Bisnis Keramik Terimpit Suplai Gas Industri
JAKARTA. Ekspansi industri keramik nasional terganjal persoalan pasokan gas bumi. Pembatasan volume gas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), ditambah realisasi pasokan yang belum sesuai alokasi harga gas bumi tertentu (HGBT), mulai memaksa sejumlah produsen keramik memangkas produksi.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, sedikitnya enam perusahaan keramik telah menutup sebagian lini produksinya pada September 2026 akibat pasokan gas yang tersendat.
