Wow, Harga Emas Antam Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Selasa, 06 Agustus 2019 | 06:48 WIB
Wow, Harga Emas Antam Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
[]
Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju harga emas Antam, emas batangan keluaran anak usaha PT Aneka Tambang Tbk, tak tertahankan.

Senin (5/8), harga emas Antam terkerek 8,54% sepanjang tahun ini menjadi Rp 724.000 per gram.

Ini rekor tertinggi harga emas Antam sepanjang masa.

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, keperkasaan harga emas batangan ini sejalan dengan laju emas global.

Mengutip Bloomberg, harga emas global kontrak pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange menguat 0,97% menjadi US$ 1.471,6 per ons troi.

Artinya, secara year to date (ytd) harga emas sudah melesat 12,12%.

Asal tahu saja, harga emas saat ini merupakan posisi tertinggi sejak Maret 2014.

Penguatan emas global yang mengiringi kenaikan emas batangan terjadi setelah perang dagang kembali memanas akibat ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan bea masuk 10% kepada produk asal China senilai US$ 300 miliar.

Aksi ini akhirnya dibalas China. Pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut akhirnya melemahkan mata uangnya.

Buktinya, di awal pekan ini yuan terkoreksi 1,41% menjadi 7,0385. Ini merupakan posisi terendah yuan selama 11 tahun belakangan.

Alhasil, pelaku pasar kembali mengoleksi aset lindung nilai alias safe haven seperti emas.

Bahkan, Suluh memperkirakan, harga emas global dapat melaju dan tembus ke level US$ 1.500 per ons troi di tahun ini.

Ini terjadi karena peluang The Federal Reserve untuk kembali memangkas suku bunga acuan kembali terbuka. Mengingat data tenaga kerja Negeri Paman Sam yang dirilis akhir pekan lalu beragam.

Salah satu yang mengecewakan adalah data tingkat pengangguran bulan Juli yang stagnan di level 3,7%. Padahal para analis memprediksi, tingkat pengangguran bulan lalu bisa turun ke 3,6%.

Hal ini membuat potensi emas batangan juga kian cemerlang. Tetapi Suluh mengingatkan, penguatan emas batangan dapat terhambat jika rupiah kembali menguat.

Ia pun menyarankan, bagi investor yang belum memiliki emas batangan, sebaiknya tahan terlebih dulu investasi di sektor ini lantaran harganya sudah terlampau tinggi.

Sementara, bagi yang sudah memiliki emas keluaran logam mulia ini bisa mulai menjual sebagian untuk mengambil keuntungan.

Hingga akhir tahun, Suluh pun memprediksi, harga emas batangan akan bergerak dalam kisaran Rp 724.000–Rp 730.000 per gram.

Bagikan

Berita Terbaru

Kontribusi MBG ke Setoran Pajak Hanya 3% Hingga 5%
| Selasa, 07 April 2026 | 06:11 WIB

Kontribusi MBG ke Setoran Pajak Hanya 3% Hingga 5%

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, efek yang lebih besar datang dari aktivitas ekonomi yang tercipta

NPL Kredit Konsumer Berpotensi Meningkat Usai Lebaran
| Selasa, 07 April 2026 | 06:10 WIB

NPL Kredit Konsumer Berpotensi Meningkat Usai Lebaran

​Risiko kredit macet mengintai pasca Lebaran. Lonjakan belanja menekan kemampuan bayar, sementara tren NPL perbankan mulai merangkak naik.

Giliran Jadi Pahlawan
| Selasa, 07 April 2026 | 06:10 WIB

Giliran Jadi Pahlawan

Kepada seluruh ASN dan pejabat di semua instansi dan lembaga negara: tolong jalankan kebijakan efisiensi sebaik-baiknya.

Insentif PPN DTP Rp 2,6 Triliun dari Negara
| Selasa, 07 April 2026 | 06:05 WIB

Insentif PPN DTP Rp 2,6 Triliun dari Negara

Pemerintah menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat sekitar 9% hingga 13% imas kenaikan harga avtur

Tak Bisa Penuhi Free Float, Solusi Tunas Pratama (SUPR) Berencana Delisting
| Selasa, 07 April 2026 | 06:05 WIB

Tak Bisa Penuhi Free Float, Solusi Tunas Pratama (SUPR) Berencana Delisting

Kondisi perusahaan yang belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float 15%, jadi alasan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana delisting.

Pelipur Lara dari Saham Pembagi Dividen
| Selasa, 07 April 2026 | 06:00 WIB

Pelipur Lara dari Saham Pembagi Dividen

Pembagian dividen bisa menjadi pelipur lara bagi investor yang terjebak penurunan harga saham. Tapi, hati-hati memburu sahamnya

Defisit Anggaran Bengkak Pasca Satu Bulan Perang
| Selasa, 07 April 2026 | 05:56 WIB

Defisit Anggaran Bengkak Pasca Satu Bulan Perang

Realisasi defisit anggaran hingga 31 Maret 2026 Rp 240 triliun, tumbuh 140% secara tahunan​         

Lonjakan Harga Komoditas Menopang Laba Emiten Nikel
| Selasa, 07 April 2026 | 05:55 WIB

Lonjakan Harga Komoditas Menopang Laba Emiten Nikel

Sejumlah emiten nikel mencatat pertumbuhan laba bersih selama 2025. Tren kenaikan harga nikel jadi salah satu penopangnya.

IHSG Terbebani Saham Terkonsentrasi Tinggi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 07 April 2026 | 05:45 WIB

IHSG Terbebani Saham Terkonsentrasi Tinggi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah beragam sentimen eksternal dan internal, saham-saham ini layak dipertimbangkan untuk koleksi. 

Berburu Cuan dari Saham Emiten Penyebar Dividen
| Selasa, 07 April 2026 | 05:35 WIB

Berburu Cuan dari Saham Emiten Penyebar Dividen

Di pekan ini, ada beberapa emiten pembagi dividen yang bakal memasuki tahap cum dividen. Saham ini memiliki potensi jangka pendek menjanjikan.​

INDEKS BERITA

Terpopuler