Adu Kuat Strategi Bisnis dan Diversifikasi Emiten Rokok di Indonesia

Sabtu, 13 April 2024 | 11:03 WIB
Adu Kuat Strategi Bisnis dan Diversifikasi Emiten Rokok di Indonesia
[ILUSTRASI. Pedagang menata rokok yang dijual di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/12/2023). ANTARA FOTO/Rifqi Raihan Firdaus/rwa.]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten rokok menggelar strategi yang beragam menghadapi tekanan bisnis akibat naiknya tarif cukai hasil  tembakau (CHT). Ada yang fokus memperdalam dan memperluas pangsa pasar rokoknya, ada juga yang menjajal ke sektor bisnis lain yakni konstruksi.

Sampai dengan Desember 2023, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih menjadi jawara sebagai emiten rokok yang mencatatkan pendapatan terbesar yakni Rp 118 triliun. Kemudian diikuti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan pendapatan Rp 115 triliun, dan di posisi ketiga PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang membukukan pendapatan Rp 4,87 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Strategi Optimalkan Peluang di Obligasi Korporasi
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:05 WIB

Strategi Optimalkan Peluang di Obligasi Korporasi

Kinerja obligasi korporasi diramal tetap positif pada tahun 2026. Minat investor juga masih tinggi, meskipun akan lebih selektif. 

Jasa Ekspedisi Mengalap Berkah di Bulan Ramadan
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:05 WIB

Jasa Ekspedisi Mengalap Berkah di Bulan Ramadan

Para penyedia jasa ekspedisi ini menyadari potensi besar pasar pada periode Ramadan dan Lebaran ini.

Agresif Akuisisi dan Perkuat Fiber, Saham TOWR Layak Koleksi?
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:00 WIB

Agresif Akuisisi dan Perkuat Fiber, Saham TOWR Layak Koleksi?

Segmen non-menara akan menjadi motor pertumbuhan utama kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Daya Saing Produk Indonesia Masih Rentan
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:00 WIB

Daya Saing Produk Indonesia Masih Rentan

Dengan pengenaan tarif impor AS sebesar 19%, sejumlah pihak menilai daya saing produk Indonesia masih akan rentan. 

Ada Bioskop Pelat Merah Sinewara, Saham CNMA Masih Jadi Pilihan Utama
| Rabu, 18 Februari 2026 | 18:00 WIB

Ada Bioskop Pelat Merah Sinewara, Saham CNMA Masih Jadi Pilihan Utama

Bioskop pelat merah ini digagas untuk mengurai ketimpangan antara pertumbuhan industri film dengan ketersediaan layar bioskop di tanah air.

Sempat Mencapai Harga Pucuk, Saham ELSA Diprediksi Bisa Kembali Capai ATH
| Rabu, 18 Februari 2026 | 15:00 WIB

Sempat Mencapai Harga Pucuk, Saham ELSA Diprediksi Bisa Kembali Capai ATH

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) terus menanjak sejak awal tahun. Belum ada isu aksi korporasi yang beredar di kalangan pelaku pasar.

Perak Mengekor Kenaikan Harga Emas, Bisakah Jadi Alternatif Pilihan?
| Rabu, 18 Februari 2026 | 14:02 WIB

Perak Mengekor Kenaikan Harga Emas, Bisakah Jadi Alternatif Pilihan?

Perak dan emas punya klasifikasi aset yang berbeda. Perak pada umumnya lebih dianggap sebagai logam industri yang cenderung volatile.

Peta Pasar LNG Global Berubah, Indonesia Berpotensi Ketergantungan Impor Gas
| Rabu, 18 Februari 2026 | 10:30 WIB

Peta Pasar LNG Global Berubah, Indonesia Berpotensi Ketergantungan Impor Gas

Meski masih berstatus salah satu importir LNG terbesar jagat raya, China mulai bermanuver sebagai pedagang global.

Anggaran Kesehatan Nasional Naik, OMED Incar Laba Tahun 2026 Tumbuh Dua Digit
| Rabu, 18 Februari 2026 | 09:43 WIB

Anggaran Kesehatan Nasional Naik, OMED Incar Laba Tahun 2026 Tumbuh Dua Digit

Tahun ini PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menargetkan pendapatan Rp 2,3 triliun pada 2026, tumbuh 10%-15% secara tahunan.

PGEO Siap Eksekusi Program MESOP dalam Tiga Tahap
| Rabu, 18 Februari 2026 | 09:35 WIB

PGEO Siap Eksekusi Program MESOP dalam Tiga Tahap

Periode pelaksanaan MESOP PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berlangsung selama 30 hari bursa, yaitu sejak 24 Februari 2026.​

INDEKS BERITA

Terpopuler