Aset Berisiko Dijauhi, Kurs Rupiah Hari Ini (24/1) Berpotensi Melemah

Senin, 24 Januari 2022 | 04:55 WIB
Aset Berisiko Dijauhi, Kurs Rupiah Hari Ini (24/1) Berpotensi Melemah
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah diprediksi berpotensi melemah pada Senin (24/1). Sebabnya, para pelaku pasar kembali risk off.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, saat ini pasar diselimuti kekhawatiran kebijakan The Fed. Ia melihat, para pelaku pasar menghitung seberapa hawkish kebijakan The Fed ke depan. 

"Pasar kemungkinan risk-off sentimen di pasar Asia, terutama terkait ketegangan politik Amerika Serikat dan Rusia," kata Josua, Jumat (21/1).

Baca Juga: Sentimen Risk Off Bisa Menekan Kurs Rupiah pada Senin (24/1)

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menambahkan, saat ini pergerakan rupiah juga akan ditentukan oleh arah pergerakan yield US Treasury. Ketika ada indikasi yield naik, ada potensi terjadi capital outflow dan rupiah melemah. 

Tak hanya itu, meningkatnya kasus omicron di dalam negeri bisa memperberat rupiah. Apalagi jika PPKM diperketat lagi. "Jelang FOMC meeting, rupiah bakal bergerak mendatar," kata Alwi.

Alwi memprediksi rupiah bergerak di Rp 14.310-Rp 14.360. Prediksi Josua, rupiah bergerak antara Rp 14.300-Rp 14.400. 

Akhir pekan lalu (21/1), kurs spot rupiah ditutup di Rp 14.335, naik tipis 0,03%. Kurs Jisdor turun tipis 0,05% ke Rp 14.347.

Baca Juga: Rupiah Melemah Terpapar Varian Omicron

Bagikan

Berita Terbaru

Banyak Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi, Apakah Bisa Jadi Sinyal Beli?
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:00 WIB

Banyak Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi, Apakah Bisa Jadi Sinyal Beli?

Jika crossing saham terjadi di harga premium maka investor di pasar reguler dapat merespon positif, harga sahamnya juga bisa mengalami apresiasi.

Tertekan Aksi Jual, IHSG Ambruk Dalam Sepekan
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:13 WIB

Tertekan Aksi Jual, IHSG Ambruk Dalam Sepekan

Di sepanjang pekan ini IHSG terkoreksi seiring masih besarnya tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

Penjualan Kuat, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Melesat Pada 2025
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:06 WIB

Penjualan Kuat, Laba Bersih Avia Avian (AVIA) Melesat Pada 2025

PT Avia Avian Tbk (AVIA) meraup laba bersih Rp 1,74 triliun pada 2025, meningkat 4,99% secara tahunan.​

Analis Kompak Rekomendasi Beli, Net Sell Asing Justru Menghantui BBCA
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:00 WIB

Analis Kompak Rekomendasi Beli, Net Sell Asing Justru Menghantui BBCA

Keluar-masuknya dana investor asing sangat menentukan pergerakan saham BBCA. sebab 70%-80% saham free float BBCA digenggam oleh investor asing.

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:19 WIB

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko

Nilai tukar rupiah diprediksi volatil pekan depan. Ketahui rentang pergerakan dan faktor pemicu utama yang harus diwaspadai investor.

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:16 WIB

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mendorong inovasi di tengah persaingan ketat industri tekstil

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:12 WIB

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko

Melihat strategi investasi Ketut Sumarwan, Direktur Keuangan PT Hatten Bali Tbk (WINE) yang memilih aset aman

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:54 WIB

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas

Prediksi kenaikan harga emas 2026 melambat, tapi Pegadaian tetap targetkan laba Rp 9 triliun.                  

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:51 WIB

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah

Industri perbankan syariah cetak pertumbuhan double digit akhir 2025. BSI memimpin dengan kenaikan pembiayaan 14,49%. 

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:35 WIB

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur

Aksi merger Pelni, Pelindo dan ASDP Indonesia Ferry  masih dalam tahap kajian dan menunggu arahan lebih lanjut.

INDEKS BERITA

Terpopuler