Berita Bisnis

AALI Menjaga Produksi Minyak Sawit

Senin, 26 Juli 2021 | 06:25 WIB
AALI Menjaga Produksi Minyak Sawit

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Tren harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) menanjak sejak akhir tahun lalu. Di tengah tren positif harga CPO, PT Astra Agro Lestari Tbk berupaya menjaga tingkat produksi di sepanjang tahun ini. Emiten berkode saham AALI di Bursa Efek Indonesia itu menargetkan produksi CPO dari kebun inti pada tahun ini bisa tumbuh sekitar 5% dibandingkan realisasi produksi tahun lalu. 

Adapun realisasi produksi CPO AALI, baik dari kebun inti maupun kebun plasma selama lima bulan pertama tahun ini sudah mencapai 641.000 ton. Jumlah tersebut tumbuh 3,9% dibandingkan realisasi produksi di periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 591.000 ton. Tahun lalu, total produksi CPO AALI mencapai 1,4 juta ton.
 
Communication and Investor Relations Manager AALI Fenny Sofyan mengatakan, pertumbuhan produksi CPO hingga Mei 2021 juga diiringi kenaikan pasokan tandan buah segar (TBS) dari pihak ketiga sebesar 26,3%. "Di sisa tahun ini, kami yakin produksi akan meningkat terus," kata dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
 
Sebelumnya, produksi CPO AALI sempat menurun pada tiga bulan pertama tahun ini. Tercatat, produksi CPO AALI menyusut 0,8% dari 354.000 ton di kuartal I-2020 menjadi 351.000 ton pada kuartal  I-2021. Menurut Fenny, penurunan volume produksi disebabkan sejumlah faktor, antara lain efek musim kemarau panjang di tahun 2019 serta produksi yang cukup tinggi di tahun 2018 silam.
 
Harga jual CPO
Seiring dengan penurunan produksi, volume penjualan CPO AALI dan produk turunannya juga mengalami penurunan sebesar 6,8% year-on-year (yoy) di sepanjang Januari-Maret 2021. Namun, pendapatan bersih mereka masih mengalami pertumbuhan 5% (yoy) dari semula Rp 4,79 triliun di kuartal I 2020  menjadi Rp 5,03 triliun di kuartal I-2021.
 
Padahal, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih AALI menurun sebesar 56,22% (yoy) dari Rp 371,06 miliar di kuartal 
I-2020 menjadi Rp 162,43 miliar di kuartal I-2021. Pertumbuhan pendapatan bersih ini terjadi seiring meningkatnya harga jual CPO sebesar 8,0%. "Mungkin di sini terlihat pengaruh kenaikan harga CPO terhadap performance (kinerja) kami," ujar Fenny.
 
Pada tahun ini, anak usaha Grup Astra itu menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun untuk keperluan peremajaan tanaman (replanting), perawatan rutin aset tetap seperti jembatan, jalan, dan lain-lain. 
 
Sepanjang kuartal I 2021, AALI telah merealisasikan belanja modal Rp 141 miliar, sedikit turun dibanding realisasi belanja modal kuartal I 2020 senilai 188 miliar.
Dari sebagian capex yang dibelanjakan, AALI telah melakukan program replanting atas 1.301 hektare (ha) lahan pada Januari-Maret 2021, sedikit turun daripada replanting Januari-Maret 2020 yang luasnya mencapai 1.717 ha. 
 
Fenny berujar, penurunan realisasi belanja modal maupun replanting tidak terlepas dari situasi pandemi Covid-19. "Banyak rencana pembangunan yang terhambat akibat penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat di kebun kami, pun replanting juga menjadi terhambat karena faktor distribusi dan lain-lain," kata dia.  


Baca juga