Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Intip Peluang di Pasar ASEAN

Jumat, 10 April 2026 | 05:20 WIB
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Intip Peluang di Pasar ASEAN
[]
Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen consumer goods dan komoditas agrikultur PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) membuka peluang kerja sama dengan perusahaan multinasional Amerika Serikat (AS) Tyson Foods, untuk memperkuat posisi sebagai penyedia protein hewani.

Chief Operating Officer Widodo Makmur Perkasa, Mega Nurtfitriyana menjelaskan bahwa Tyson Foods telah melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas peternakan dan Rumah Potong Hewan (RPH) milik WMPP di Cianjur, Jawa Barat, pada 6 Maret 2026.

Kunjungan ini juga menjadi salah satu kunjungan pertama Tyson Foods ke perusahaan pangan di Indonesia untuk menjajaki potensi kerja sama ke depan, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di ASEAN.

Baca Juga: Momen Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Mengerek Penjualan

Sebagai salah satu perusahaan dengan portofolio produk protein luas di industri pangan, Tyson Foods menilai pasar Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi yang besar untuk dapat dieksplorasi ke depannya.

WMPP sejatinya tidak hanya berfokus pada segmen daging sapi, tetapi juga memiliki eksposur di sektor perunggasan melalui entitas anak PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU).

"Kombinasi ini akan memberikan keseimbangan antara stabilitas dan potensi pertumbuhan dalam menghadapi dinamika industri protein nasional," ungkap Mega, Rabu (8/4).

Selain Tyson Foods, WMPP juga membuka pintu untuk melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan baik di dalam negeri ataupun perusahaan multinasional. Hal ini disebut sebagai salah satu strategi WMPP dalam menjaga keberlanjutan bisnis, sambil terus melakukan upaya efisiensi dan peningkatan utilisasi fasilitas produksi.

Chief Executive Officer (CEO) WMPP Tumiyono menambahkan, ketertarikan sejumlah perusahaan untuk bekerja sama dengan pihaknya menjadi bahan bakar WMPP untuk semakin optimistis dalam mendorong pertumbuhan kinerja.

Hal itu terutama seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi domestik yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi serta berbagai program strategis pemerintah.

Tumiyono memerinci, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), konsumsi protein nasional secara menyeluruh diproyeksi akan meningkat. "Program ini diperkirakan berkontribusi terhadap kebutuhan nasional sekitar 26% untuk daging ayam, 9% untuk telur, 20% untuk daging sapi," kata dia, Kamis (9/4).

Menurut Tumiyono, didukung program pemerintah dan potensi kerja sama dengan perusahaan AS, WMPP berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan momentum ini secara berkelanjutan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Saham INCO Dikerubungi Investor Institusi Kakap, Prospek Nikel Jadi Sorotan
| Jumat, 01 Mei 2026 | 09:00 WIB

Saham INCO Dikerubungi Investor Institusi Kakap, Prospek Nikel Jadi Sorotan

Pemborong terbesar saham INCO adalah Vanguard Group Inc yang membeli sebanyak 490.259 saham yang tercatat di tanggal data 27 April 2026.

Gelapkan Rp 70 Miliar, Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara
| Jumat, 01 Mei 2026 | 06:37 WIB

Gelapkan Rp 70 Miliar, Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara

Gibran jadi terpidana bersama Andri Yadi, pendiri Dycodex dan Angga Hadrian Raditya, mantan VP Corporate Finance eFishery.​

IHSG Anjlok, Rupiah Rekor Terlemah, Net Sell Asing Rp 7 Triliun Sepekan Terakhir
| Jumat, 01 Mei 2026 | 06:00 WIB

IHSG Anjlok, Rupiah Rekor Terlemah, Net Sell Asing Rp 7 Triliun Sepekan Terakhir

IHSG melemah 2,42% menjadi 6.956,80 pada sepekan periode 27-30 April 2026. Penurunan IHSG disertai oleh net sell asing total Rp 7,06 triliun.

Pembayaran Klaim Jamsostek Melonjak
| Jumat, 01 Mei 2026 | 04:30 WIB

Pembayaran Klaim Jamsostek Melonjak

Pada periode Januari hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim sebesar Rp 35,58 triliun, atau meningkat 129,23%.

Rupiah Anjlok ke Rekor Terlemah: Waspada Pelemahan Lebih Dalam!
| Kamis, 30 April 2026 | 16:49 WIB

Rupiah Anjlok ke Rekor Terlemah: Waspada Pelemahan Lebih Dalam!

Rupiah capai rekor terlemah Rp 17.378 per dolar AS. Ketahui faktor pemicu utama pelemahan ini dan skenario terburuknya.

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?
| Kamis, 30 April 2026 | 14:50 WIB

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?

Analis mengatakan, perolehan laba bersih GOTO didorong oleh peningkatan signifikan di bisnis financial technology (fintech).

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum
| Kamis, 30 April 2026 | 14:27 WIB

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum

Pasca keluarnya Uni Emirate Arab (UEA), kendali OPEC atas pasokan minyak global akan semakin melemah.

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting
| Kamis, 30 April 2026 | 12:19 WIB

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting

Selain bermitra dengan petani kako di berbagai wilayah, Mondelez juga bermitra dengan start-up untuk mengembangkan bahan baku lab-grown cocoa.

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing
| Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing

Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia memicu aksi jual saham ANTM.

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia
| Kamis, 30 April 2026 | 08:26 WIB

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia

Pihaknya mengucurkan dana berkisar Rp 900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik Ammonia  Pabrik 2 di Bontang, Kalimantan Timur,

INDEKS BERITA

Terpopuler