Bencana dan Relevansi Instrumen Pembayaran
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tantangan yang cukup unik dibandingkan negara lainnya dalam konteks transaksi ekonomi. Kondisi geografis yang membentang luas dengan demografi yang sangat beragam, membuat Bank Indonesia tidak hanya harus memikirkan ketersediaan sistem pembayaran yang relevan dan inklusif, namun juga memastikan kelancaran transaksi pembayaran sesuai dengan preferensi masyarakat, terutama ketika bencana alam terjadi.
Dalam setahun terakhir, beragam bencana melanda Indonesia. Mulai dari banjir bandang di sebagian wilayah Sumatra pada akhir 2025, gempa di NTT, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi hingga saat ini. Dampaknya turut dirasakan oleh perekonomian masyarakat setempat, termasuk kelancaran transaksi pembayaran. Banjir bandang di Sumatra dan gempa di NTT dilaporkan sempat mengganggu transaksi pembayaran, terutama nontunai yang cukup bergantung pada ketersediaan infrastruktur.
Baca Juga: Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar
