Batal Diakuisisi Grup Medco dan Salim, Hyflux Dilirik Investor dari Uni Emirat Arab

Kamis, 11 Juli 2019 | 17:57 WIB
Batal Diakuisisi Grup Medco dan Salim, Hyflux Dilirik Investor dari Uni Emirat Arab
[]
Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perusahaan pengolahan air Singapura yang terbelit masalah utang, Hyflux Ltd bakal mendapat investor baru. Perusahaan asal Uni Emirat Arab, Utico bakal berinvestasi hingga S$ 400 juta untuk mengambil alih 88% saham Hyflux. 

Rencana ini menjadi angin segar untuk Hyflux setelah sebelumnya investor asal Indonesia, Grup Medco dan Grup Salim mundur dalam kesepakatan jual beli tersebut. Utico merupakan salah satu dari tujuh investor potensial Hyflux. 

Mengutip Channel News Asia, Kamis (11/7), kedua peruahaan ini telah mengadakan diskusi informal dan berpotensi menghasilkan sebuah kesepakatan. 

Dalam kesepakatan itu, Utico berencana mengambil 88% saham Hyflux senilai S$ 300 juta sebagai ekuitas. Lalu sebesar S$ 100 juta dibayarkan sebagai pinjaman pemegang saham. 

Utico juga bermaksud untuk menawarkan uang tunai setara dengan 4% saham di Grup Utico, ditambah uang tunai untuk pemegang saham preferensi dan perpetual capital securities. 

Perusahaan ini menyebutkan, pembicaraan kedua belah pihak sudah terjalin sejak beberapa minggu terakhir. Keduanya juga telah bertemu dengan perwakilan para pemegang saham untuk membahas kesepakatan tersebut. 

Seperti diketahui, selama setahun terakhir, perjalanan restrukturisasi utang Hyflux mendapat perhatian ketat dari puluhan ribu investor ritel. Perusahaan menyebutkan pada bulan lalu, sudah ada tujuh calon investor yang berminat menyelamatkan bisnis Hyflux setelah perjanjian dengan SM Investment, konsorsium yang dibentuk Medco dan Salim Grup, kandas. 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Harga Minyak Lesu, Saham Migas Masih Simpan Peluang di 2026
| Senin, 12 Januari 2026 | 13:00 WIB

Harga Minyak Lesu, Saham Migas Masih Simpan Peluang di 2026

Sektor migas dinilai lebih cocok sebagai peluang trading hingga investasi selektif, bukan lagi sektor spekulatif berbasis lonjakan harga komoditas

Menakar Peluang Cuan Saham Migas di 2026 di Tengah Normalisasi Harga Minyak Dunia
| Senin, 12 Januari 2026 | 10:15 WIB

Menakar Peluang Cuan Saham Migas di 2026 di Tengah Normalisasi Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia 2026 diprediksi US$ 56 per barel, begini rekomendasi saham RATU, ELSA, MEDC, ENRG, hingga PGAS.

UMP 2026 Naik 5,7%, Dorong Konsumsi & Saham Konsumer
| Senin, 12 Januari 2026 | 09:23 WIB

UMP 2026 Naik 5,7%, Dorong Konsumsi & Saham Konsumer

Kenaikan UMP 2026 rata-rata 5,7% & anggaran perlindungan sosial Rp 508,2 triliun dukung konsumsi. Rekomendasi overweight konsumer: ICBP top pick.

Menilik Target Harga Saham JPFA dan CPIN di Tengah Ekspansi Kuota Protein Nasional
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:57 WIB

Menilik Target Harga Saham JPFA dan CPIN di Tengah Ekspansi Kuota Protein Nasional

Akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan momen seasonal jadi amunisi pertumbuhan industri poultry.

Target FLPP Meleset, Ini Kata Pengembang
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:30 WIB

Target FLPP Meleset, Ini Kata Pengembang

Kendala pembangunan rumah subsidi saat ini mencakup keterbatasan lahan, lonjakan harga material, hingga margin pengembang yang semakin tertekan.

Menakar Realisasi Akuisisi BULL oleh Grup Sinarmas, Antara Spekulasi & Tekanan Bunga
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:29 WIB

Menakar Realisasi Akuisisi BULL oleh Grup Sinarmas, Antara Spekulasi & Tekanan Bunga

Ada risiko koreksi yang cukup dalam apabila proses transaksi akuisisi BULL pada akhirnya hanya sebatas rumor belaka.

Diamond Citra Propertindo (DADA) Menangkap Potensi Bisnis Hunian Tapak
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:20 WIB

Diamond Citra Propertindo (DADA) Menangkap Potensi Bisnis Hunian Tapak

Selama ini, perusahaan tersebut dikenal cukup kuat di segmen properti bertingkat atawa high rise dan strata title.

ARA 18 Hari Beruntun Bikin Saham RLCO Melesat 2.286% Sejak IPO, Masih Layak Beli?
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:11 WIB

ARA 18 Hari Beruntun Bikin Saham RLCO Melesat 2.286% Sejak IPO, Masih Layak Beli?

RLCO sebelumnya mendapatkan negative covenant dari Bank BRI dan Bank Mandiri karena rasio utang belum memenuhi rasio keuangan yang dipersyaratkan.

Industri Kaca Bidik Pertumbuhan Positif di Tahun 2026
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:10 WIB

Industri Kaca Bidik Pertumbuhan Positif di Tahun 2026

Pasar dalam negeri masih menjadi tumpuan bagi industri gelas kaca. APGI pun berharap, tingkat konsumsi dan daya beli bisa membaik.

Harga Tembaga Kian Menyala di Tahun Kuda Api
| Senin, 12 Januari 2026 | 08:04 WIB

Harga Tembaga Kian Menyala di Tahun Kuda Api

Harga tembaga seakan tak lelah berlari sejak 2025 lalu. Mungkinkah relinya bisa mereda setelah menyentuh rekor?

INDEKS BERITA

Terpopuler