap, rumah sakit masih harus menyiapkan tenaga medis yang akan menjalankan vaksinasi. Kendala lain rumah sakit, yang dikutip Reuters, adalah memastikan tempat penyuntikkan yang sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu memungkinkan penerima dan pemberi vaksinasi melakukan jaga jarak.

Dengan berbagai kendala yang muncul itu, kebanyakan rumah sakit hanya melakukan sekitar 100 injeksi di hari pertama.

Baca Juga: Terbaru! 3 Fakta penting vaksin Covid-19 yang harus diketahui

Pemerintahan Donald Trump memasang target yang ambisius, yaitu melakukan 20 juta suntikan vaksin di akhir tahun. Jika menghitung realisasi di saat ini, menurut Reutes, target tersebut baru bisa tercapai jika ada 19 juta suntikan dalam sembilan hari yang tersisa.

“Komitmen yang dapat kami buat adalah menyediakan dosis vaksin,” kepala penasihat Operation Warp Speed ​​AS Dr. Moncef Slaoui dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12). “Tingkat orang yang diinjeksi lebih lambat dari yang kami kira,” imbuh Slaoui seperti dikutip Reuters.

Selanjutnya: Baru terbit! Ini aturan soal jadwal dan tahapan vaksinasi Covid-19

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi
| Senin, 09 Februari 2026 | 17:33 WIB

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi

Secara jumlah, penduduk miskin Indonesia tercatat 23,36 juta orang, menyusut 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

INDEKS BERITA

Terpopuler