Yield SBN Berpotensi Terus Mendaki di Semester II, APBN Bersiap Tanggung Ongkosnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) memasuki semester II-2026 dengan beban ganda. Di satu sisi, kebutuhan pembiayaan pemerintah melonjak seiring revisi outlook defisit APBN 2026 ke 2,85% terhadap PDB. Di sisi lain, kapasitas pasar menyerap pasokan diuji oleh pelemahan rupiah, porsi kepemilikan asing di SBN yang terus menyusut, hingga kompetisi likuiditas dengan instrumen bank sentral sendiri.
Kebutuhan pembiayaan yang melonjak itu tercermin jelas dari target lelang SBN kuartal III yang dipatok Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebesar Rp 324 triliun, naik dari kuartal II di Rp 220 triliun. Persoalannya, lonjakan target ini terjadi ketika bid-to-cover ratio lelang sepanjang tahun menunjukkan tren melemah.
