ADCP Kembali Digugat PKPU, Alarm Krisis BUMN Properti Berlanjut Hingga 2027?

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:01 WIB
ADCP Kembali Digugat PKPU, Alarm Krisis BUMN Properti Berlanjut Hingga 2027?
[ILUSTRASI. Ilustrasi palu hakim, persidangan (KONTAN/Muradi)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badai likuiditas kembali menghantam PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Kali ini ADCP menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Burda Contraco.

Perkara tersebut telah didaftarkan di  Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan Nomor 237/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst.

Permohonan PKPU kali ini diajukan karena Burda Contraco mengklaim ADCP belum melunasi pembayaran atas sejumlah pekerjaan di proyek Adhi City Sentul. 

Adapun pekerjaan yang dimaksud meliputi pembangunan jembatan akses tahap II serta jasa pelaksana pembangunan rumah proyek. Berdasarkan hal tersebut, Burda Contraco menilai ADCP masih memiliki kewajiban yang belum diselesaikan sehingga memilih menempuh jalur hukum.

Baca Juga: Adhi Commuter Properti (ADCP) Hadapi Gugatan PKPU Ketiga Sepanjang Semester I-2026

Merespons gugatan itu, Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti, Achmad Wachid Abdullah menegaskan proses PKPU tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan. Perseroan juga memastikan hak-hak pemegang obligasi, sukuk, dan para kreditur tetap terpenuhi.

"Dengan demikian, perseroan tetap dapat menjalankan kegiatan usaha sebagaimana biasanya dan operasional perusahaan berjalan normal," kata dia dalam keterangan resminya, yang dikutip Kontan, Senin (10/8).

Kasus tersebut menjadi perhatian karena bukan kali pertama ADCP menghadapi tekanan dari krediturnya. Berulangnya permohonan PKPU dalam satu tahun menunjukkan persoalan likuiditas perseroan belum sepenuhnya terselesaikan.

Sekadar mengingatkan saja, sebelumnya perusahaan pengembang transit oriented development (TOD) ini juga menghadapi permohonan PKPU yang datang dari PT Tiyang Tehnik Seisoku. Berdasarkan keterangan dari portal Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Tiyang Tehnik Seisoku merupakan kontraktor yang bergerak dalam pengadaan rekayasa alat teknik.

Sebelumnya, Adhi Commuter juga pernah menghadapi gugatan PKPU yang diajukan oleh Regy Rahim dan sejumlah pihak lainnya pada Mei 2026 lalu. Pada periode yang sama pula, ADCP menjelaskan para pemohon ini merupakan kontraktor dan penyedia alat berat yang terlibat dalam proyek Adhi City Sentul.

Total tagihan yang menjadikan dasar permohonan PKPU kala itu pun cukup fantastis, yakni mencapai Rp 517,19 miliar. Para kreditur bahkan menyebutkan bahwa ada kreditur lain yang memiliki tagihan mencapai Rp 698,88 miliar.

Pada periode waktu yang lain, BEI juga pernah mengejar induk ADCP yakni ADHI, atas somasi yang dilayangkan PT Tendinso Kreasi Nusantara (TKN) selaku subkontraktor yang ditunjuk KSO Jaya Konstruksi (Jakon)-ADHI di proyek pembangunan 6 ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Tahap I ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang.

Somasi itu muncul sebagai teguran atas komitmen KSO Jakon -ADHI untuk melunasi utang kepada PT TKN sebesar Rp 4,65 miliar, menurun dari sebelumnya Rp 5,2 miliar. Penyusutan nilai utang tersebut sehubungan KSO Jakon-ADHI yang sudah menyicil pembayaran kepada PT TKN.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Prospek Bitcoin hingga Akhir September 2026 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed
| Jumat, 04 September 2026 | 10:00 WIB

Menakar Prospek Bitcoin hingga Akhir September 2026 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed

Meski menghadapi potensi koreksi, ada beberapa katalis yang bisa mengangkat kembali bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (4/9)
| Jumat, 04 September 2026 | 09:33 WIB

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (4/9)

Waspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi.

Harga Emas dan Divestasi Menopang Laba Bersih PSAB
| Jumat, 04 September 2026 | 08:43 WIB

Harga Emas dan Divestasi Menopang Laba Bersih PSAB

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Raih Kenaikan Laba Bersih 803% year on year (YoY) di Semester I-2026

Saham Gocap di Ujung Tanduk: 32 Bermasalah Hingga Disuspensi, 14 Berisiko Diguyur
| Jumat, 04 September 2026 | 08:31 WIB

Saham Gocap di Ujung Tanduk: 32 Bermasalah Hingga Disuspensi, 14 Berisiko Diguyur

Pemahaman terhadap notasi bursa, kondisi keuangan, dan risiko hukum menjadi penting sebelum memutuskan masuk ke saham-saham di level Rp 50.

Potensi Pemangkasan Anggaran MBG Lagi
| Jumat, 04 September 2026 | 08:18 WIB

Potensi Pemangkasan Anggaran MBG Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun

Defisit RAPBN 2027 Dipangkas, Investor Tetap Soroti Kualitas Fiskal
| Jumat, 04 September 2026 | 08:18 WIB

Defisit RAPBN 2027 Dipangkas, Investor Tetap Soroti Kualitas Fiskal

Target defisit yang lebih rendah dalam RAPBN 2027 menjadi sinyal positif yang berpotensi memperkuat prospek pasar saham domestik.

Cadangan Devisa Naik Tipis ke Level US$ 146 Miliar
| Jumat, 04 September 2026 | 08:14 WIB

Cadangan Devisa Naik Tipis ke Level US$ 146 Miliar

Posisi cadangan tersebut masih cukup terjaga, salah satunya karena adanya arus modal masuk (inflow) dari investasi portofolio

Pemerintah Tanggung PPh atas Bunga SBN Valas
| Jumat, 04 September 2026 | 08:07 WIB

Pemerintah Tanggung PPh atas Bunga SBN Valas

Kebijakan ini sekaligus memberi fasilitas terhadap DHE SDA yang ditempatkan di dalam negeri         

Belum di Fase Turnaround, Lonjakan Laba Bersih SMGR Lebih Karena Low-Base Effect
| Jumat, 04 September 2026 | 08:04 WIB

Belum di Fase Turnaround, Lonjakan Laba Bersih SMGR Lebih Karena Low-Base Effect

Keberlanjutan pemulihan bergantung pada permintaan semen domestik, stabilitas harga jual, serta kemampuan mempertahankan disiplin efisiensi.

Jababeka (KIJA) Melihat Peluang Pasar Properti untuk Usaha
| Jumat, 04 September 2026 | 07:53 WIB

Jababeka (KIJA) Melihat Peluang Pasar Properti untuk Usaha

Produk yang dikembangkan Jababeka Bizpark, bangunan multiguna yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1,65 miliar.

INDEKS BERITA

Terpopuler