Amerika Perpanjang Pengecualian Tarif Beberapa Produk China hingga 31 Mei 2024

Selasa, 26 Desember 2023 | 21:17 WIB
Amerika Perpanjang Pengecualian Tarif Beberapa Produk China hingga 31 Mei 2024
[ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON - Kantor Perwakilan Perdagangan AS yang dipimpin oleh Katherine Tai mengumumkan pada hari Selasa perpanjangan pengecualian tarif "Section 301" untuk 352 kategori produk impor China dan 77 kategori terkait COVID-19 hingga 31 Mei 2024.

Pada tahun 2018 dan 2019, pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menggunakan Bagian 301 dari Undang-Undang Perdagangan tahun 1974, sebuah undang-undang yang bertujuan untuk melawan praktik tidak adil mitra dagang, untuk memberlakukan tarif terhadap produk-produk China.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Emiten di BEI Jadi Target Akuisisi Calon Pengendali Saham Baru
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:49 WIB

Emiten di BEI Jadi Target Akuisisi Calon Pengendali Saham Baru

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang dalam proses akuisisi oleh calon investor baru.

Minat Investor Asing usai IHSG Ambrol Efek Keputusan MSCI: Memang Seleranya Cuma INDF
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:47 WIB

Minat Investor Asing usai IHSG Ambrol Efek Keputusan MSCI: Memang Seleranya Cuma INDF

INDF diuntungkan oleh pembekuan sementara yang diberlakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap emiten Indonesia.

Jaecoo Antisipasi Insentif Mobil Listrik Dicabut
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:46 WIB

Jaecoo Antisipasi Insentif Mobil Listrik Dicabut

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga apabila insentif dicabut, Jaecoo memperkenalkan program Price Lock Insurance pada pekan lalu.

Segmen E-commerce Masih Topang Jasa Logistik
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:43 WIB

Segmen E-commerce Masih Topang Jasa Logistik

PT Global Jet Express (J&T Express) memandang prospek bisnis logistik pada 2026 tetap cerah pada tahun ini.

Jalur Pipa Gas Cisem  Tahap Dua akan Beroperasi
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:32 WIB

Jalur Pipa Gas Cisem Tahap Dua akan Beroperasi

Infrastruktur sepanjang 245 kilometer ini diharapkan menjadi penghubung utama jaringan gas bumi lintas Jawa, sekaligus menopang hilirisasi

Menteng Tenggulun Disulap Menjadi Sentra Kuliner
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:29 WIB

Menteng Tenggulun Disulap Menjadi Sentra Kuliner

Kementerian PKP mengarahkan Menteng Tenggulun menjadi sentra kuliner rakyat yang tertata, layak dan memiliki nilai ekonomi.

Perminas akan Ambil Alih Tambang Martabe
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:26 WIB

Perminas akan Ambil Alih Tambang Martabe

Sekretaris Jenderal TII Danang Widoyoko melihat, Perminas berpotensi jadi BUMN yang mengelola hasil sitaan seperti Agrinas.

Pasokan Global Ketat, Harga Timah Melompat
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:22 WIB

Pasokan Global Ketat, Harga Timah Melompat

Kenaikan harga timah dinilai berdampak positif terhadap penjualan PT Timah Tbk (TINS) dan emiten timah lainnya

Merger dan Akuisisi Diprediksi Menguat Tahun Ini
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:16 WIB

Merger dan Akuisisi Diprediksi Menguat Tahun Ini

Setidaknya lima korporasi asal Indonesia mencatatkan nilai transaksi M&A jumbo dan masuk Top 25 M&A Asia Tenggara pada tahun lalu.

Penyaluran KPR Perbankan Siap-Siap Menggeliat
| Kamis, 29 Januari 2026 | 07:00 WIB

Penyaluran KPR Perbankan Siap-Siap Menggeliat

​Setelah melambat tahun lalu, perbankan optimistis KPR tumbuh kencang pada 2026, ditopang suku bunga stabil, insentif PPN DTP, dan kebutuhan

INDEKS BERITA

Terpopuler