China Pertahankan Bunga Pinjaman Jangka Menengah, Pasar Harapkan Pelonggaran

Jumat, 15 April 2022 | 13:27 WIB
China Pertahankan Bunga Pinjaman Jangka Menengah, Pasar Harapkan Pelonggaran
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Ilustrasi uang kertas yen yang dipegang warga di Beijing, China, 12 Agustus 2015. REUTERS/Jason Lee/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Sesuai perkiraan pasar, bank sentral China mempertahankan bunga acuan untuk pinjaman jangka menengah. Kendati Beijing menyerukan otoritas moneter menggulirkan lebih banyak stimulus untuk meredam perlambatan ekonomi, bunga tidak bergerak untuk bulan ketiga berturut-turut.

People's Bank of China (PBOC) mengatakan akan mempertahankan bunga atas fasilitas pinjaman berjangka setahun senilai 150 miliar yuan ke beberapa lembaga keuangan tidak berubah pada 2,85%. Menurut pernyataan otoritas, bunga dipertahankan untuk "menjaga likuiditas sistem perbankan cukup memadai."

Keputusan itu sejalan dengan hasil jajak pendapat Reuters. Sebanyak 31 dari 45 trader dan analis, atau hampir 70%, memperkirakan tidak ada perubahan bunga pinjaman jangka menengah.

Sebaliknya, pasar semakin mengharapkan pengurangan segera dalam jumlah uang tunai yang harus disisihkan bank sebagai cadangan, setelah Dewan Negara, atau kabinet, pada hari Rabu menyerukan penggunaan alat moneter tersebut secara tepat waktu.

Baca Juga: Jepang Akan Menghadiri Pertemuan G20, Enggan Komentari Partisipasi Rusia

Bank investasi global termasuk Citi mengharapkan pengurangan rasio persyaratan cadangan (RRR) seperti itu dapat disampaikan pada hari Jumat, dengan banyak yang mengharapkan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut masih dalam perjalanan.

"Kami ragu pemotongan RRR yang akan datang akan menjadi langkah pelonggaran terakhir, mengingat tantangan berat yang dihadapi ekonomi China," kata Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics.

"Kami terus mengantisipasi 20 basis poin penurunan suku bunga kebijakan tahun ini dan percepatan lebih lanjut dalam pertumbuhan kredit."

Penyebaran cepat kasus COVID-19 baru-baru ini telah menyebabkan penguncian di selusin kota di seluruh negeri, termasuk pusat keuangan Shanghai, meningkatkan kekhawatiran atas gangguan yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi.

Baca Juga: CEO Minta Staf Twitter Tidak Tersandera Penawaran Beli Musk

Itu berarti pembuat kebijakan perlu menawarkan lebih banyak stimulus untuk memastikan ekonomi berada di jalur untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini sekitar 5,5%, kata para analis.

Jajak pendapat Reuters terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi China kemungkinan akan melambat menjadi 5,0% pada 2022 di tengah wabah COVID-19 yang baru dan pemulihan global yang melemah, menambah tekanan pada bank sentral untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.

Dengan pinjaman MLF senilai 150 miliar yuan yang jatuh tempo pada hari Jumat, operasi tersebut menghasilkan nol injeksi kas bersih ke dalam sistem perbankan.

Bank sentral juga menyuntikkan 10 miliar yuan melalui repo tujuh hari sambil menjaga biaya pinjaman tidak berubah pada 2,1%, menurut pernyataan online.

Bagikan

Berita Terbaru

Samudera Indonesia (SMDR) Memacu Diversifikasi Bisnis
| Sabtu, 30 Agustus 2025 | 04:20 WIB

Samudera Indonesia (SMDR) Memacu Diversifikasi Bisnis

SMDR melakukan diversifikasi usaha baik untuk pelayaran non-peti kemas seperti kapal curah, kapal LNG, tanker, maupun bisnis lainnya.

Ekonomi Lesu, Laba Sejumlah Bank Kecil Mengerdil
| Sabtu, 30 Agustus 2025 | 04:15 WIB

Ekonomi Lesu, Laba Sejumlah Bank Kecil Mengerdil

Risiko ekonomi yang masih tinggi, memaksa bank mini membatasi ekspansi kredit sembari meningkatkan pencadangan.  

XLSmart Merugi di Kuartal Pertama Usai Merger, Begini Gambaran Kinerja ISAT
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:00 WIB

XLSmart Merugi di Kuartal Pertama Usai Merger, Begini Gambaran Kinerja ISAT

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), perusahaan gabungan XL Axiata dan Smartfren merugi usai resmi merger pada 17 April 2025.

Harga Terus Tergerus, Saham Alamtri Resources (ADRO) Dinilai Masih Menyimpan Potensi
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:00 WIB

Harga Terus Tergerus, Saham Alamtri Resources (ADRO) Dinilai Masih Menyimpan Potensi

Rencana PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memulai bisnis di bidang energi terbarukan menjadi salah satu katalis positif.

IHSG Tumbang 2%, BI Intervensi Rupiah yang Sempat Menembus Rp 16.500
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:06 WIB

IHSG Tumbang 2%, BI Intervensi Rupiah yang Sempat Menembus Rp 16.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 2,27% atau 180,81 poin menjadi 7771,28 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (29/8).

Perluasan Pasar Bikin Saham Pyridam Farma (PYFA) Melaju Kencang
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:00 WIB

Perluasan Pasar Bikin Saham Pyridam Farma (PYFA) Melaju Kencang

Akuisisi Probiotec dinilai sebagai momentum penting yang menandai transformasi PYFA menjadi bagian dari rantai pasok global.

Emiten Sawit Haji Isam Melesat ke ARA, Saatnya Hold atau Jual?
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 11:00 WIB

Emiten Sawit Haji Isam Melesat ke ARA, Saatnya Hold atau Jual?

Kamis (28/8), saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) kompak ditutup pada level auto reject atas (ARA).

Kinerja Saham Masih Tertatih, Indofood (INDF) Masih Direkomedasikan
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:28 WIB

Kinerja Saham Masih Tertatih, Indofood (INDF) Masih Direkomedasikan

Kinerja INDF masih terus ditopang oleh anak usahanya ICBP, dengan proyeksi kontribusi penjualan kepada INDF sebanyak 63% di tahun 2025.

Profit 28,19% Setahun, Cek Harga Emas Antam Hari Ini (29 Agustus 2025)
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 08:54 WIB

Profit 28,19% Setahun, Cek Harga Emas Antam Hari Ini (29 Agustus 2025)

Jumat (29 Agustus 2025) harga emas batangan di laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang naik Rp 20.000 per saham.

Patriot Bond Tak Ganggu Anggaran Negara
| Jumat, 29 Agustus 2025 | 08:40 WIB

Patriot Bond Tak Ganggu Anggaran Negara

Ada risiko ketidakpastian fiskal jika pasar menganggap adanya jaminan secara implisit dari negara terhadap utang Danantara

INDEKS BERITA