ARCI Gencar Eksplorasi di Tengah Penguatan Harga Emas
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terus memperkuat basis cadangan emasnya di tengah volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian global.
Emiten tambang emas ini baru saja menyampaikan aktivitas eksplorasi sepanjang 2025 yang difokuskan pada Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara. Aksi tersebut pula sempat mengangkat harga saham ARCI sebesar 16,92% dalam seminggu terakhir ke level Rp 1.900. Sementara sepanjang tahun berjalan (YtD), harga saham ARCI juga sudah meningkat 17,28%.
Namun begitu, pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026) harga saham ARCI merosot 2,56% atau turun 50 basis poin dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Analis Infovesta Ekky Topan memberikan pandangan bahwa pelemahan harga saham ARCI hari ini menurut lebih disebabkan oleh aksi ambil untung jangka pendek, bukan karena perubahan prospek fundamental.
Baca Juga: Rekor Emas Dorong Saham Tambang Naik Tajam
"Penurunan harga dalam satu hari tidak mencerminkan memburuknya kinerja atau outlook perusahaan. Secara teknikal pun, ARCI masih berada dalam tren bullish yang kuat, sehingga pelemahan saat ini lebih tepat dilihat sebagai koreksi sehat dalam tren naik," ujar Ekky kepada Kontan, Kamis (15/1).
Lebih lanjut, dalam keterbukaan informasi, ARCI mengungkapkan telah merealisasikan belanja eksplorasi sekitar US$ 10 juta atau setara Rp 168,53 miliar sepanjang 2025. Dana tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas pengeboran guna meningkatkan klasifikasi sumber daya dan cadangan emas di aset inti perseroan.
Berdasarkan laporan kegiatan eksplorasi per 31 Desember 2025, ARCI melalui entitas anaknya, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), telah menyelesaikan 397 titik pengeboran dengan total kedalaman mencapai 85.893 meter sepanjang Januari–Desember 2025.
Manajemen ARCI menjelaskan bahwa kegiatan pengeboran difokuskan di Koridor Timur dan Koridor Barat Tambang Toka Tindung, yang selama ini menjadi tulang punggung produksi emas perseroan. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat keberlanjutan cadangan dan mendukung rencana produksi jangka panjang.
