Biarpun Ada Pembatasan Covid dan Sentimen Boikot, Adidas Masih Optimistis di China

Kamis, 17 Februari 2022 | 20:12 WIB
Biarpun Ada Pembatasan Covid dan Sentimen Boikot, Adidas Masih Optimistis di China
[ILUSTRASI. Adidas AG menyatakan penjualan di pasar utamanya yakni China, akan tumbuh pada tahun ini. REUTERS/Axel Schmidt]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Perusahaan pakaian olahraga Jerman yakni Adidas AG menyatakan penjualan di pasar utamanya yakni China, akan tumbuh pada tahun ini. Perkiraan tersebut bahkan setelah bisnis mereka terkena pembatasan pandemi Covid-19 baru dan boikot konsumen terhadap merek-merek Barat.

Komentar Adidas muncul setelah Manager Magazin melaporkan bahwa Adidas memperkirakan penjualan di China akan turun 400 juta euro atau US$ 455 juta pada 2022 dengan tanpa mengutip sumber. Media itu juga mengatakan situasinya dipandang sangat kritis sehingga Chief of Sales Adidas Roland Auschel telah melakukan perjalanan ke China pada Bulan Januari 2022 meskipun ada persyaratan karantina.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pasar Wait and See, Rupiah Masih Bisa Tertekan pada Rabu (4/11)
| Rabu, 04 November 2026 | 06:30 WIB

Pasar Wait and See, Rupiah Masih Bisa Tertekan pada Rabu (4/11)

Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah tipis 0,02% secara harian ke level Rp 18.160 per dolar AS

Pasar Wait and See, Rupiah Masih Bisa Tertekan pada Rabu (4/11)
| Rabu, 04 November 2026 | 06:30 WIB

Pasar Wait and See, Rupiah Masih Bisa Tertekan pada Rabu (4/11)

Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah tipis 0,02% secara harian ke level Rp 18.160 per dolar AS

Kinerja Emiten CPO Semakin Mantap
| Rabu, 04 November 2026 | 06:17 WIB

Kinerja Emiten CPO Semakin Mantap

Kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan implementasi program B50 menopang kinerja emiten CPO hingga kuartal III-2026

Beda Arah Kinerja Keuangan Dua Emiten Grup Prodia
| Rabu, 04 November 2026 | 06:15 WIB

Beda Arah Kinerja Keuangan Dua Emiten Grup Prodia

Realisasi kinerja keuangan dua emiten Grup Prodia menunjukkan perbedaan hingga akhir kuartal III-2026

Potensi Rebound Terbatas
| Rabu, 04 November 2026 | 06:12 WIB

Potensi Rebound Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang technical rebound pada perdagangan hari ini, meski terbatas

Kabur
| Rabu, 04 November 2026 | 06:10 WIB

Kabur

Tanpa pembenahan iklim investasi yang berarti, Indonesia berpotensi kehilangan momentum penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. 

Bitcoin dan Ethereum Lanjutkan Koreksi
| Rabu, 04 November 2026 | 06:00 WIB

Bitcoin dan Ethereum Lanjutkan Koreksi

Penurunan harga bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) di awal  November, memperpanjang koreksi di sepanjang Oktober 2026.

Asing Borong GOTO 3 Hari Beruntun Usai Laba Kuartal III-2026, Saham Masih Stagnan
| Rabu, 04 November 2026 | 05:57 WIB

Asing Borong GOTO 3 Hari Beruntun Usai Laba Kuartal III-2026, Saham Masih Stagnan

Kinerja GOTO perlu dilihat sebagai satu kesatuan ekosistem yang terdiri dari Gojek dan GoPay. Pertumbuhan kedua bisnis tersebut saling melengkapi.

ROE Asuransi Umum Hadapi Tekanan Ganda
| Rabu, 04 November 2026 | 05:40 WIB

ROE Asuransi Umum Hadapi Tekanan Ganda

Sejalan dengan tekanan rasio klaim asuransi umum, return on equity (ROE) industri menyusut dari 20% menjadi 12,7%.

Suku Bunga Tinggi, Kinerja Sektor Menara Diproyeksi Tumbuh Terbatas
| Rabu, 04 November 2026 | 05:37 WIB

Suku Bunga Tinggi, Kinerja Sektor Menara Diproyeksi Tumbuh Terbatas

Saham menara lebih cocok sebagai aset defensif berarus kas stabil. Katalis terbesarnya penurunan suku bunga, belum akan terjadi dalam waktu dekat.

INDEKS BERITA

Terpopuler