Bekal Masuk 2023

Sabtu, 24 Desember 2022 | 08:00 WIB
Bekal Masuk 2023
[]
Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data terbaru realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 cukup melegakan.

Hingga 14 Desember 2022 lalu, APBN 2022 memang membukukan defisit. Namun, nilainya masih jauh lebih rendah dari target. Kementerian Keuangan mencatat, per 14 Desember 2022, defisit anggaran mencapai Rp 237,7 triliun. Jumlah itu setara 1,22% dari produk domestik bruto (PDB).

Defisit anggaran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan rencana defisit APBN 2022 yang senilai Rp 840,2 triliun atau 4,5% dari PDB.  Defisit APBN yang lebih kecil ini menandakan beban APBN makin berkurang setelah dalam dua tahun terakhir tertekan untuk penangangan pandemi.

Dalam dua tahun, ruang defisit anggaran terpaksa harus dilebarkan untuk kebutuhan ekspansi fiskal demi mengatasi pandemi dan memulihkan ekonomi.

Syukurlah, pandemi berangsur reda tahun ini. Ekonomi juga mulai pulih kembali sehingga tekanan ke APBN mengendur. Pelonggaran kebijakan Covid-19 juga membantu ekonomi bergerak.

APBN yang makin sehat ini bisa jadi bekal membantu pengelolaan APBN 2023 karena mulai tahun depan defisit anggaran dikembalikan ke target semula yakni di bawah 3% PDB.

Masih dari realisasi APBN tahun 2022, kabar baik juga datang dari penerimaan pajak yang sudah melampaui target meski belum tutup tahun. 

Hingga 14 Desember 2022, penerimaan pajak sudah mencapai Rp 1.634,36 triliun atau 110,06% dari target yang sebanyak Rp 1.485 triliun.

Penyumbang terbesar pajak berasal dari sektor industri pengolahan manufaktur. Moncernya penerimaan pajak menjadi gambaran bahwa ekonomi domestik kita sudah bangkit dan menggeliat lagi kendati ketidakpastian ekonomi global menghantui.

Semua itu bisa menjadi bekal berharga bagi Indonesia menapaki tahun 2023 yang menurut banyak prediksi prospeknya kurang begitu cerah. 

Prediksi terbaru Bank Indonesia (BI), sebagai contoh, ekonomi dunia bakal makin melambat dan hanya akan tumbuh 2,6% tahun depan lantaran ketidakpastian yang meningkat. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 yang sebesar 3%.

Namun, setidaknya kita sudah punya modal untuk menghadapi itu. Yakni, bangkitnya perekonomian domestik dan ketahanan fiskal yang kuat. Semoga modal ini cukup untuk menghadapi riak dan gelombang di tahun depan. 

Bagikan

Berita Terbaru

Antisipasi Risiko Volatil di Kuartal II 2026, Tambah Portofolio Aset Defensif
| Selasa, 31 Maret 2026 | 13:49 WIB

Antisipasi Risiko Volatil di Kuartal II 2026, Tambah Portofolio Aset Defensif

Sentimen global dan domestik bikin kinerja pasar modal melempem pada kuartal pertama. Simak saran portofolio menghadapi kuartal II 2026!

Restrukturisasi Utang saat Sulit Membayar Cicilan
| Selasa, 31 Maret 2026 | 13:11 WIB

Restrukturisasi Utang saat Sulit Membayar Cicilan

Terkadang, terdapat kondisi seseorang kesulitan membayar utang. Dibanding gagal bayar, ada opsi restrukturisasi.

Kinerja Paling Buruk di ASEAN, IHSG Kehilangan Daya Tarik di Tengah Gejolak Global
| Selasa, 31 Maret 2026 | 08:25 WIB

Kinerja Paling Buruk di ASEAN, IHSG Kehilangan Daya Tarik di Tengah Gejolak Global

Kondisi domestik dan respons kebijakan pemerintah RI menjadi alasan bagi investor asing untuk keluar dari pasar saham.

Produksi Batubara Turun, BUMA Internasional Grup (DOID) Cetak Rugi US$ 128 Juta
| Selasa, 31 Maret 2026 | 08:20 WIB

Produksi Batubara Turun, BUMA Internasional Grup (DOID) Cetak Rugi US$ 128 Juta

Kerugian PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dipicu penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang telah berakhir.

Penjualan Melejit Dua Digit, Laba  Archi Indonesia (ARCI) Melesat 873% Pada 2025
| Selasa, 31 Maret 2026 | 08:15 WIB

Penjualan Melejit Dua Digit, Laba Archi Indonesia (ARCI) Melesat 873% Pada 2025

Mayoritas pendapatan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) pada 2025 berasal dari pelanggan domestik sebesar US$ 399,86 juta. 

Layanan Berbasis AI Meningkat, ­DCII Siap Memperbesar Kapasitas Pusat Data
| Selasa, 31 Maret 2026 | 08:09 WIB

Layanan Berbasis AI Meningkat, ­DCII Siap Memperbesar Kapasitas Pusat Data

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyiapkan strategi untuk memenuhi tingginya permintaan data center. Salah satunya, membangun kapasitas baru.

Penjualan Rokok Elektrik IQOS Terbang, bisa Jadi Game Changer untuk Saham HMSP?
| Selasa, 31 Maret 2026 | 08:05 WIB

Penjualan Rokok Elektrik IQOS Terbang, bisa Jadi Game Changer untuk Saham HMSP?

Sepanjang tahun lalu HMSP mencatatkan penjualan IQOS melesat 43,8% hingga menyentuh Rp 2,44 triliun.

Harga Batubara Naik, Kinerja Emiten bisa Membaik
| Selasa, 31 Maret 2026 | 08:02 WIB

Harga Batubara Naik, Kinerja Emiten bisa Membaik

Tren lonjakan harga batubara di pasar global bisa jadi katalis kinerja emiten batubara pada tahun 2026.

Poultry Bersinar di Awal Tahun, Akankah Bertahan Hingga Akhir 2026?
| Selasa, 31 Maret 2026 | 07:06 WIB

Poultry Bersinar di Awal Tahun, Akankah Bertahan Hingga Akhir 2026?

Laba dua emiten besar sektor ini, yakni CPIN dan JPFA, berpotensi melampaui ekspektasi pasar pada awal tahun.

Kinerja BLOG Ditopang Bisnis Logistik Cold Chain
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:49 WIB

Kinerja BLOG Ditopang Bisnis Logistik Cold Chain

Mengutip laporan keuangan perusahaan, BLOG mencatat pendapatan sebesar Rp 1,33 triliun, meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler