Wake Up Call: Investor Bertanya, Lo Kheng Hong Menjawab

Senin, 15 November 2021 | 05:33 WIB
Wake Up Call: Investor Bertanya, Lo Kheng Hong Menjawab
[ILUSTRASI. Lo Kheng Hong adalah seorang investor yang kerap disebut sebagai Warren Buffett asal Indonesia. Foto: Dok.Pribadi]
Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - Lo Kheng Hong adalah seorang investor yang kerap disebut sebagai Warren Buffett asal Indonesia. Dalam artikel kali ini, penulis akan menceritakan kembali tanya jawab investor saham dengan Lo Kheng Hong.

Sebagian pertanyaan berasal dari investor saham yang menjadi peserta dalam webinar-webinar yang diadakan penulis. Tanya jawab ini diharapkan bisa berperan sebagai inspirasi bagi investor agar menjadi investor yang bijak.

Tanya: Bagaimana Pak Lo bisa sukses besar seperti sekarang, padahal berawal dari modal kecil? Sekarang banyak juga investor yang tertarik dengan cara Pak Lo, dengan modal mereka yang mungkin juga kecil. Ada saran bagaimana mengelola dana yang kecil bisa menjadi besar?

Baca Juga: Kurang Tiga Hari, Penjualan Sukuk Tabungan ST008 Sudah Melampui Target

Lo Kheng Hong (LKH): Sebetulnya uang yang kecil di pasar modal itu bisa jadi uang yang besar. Kalau kita mulai dari uang sebesar Rp 1 juta, lalu setiap tahun bisa kita naikkan 1 kali lipat, setelah 20 tahun duit kita menjadi berapa banyak? Yuk, dihitung secara sederhana. Tahun pertama, duit kita jadi Rp 2 juta, tahun kedua jadi Rp 4 juta, tahun ketiga jadi sebesar Rp 8 juta. Lalu tahun keempat berkembang jadi Rp 16 juta, tahun kelima jadi Rp 32 juta, tahun keenam jadi Rp 64 juta, tahun ketujuh jadi Rp 128 juta, dah tahun kedelapan jadi sebesar Rp 256 juta. Di tahun kesembilan jadi Rp 512 juta, tahun kesepuluh jadi Rp 1 miliar. Dana 1 juta setelah 10 tahun bisa menjadi satu miliar kan? Kalau ditambah 10 tahun lagi satu miliar jadi berapa? Jadi satu triliun kan? Ini keajaiban dunia nomor delapan.

Tanya: Sebelum Pak Lo sukses besar, bagaimana cara berinvestasi Pak Lo supaya bisa mengumpulkan modal sampai Rp 1,5 miliar, untuk membeli saham PT United Tractors Tbk di tahun 1998?

LKH: Saya punya uang Rp 1.5 miliar itu bukan mendadak di tahun 1998. Kan saya mulai investasi saham sejak tahun 1989. Jadi saya sudah menjalani sembilan tahun sebagai investor saham. Uang itu hasil saya kerja dan berinvestasi selama sembilan tahun, jatuh bangun. Uang itu hasil mengumpulkan uang selama sembilan tahun.

Baca Juga: Asuransi Jiwa Gencar Jualan Melalui Bank

Tanya: Bagaimana strategi Pak Lo berinvestasi di saham yang kurang likuid?

LKH: Tentu saja untuk saham yang tidak likuid, namun perusahaannya bagus dan harganya masih murah, investor akan susah mendapatkannya. Untuk saham seperti ini, saya harus membelinya pelan-pelan dengan sabar menanti, dapatnya sedikit. Kalau perusahaan itu bagus dan murah, meskipun tidak likuid, tetap akan saya beli. Pokoknya saya punya dulu, belinya menyicil, jualnya juga menyicil pelan-pelan. Saya memang lebih suka perusahaan yang likuid, sekali beli langsung 5%. Kalau perusahaan tidak likuid beli 1% saham aja susah, berbulan-bulan baru dapat 1%.

Tanya: Pak Lo, saya adalah seorang investor pemula. Saran apa yang akan Pak Lo berikan kepada saya?

LKH: Kalau kita ingin membeli saham tentu saja kita harus tahu apa yang kita beli, jangan pernah beli kucing dalam karung, ikut-ikutan orang lain. Selalu membaca laporan keuangan, karena kunci keberhasilan seorang investor saham itu adanya di membaca laporan keuangan, tidak ada jalan lain.

Baca Juga: Unitlink di Saham Moncer

Tanya: Ada lima aspek yang biasa kita pertimbangan dalam memilih saham, prospect, balance sheet quality, valuation, corporate governance, risk (PBVCGR). Menurut Pak Lo ini aspek mana yang paling penting?

LKH: Menurut saya, corporate governance atau tata kelola yang paling penting, karena faktor tersebut adalah segalanya. Kalau perusahaan itu dipimpin oleh orang yang tidak jujur, tidak berintegritas, maka semua keuntungan perusahaan akan habis. Tujuh belas tahun saya bekerja di bank. Saat memberikan kredit pada nasabah, ada aspek yang dipertimbangkan alias 5C, dan C pertama adalah character. Jadi yang paling utama adalah karakter. Jadi, jangan pernah membeli saham perusahaan yang dipimpin oleh orang yang tidak jujur dan tidak berintegritas.

Tanya: Pak Lo kan punya dua putra ya? Pintar-pintar, yang sulung jago ilmu komputer, yang bungsu jago teknik mesin. Apakah Pak Lo berharap suatu hari mereka mengikuti jejak Pak Lo menjadi investor saham?

Baca Juga: Ancaman Denda bagi Biro Haji dan Umrah Bandel

LKH: Anak-anak saya bisa memiliki passion yang berbeda dari saya. Seperti Warren Buffet, putra putrinya tidak ada seorang pun yang menjadi investor saham. Ada satu yang malah menjadi musisi. Bagi saya lebih baik jika anak saya melakukan sesuai dengan passion, keinginannya. Kalau seseorang mengerjakan hal yang ia sukai, maka ia akan gembira dan uang pasti akan datang menghampirinya.

Tanya: Menurut Pak Lo, investor saham yang sukses itu dibentuk atau memang dilahirkan?

LKH: Dibentuk atau dilahirkan, kedua-duanya bisa. Seperti presiden Amerika Serikat, George Bush Sr., putranya jadi presiden juga, itu dilahirkan. Seperti Warren Buffet, juga mungkin dilahirkan karena bapaknya seorang pialang saham. Tentu dari kecil dia sudah tahu saham, umur 11 sudah beli saham. Ini dilahirkan. Beda dengan saya, bapak saya sama sekali, sampai saat ini, tidak mengerti saham. Jadi saya dibentuk. Menurut saya kedua-duanya bisa, baik karena dilahirkan atau karena dibentuk. Kalau seseorang punya passion, tentu bisa juga sukses sebagai investor saham.

Dari membaca tanya jawab antara investor dengan LKH tersebut, artinya semua orang memiliki potensi dan kesempatan untuk menjadi seorang investor yang sukses.

Selanjutnya: Pemain Konvensional Masuk ke Bisnis Dompet Digital

 

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Anjlok ke Rekor Terlemah: Waspada Pelemahan Lebih Dalam!
| Kamis, 30 April 2026 | 16:49 WIB

Rupiah Anjlok ke Rekor Terlemah: Waspada Pelemahan Lebih Dalam!

Rupiah capai rekor terlemah Rp 17.378 per dolar AS. Ketahui faktor pemicu utama pelemahan ini dan skenario terburuknya.

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?
| Kamis, 30 April 2026 | 14:50 WIB

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?

Analis mengatakan, perolehan laba bersih GOTO didorong oleh peningkatan signifikan di bisnis financial technology (fintech).

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum
| Kamis, 30 April 2026 | 14:27 WIB

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum

Pasca keluarnya Uni Emirate Arab (UEA), kendali OPEC atas pasokan minyak global akan semakin melemah.

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting
| Kamis, 30 April 2026 | 12:19 WIB

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting

Selain bermitra dengan petani kako di berbagai wilayah, Mondelez juga bermitra dengan start-up untuk mengembangkan bahan baku lab-grown cocoa.

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing
| Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing

Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia memicu aksi jual saham ANTM.

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia
| Kamis, 30 April 2026 | 08:26 WIB

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia

Pihaknya mengucurkan dana berkisar Rp 900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik Ammonia  Pabrik 2 di Bontang, Kalimantan Timur,

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar
| Kamis, 30 April 2026 | 08:21 WIB

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 berlangsung pada 11-13 Mei 2026.

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit
| Kamis, 30 April 2026 | 08:16 WIB

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit

Segmen emas berkontribusi 81% terhadap total pendapatan ANTM di kuartal I-2026. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 11% yoy jadi Rp 23,89 triliun.

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026
| Kamis, 30 April 2026 | 08:08 WIB

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026

Emiten teknologi yang bergerak di bisnis e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), membukukan rugi bersih Rp 425,78 miliar di kuartal I-2026.

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat
| Kamis, 30 April 2026 | 08:03 WIB

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat

Harga mayoritas saham emiten konglomerat ringsek di sepanjang tahun berjalan ini. DSSA, BBCA dan BREN merupakan tiga saham yang menggerus indeks​.

INDEKS BERITA

Terpopuler