Ada Enam Emiten akan Membagi Dividen Ini Pilihan Terbaiknya

Selasa, 23 November 2021 | 04:00 WIB
Ada Enam Emiten akan Membagi Dividen Ini Pilihan Terbaiknya
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pembagian dividen interim masih berlanjut. Di pekan ini saja, ada enam emiten yang mematok cum date dividen. 

Saham-saham itu adalah PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO), PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR), PT Golden Energy Mines  Tbk (GEMS), PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), dan PT Prima  Andalan Mandiri Tbk (MCOL), dan PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI).

Untuk SPTO dan POWR, cum date dividen interim sudah berakhir pada Senin, 22 November 2021 ini. Sementara GEMS dan CSRA cum date dividen interim akan berakhir pada Rabu, 24 November 2021. Adapun cum date dividen interim MCOL akan jatuh pada Kamis, 25 November 2021 dan cum date dividen interim KDSI tercatat pada 26 November 2021. 

Di pekan berikutnya juga masih ada beberapa emiten yang bakal membagikan dividen.

Baca Juga: Catat jadwal pembagian dividen Kedawung Setia (KDSI) Rp 10,12 miliar

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengungkapkan,  PT Prima  Andalan Mandiri Tbk (MCOL) membagikan dividen dengan yield cukup tinggi. Alhasil, dividen dari emiten tambang ini menarik untuk dicermati. Bila dihitung berdasarkan harga saham kemarin, yield dividen MCOL mencapai 5,72% per saham. 

Sukarno memperingatkan, investor perlu mewaspadai penurunan harga MCOL sebesar potensi besaran yield dividen pada saat ex date. Bagi investor yang sudah membeli saham MCOL di harga bawah, bisa memaksimalkan momentum kenaikan harga jelang cum date dividen interim dengan profit taking. 

Bagi investor yang mengincar dividen sekaligus menginginkan investasi jangka panjang, saham POWR bisa jadi pilihan. "Kinerja dan tren rasio profitabilitas bagus, serta tren penurunan rasio utang berlanjut," ujar Sukarno.

Harga saham POWR secara teknikal belum naik dan masih punya peluang di tengah konsolidasi saat ini. Sukarno memberikan rekomendasi buy POWR dengan target harga Rp 800 per saham. Investor pun disarankan memperhatikan risiko likuiditas perdagangan harian.

Baca Juga: Unilever Indonesia (UNVR) bagikan dividen interim Rp 2,51 triliun, ini jadwalnya

Emiten stabil 

Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana beranggapan, pembagian dividen menarik karena investor akan mengantongi cashflow. Tetapi, investor perlu mewaspadai potensi penurunan jangka pendek yang terjadi setelah cum date. 

Wawan menyebut, idealnya dividen menjadi strategi pendapatan investasi jangka panjang. Sebab, sepanjang investor terus memegang suatu saham dan pendapatan emiten meningkat, dividend payout ratio akan naik setiap tahun.  

Pembagian dividen yang besar menunjukkan emiten tak menambah modal dan ekspansi.  "Umumnya emiten yang melakukan hal ini bisnisnya sudah cenderung stabil," imbuh Wawan.

Wawan menilai dividen GEMS menarik. Dalam jangka panjang, seiring prospek pemulihan ekonomi, kebutuhan energi akan meningkat dan sektor batubara akan atraktif. 

Wawan menambahkan, ramainya emiten menebar dividen interim akhir-akhir ini mencerminkan pendapatan rata-rata emiten sepanjang tahun 2021 mengalami perbaikan. Emiten perlu mencetak keuntungan untuk bisa membagikan dividen interim.       

Baca Juga: 6 emiten cum date dividen interim pada pekan ini, catat jadwalnya

Bagikan

Berita Terbaru

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global

Rupiah melemah hingga 16.887 per dolar AS. Cari tahu alasan di balik tekanan Moodys dan data ketenagakerjaan AS yang memicu gejolak

INDEKS BERITA

Terpopuler