Ada Pemegang Saham Baru di Pan Brothers (PBRX)

Jumat, 14 Juni 2019 | 17:07 WIB
Ada Pemegang Saham Baru di Pan Brothers (PBRX)
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) kedatangan investor baru.  Adalah sebuah ekuitas swasta alias private equity asal Korea Selatan yang tercatat sebagai pemegang saham baru di Pan Brothers.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 12 Juni, nama Globalone Lux Private Equity Fund muncul dalam laporan kepemilikan efek 5% atau lebih.

Dalam laporan tersebut, Globalone Lux Private Equity tercatat mendekap 369,4 juta saham Pan Brothers. Jumlah tersebut mewakili 5,7% dari total saham Pan Brothers.

Dalam laporan sehari sebelumnya, nama Globalone Lux Private Equity Fund belum ada dalam daftar tersebut.

Kepemilikan Globalone Lux Private Equity Fund atas saham Pan Brothers terbagai dalam empat akun.

Pertama, Globalone Lux Private Equity Fund 17 dengan kepemilikan sebanyak 52,77 juta saham. Kedua, Globalone Lux Private Equity Fund 15 dengan kepemilikan sebanyak 44,33 juta saham.

Ketiga, Globalone Lux Private Equity Fund 18 dengan kepemilikan saham sebanyak 223,2 juta saham. Keempat, Globalone Lux Private Equity Fund 16 dengan kepemilikan saham sebanyak 49,08 juta saham.

Globalone Lux Private Equity Fund merupakan dana yang dirilis dan dikelola oleh Globalone Asset Management Co., Ltd. Perusahaan yang berkantor di Hanyang Building, Seoul, itu berdiri sejak November 2010.

Selain di Pan Brothers, Globalone Lux Private Equity Fund juga tercatat sebagai pemegang saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Globalone Lux Private Equity Fund masuk ke dalam daftar pemegang saham MNCN dengan kepemilikan di atas 5% atau lebih sejak pertengahan Februari 2019 lalu.

Kini, Globalone Lux Private Equity Fund menguasai 781,6 juta saham MNCN. Jumlah  tersebut mewakili 5,47% dari total saham MNCN.  

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah dan Tekanan Fiskal Bikin Cemas Investor, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:25 WIB

Rupiah dan Tekanan Fiskal Bikin Cemas Investor, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kondisi ini diperparah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kepastian hukum dan tata kelola pasar. Juga tekanan fiskal makin berat. 

Kondisi Geopolitik Masih Panas, Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Pekan Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:20 WIB

Kondisi Geopolitik Masih Panas, Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Pekan Ini

Pelemahan rupiah akan membuat penurunan harga logam mulia di dalam negeri tak akan sedalam kejatuhan emas global.

Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Terancam Longsor
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:12 WIB

Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Terancam Longsor

Pelemahan IHSG berpotensi berlanjut ke 6.600 jika gagal bertahan di 6.900. Pelajari strategi aman di tengah volatilitas tinggi.

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Investor Wajib Waspada pada Senin Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Investor Wajib Waspada pada Senin Ini

Rupiah melemah ke Rp 17.597 per dolar AS, terburuk sepanjang sejarah. Konflik Iran dan suku bunga AS jadi pemicu. 

Kurs Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Tembus Rp 18.000
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:35 WIB

Kurs Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Tembus Rp 18.000

Nilai tukar rupiah terus mencetak rekor penurunan baru, mencapai Rp 17.597 per dolar AS. Apa saja sentimen negatif yang menekan rupiah?

Kala Mata Uang Garuda Susah Mengepak Sayap
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:34 WIB

Kala Mata Uang Garuda Susah Mengepak Sayap

Hati-hati, ini dia efek pelemahan kurs rupiah yang juga bisa berdampak ke masyarakat desa           

Tahu Tempe Minimalis
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB

Tahu Tempe Minimalis

Meremehkan dampak pelemahan rupiah terhadap rakyat kecil justru berisiko membuat pemerintah terlihat jauh dari realitas dapur masyarakat.

Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB

Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya

Hingga kuartal I-2026, GJTL mencetak pertumbuhan laba bersih 9,51% dari Rp353,35 miliar menjadi Rp386,98 miliar.

Ancaman Impor Bahan Baku Hantui Laba Pakan Ternak di 2026
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:00 WIB

Ancaman Impor Bahan Baku Hantui Laba Pakan Ternak di 2026

Harga bungkil kedelai impor naik jadi ancaman serius emiten pakan ternak. Produksi global anjlok, waspadai risiko laba tergerus. 

Bank Swasta Antisipasi Likuiditas Valas Mengetat
| Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB

Bank Swasta Antisipasi Likuiditas Valas Mengetat

Bank swasta waspadai kondisi likuiditas valas setelah aturan DHE SDA baru diterapkan.                      

INDEKS BERITA

Terpopuler