Antisipasi Meleset

Senin, 05 Juli 2021 | 11:10 WIB
Antisipasi Meleset
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari-hari ini mungkin pengalaman para pembaca Harian Kontan tercinta serupa: menerima kabar menyedihkan.

Melalui beragam akun media sosial masing-masing, kita menerima rentetan kabar memprihatinkan. Ada kabar dari saudara, kawan, atau rekan kerja bahwa mereka terjangkit Covid-19. Sebagian yang lain menyampaikan kabar yang membuat kita tertunduk sedih: ada saudara, kawan, rekan kerja, keluarga kawan, atau keluarga rekan yang wafat akibat terjangkit Covid-19.

Kemarin sore (4 Juli 2021) pemerintah memperbarui data kasus Covid-19. Ada tambahan 27.233 kasus terkonfirmasi. Pada hari yang sama ada tambahan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal: 555 jiwa.

Jumlah tersebut merupakan angka kematian tertinggi akibat Covid-19 sejak pandemi ditetapkan lebih dari 14 bulan yang lalu.

Selama beberapa hari terakhir kasus Covid-19 di Indonesia memang melonjak luar biasa. Sejak 23 Juni 2021 lalu penambahan kasus terkonfirmasi sudah melebihi angka tertinggi sebelumnya.

Setelah itu, grafik penambahan kasus terus menerus mendaki terjal hingga mencapai angka tertinggi 27.913 kasus pada 3 Juli 2021.

Lonjakan kasus ini sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada awal Juni pernah memprediksi bahwa puncak lonjakan kasus Covid-19 akan terjadi pada akhir Juni sampai awal Juli 2021. Prediksi dia  benar-benar menjadi kenyataan.

Sebulan lalu Menkes Budi juga menyatakan pemerintah sudah menyiapkan antisipasi. Bahkan, menurut Budi, Presiden Jokowi sendiri sudah meminta kepastian persiapan fasilitas kesehatan, termasuk obat-obatan, menghadapi puncak kasus yang bakal terjadi.

Sayang sekali, angka lonjakan kasus corona ternyata melebihi perkiraan pemerintah. Waktu itu Menkes menyatakan masih ada 72.000 tempat tidur untuk isolasi dan perawatan, sehingga diperkirakan cukup.

Ditambah kapasitas yang sudah terisi sebanyak 32.000 tempat tidur, berarti total hanya tersedia sekitar  104.000  tempat tidur. 

Kapasitas itu jauh di bawah angka kasus positif saat ini (4/7) yang sudah mencapai 295.228. Itu sebabnya, jangan heran kalau di mana-mana orang sambat tak bisa mendapat kamar perawatan di rumah sakit.

Jadi, apa boleh buat, tak ada pilihan lain bagi orang yang sehat kecuali berusaha untuk tidak tertular. Kita sama-sama sudah tahu caranya. 

Bagikan

Berita Terbaru

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:37 WIB

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK

Menturut Kemkeu, PMK Nomor 27 Tahun 2026 diterbitkan untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan anggaran OJK

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:08 WIB

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi

Sebanyak 132 kloter dengan 52.343 jemaah di antaranya, telah tiba di Madinah dan secara bertahap    

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:59 WIB

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak

Fluktuasi harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah, memberi kontribusi terhadap defisit anggaran

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:56 WIB

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi

Pasar modal sedang terkoreksi? Direktur Sucor AM melihat ini sebagai peluang emas. Simak strateginya

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:44 WIB

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar

Tak hanya pelaporan SPT, Ditjen Pajak juga relaksasi pembayaran pajak badan hingga 31 Mei           

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:34 WIB

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain

Rupiah terus anjlok, bukan hanya karena gejolak global. Ada masalah struktural di balik kejatuhan terdalam di Asia. 

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:29 WIB

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?

 Suku bunga The Fed yang tinggi tingkatkan opportunity cost. Pelajari risiko dan mitigasinya sebelum berinvestasi.

Lingkaran Setan
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:10 WIB

Lingkaran Setan

Stabilisasi pasar keuangan bergantung kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi domestik.

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:05 WIB

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian

Tren mengoleksi kartu Pokemon kembali memanas saat ini setelah pecahnya rekor harga penjualan tertinggi.

Kiat Dimas Yusuf: Sejarah Jadi Senjata Berinvestasi Hingga Menyetir Hilangkan Stres
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:30 WIB

Kiat Dimas Yusuf: Sejarah Jadi Senjata Berinvestasi Hingga Menyetir Hilangkan Stres

Direktur Sucor Asset Management Dimas Yusuf bocorkan strategi investasi uniknya. Ternyata, pelajaran sejarah jadi penentu keuntungan.

INDEKS BERITA

Terpopuler