Wijaya Karya (WIKA) Berburu Kontrak di Luar Negeri

Rabu, 03 Juli 2019 | 06:15 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Berburu Kontrak di Luar Negeri
[]
Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melanjutkan perburuan kontrak baru pada semester II 2019. Selain mengikuti sejumlah tender pekerjaan di dalam negeri, perusahaan pelat merah tersebut juga mengincar tambahan kontrak baru dari luar negeri.

Kalau tak meleset, Wijaya Karya bakal mencatatkan kontrak baru dari Pantai Gading, sebuah negara di Afrika Barat. Perusahaan berkode saham WIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut juga sedang menanti kabar dari proyek rumah tapak di Uni Emirat Arab dan proyek jalan di Filipina.

Adapun hingga tutup semester I-2019, Wijaya Karya telah mengempit kontrak pembangunan hunian di Aljazair senilai Rp 500 miliar. Target proyeknya adalah masyarakat berpenghasilan rendah. "Kami juga mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan gerai Indonesia di Dubai Expo senilai hampir Rp 90 miliar," tutur Mahendra Wijaya, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk kepada KONTAN, Selasa (2/7).

Meskipun getol berburu kontrak di luar negeri, dominasi kontrak di dalam negeri belum akan tergantikan pada tahun ini. Wijaya Karya membidik pasar pemerintah, BUMN dan swasta.

Menurut catatan internal Wijaya Karya, BUMN menjadi pemberi pekerjaan baru terbanyak hingga 55,19% terhadap total kontrak baru senilai Rp 13,96 triliun pada semester I-2019. Sisanya terdiri dari 31,39% kontrak swasta, 10,82% kontrak luar negeri dan 2,6% kontrak pemerintah.

Belum separuh target

Dari raihan kontrak baru sepanjang semester I tersebut, Rp 1,25 triliun merupakan kontak baru di bulan Juni. Sementara Rp 12,71 triliun adalah akumulasi kontrak baru Januari-Mei 2019. Dua proyek penyumbang nilai kontrak baru besar adalah Tol Serpong-Balaraja senilai Rp 890 miliar dan proyek jalan di Sarawak, Malaysia sekitar Rp 450 miliar.

Sementara kalau menurut segmen, sektor energi dan industrial plant menyumbang kontrak baru hingga Rp 6 triliun. Segmen pekerjaannya antara lain jasa mekanik elektrik engineering procurement and construction (EPC), pembangunan pabrik gas dan pabrikasi baja.

Pada posisi kedua adalah infrastruktur dan gedung dengan kontribusi Rp 5,28 triliun. Selanjutnya yakni pekerjaan beton, fasilitas industri, dan pengolahan mineral aspal Rp 2,1 triliun. Sisanya proyek properti Rp 572,49 miliar.

Total perolehan kontrak baru Wijaya Karya selama semester I-2019 belum mencapai separuh dari total target sepanjang tahun 2019 yang sebesar Rp 61,74 triliun. Kalau dihitung, capaian kontrak baru mereka baru setara dengan 22,61%.

Namun manajemen Wijaya Karya masih yakin dengan target yang telah ditetapkan. "Kami percaya diri karena banyak proyek BUMN dan pemerintah yang mulai lelang setelah pengumuman hasil pemilu," kata Mahendra.

Bagikan

Berita Terbaru

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
| Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III

Beroperasinya kembali Tambang Emas Martabe secara penuh akan menjadi penggerak margin laba yang signifikan bagi UNTR.

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya
| Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya

Lonjakan kapasitas produksi para produsen nikel berpotensi menekan harga acuan LME dan dapat membatasi ASP yang diterima NCKL.

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
| Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini

Risiko geopolitik tentu masih menjadi katalis utama pergerakan harga emas, khususnya jika gangguan masih terjadi di Selat Hormuz dan Laut Merah.

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
| Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Lima ETF emas mencuri perhatian investor pada awal peluncuran 10 Agustus 2026. Daya tahan instrumen baru ini mulai diuji.

Kemerdekaan Ekonomi
| Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Kemerdekaan Ekonomi

BPS menunjukkan ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan.

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

INDEKS BERITA

Terpopuler