AGII Menanti Kenaikan Permintaan Gas Industri di 2026

Kamis, 11 Desember 2025 | 07:07 WIB
AGII Menanti Kenaikan Permintaan Gas Industri di 2026
[ILUSTRASI. AGII memproyeksikan bakal menyediakan capital expenditure (capex) atau belanja modal sekitar Rp 350 miliar pada 2026. ]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) percaya diri dapat kembali meningkatkan kinerja keuangannya pada 2026 mendatang. Optimisme itu merujuk ke potensi permintaan gas yang tinggi dari berbagai sektor industri.

Wakil Direktur Utama AGII, Sigit Purwanto mengatakan, secara global pertumbuhan gas industri akan sejalan pertumbuhan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara yakni di 6%--7% per tahun sampai tahun 2033. Proyeksi tersebut berdasarkan analisis Business Research Insights. Menurut Sigit, ini dapat menjadi referensi bagi AGII dalam menentukan target kinerja pada masa mendatang.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas
| Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas

Sebagai badan yang akan mengkoordinasi ekspor batubara, CPO dan ferro alloy, DSI akan memanfaatkan infrastruktur logistik yang terintegrasi.

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:50 WIB

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer

Realisasi kinerja kuartal I-2026 mencerminkan kondisi portofolio yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG )berjalan dengan baik.

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:45 WIB

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu

Penurunan harga saham emiten bahan baku jadi bandul pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:38 WIB

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan

Dalam fiskal, bahaya sering tidak datang seperti badai yang menghantam tiba-tiba. Ia datang seperti rembesan air di dinding rumah kita.

Pereda Nyeri Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:32 WIB

Pereda Nyeri Rupiah

Kita tidak bisa menutup mata, efektivitas langkah otoritas moneter menjaga rupiah kerap tumpul lantaran tak dibarengi dukungan otoritas fiskal.

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:07 WIB

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup

BI secara berkala mengukur kecukupan cadangan devisa menggunakan indikator internasional yang ditetapkan IMF

Fiskal Juga Perlu Jadi Amunisi Perkuat Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:57 WIB

Fiskal Juga Perlu Jadi Amunisi Perkuat Rupiah

Sepanjang 2026 hingga Mei, BI telah menaikkan suku bunga acuan hingga 75 bps                        

Pelemahan Rupiah Kerek Biaya Logistik
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:32 WIB

Pelemahan Rupiah Kerek Biaya Logistik

Depresiasi rupiah memberikan tekanan signifikan pada kegiatan logistik, terutama pada bisnis forwarding yang terkait perdagangan internasional.

Champion Pacific (IGAR) Mengembangkan Produk Kemasan Alternatif
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB

Champion Pacific (IGAR) Mengembangkan Produk Kemasan Alternatif

Perusahaan mulai mengembangkan produksi kemasan berbentuk pouch atau kantong plastik yang dapat digunakan berulang kali.

Investor Asing Masih Sell Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 10 Juni 2026 | 07:56 WIB

Investor Asing Masih Sell Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing masih terus sell Indonesia. Tercatat asing mencatatkan aksi jual bersih alias net sell deras. Jumlahnya Rp 2,44 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler