Biaya Provisi Naik, Sinyal Risiko Pemburukan Kualitas Kredit Belum Reda
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan beban pencadangan masih membayangi kinerja mayoritas bank besar hingga akhir November 2025. Ini menjadi sinyal bahwa risiko kredit belum sepenuhnya jinak, meski perbankan terus menggaungkan narasi pemulihan kualitas aset.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat beban pencadangan mencapai Rp 37,8 triliun di 11 bulan 2025, naik 6,52% secara tahunan. Bank Tabungan Negara (BTN) bahkan mencetak lonjakan agresif, dengan beban provisi melesat 139,4% secara tahunan jadi Rp 5,28 triliun.
