Mengukur Efek Volatilitas Harga Minyak Dunia ke Saham MEDC, ENRG, dan RATU
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia diprediksi akan kembali melaju kencang, terdorong oleh eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Kondisi makroekonomi ini dinilai menjadi katalis positif yang siap menebalkan margin laba emiten minyak dan gas (migas) di dalam negeri.
Meskipun kemarin (26/10) harga minyak WTI tercatat mengalami koreksi -2,07% ke level US$ 101,13 per barel dan Brent merosot -1,82% ke US$ 114,60 per barel, pergerakan harga komoditas energi ini masih stabil bernaung di atas level US$ 100 per barel, yang secara historis merupakan angin segar bagi arus kas emiten migas.
