Demo Belum Benar-Benar Padam, Kurs Rupiah Hari Ini Kembali Melemah

Kamis, 26 September 2019 | 21:14 WIB
Demo Belum Benar-Benar Padam, Kurs Rupiah Hari Ini Kembali Melemah
[ILUSTRASI. Dollar AS]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Kurs rupiah hari ini melemah, tertekan sentimen politik dari dalam dan luar negeri. Mengutip Bloomberg di pasar spot, rupiah mengalami penurunan 0,10% ke Rp 14.165 per dolar AS.

Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,20% ke Rp 14.162 per dolar AS.

Analis Asia Trade Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan, kondisi politik di dalam negeri dan AS sama-sama menekan posisi rupiah.

Baca Juga: Rupiah bergerak datar Rp 14.150 per dolar AS pukul 11.26 WIB, Kamis (16//9)

Di dalam negeri, unjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK masih terjadi di beberapa daerah. Aksi demo yang belum mereda membuat rupiah masih tertekan.

Permasalahan politik juga terjadi di negeri uak Sam. DPR AS berupaya memakzulkan Presiden Donald Trump.

Menurut Deddy, semua persoalan politik tersebut membawa ketidakpastian serta kekhawatiran pelaku pasar. Akibatnya, pelaku pasar condong beralih ke aset yang lebih aman seperti dolar AS.

"Investor saat ini belum nyaman untuk memilih instrumen berisiko seperti rupiah," kata Deddy kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Rupiah di kurs tengah BI melemah ke Rp 14.162 per dolar AS

Selain itu, rupiah tertekan karena indeks dolar AS menguat tersokong data penjualan rumah baru, tercatat naik ke 713.000 lebih tinggi dari proyeksi di 652.000 untuk September.

Bagikan

Berita Terbaru

Pemerintah Dorong Infrastruktur Ekonomi Digital, Ini Imbasnya untuk DCII dan INET
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Pemerintah Dorong Infrastruktur Ekonomi Digital, Ini Imbasnya untuk DCII dan INET

DCII menjadi salah satu emiten yang paling relevan karena bisnis utamanya memang berada di sektor data center.

Konsumen Beralih ke Kebutuhan Primer, Bagaimana Nasib Saham Sektor Konsumsi?
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Konsumen Beralih ke Kebutuhan Primer, Bagaimana Nasib Saham Sektor Konsumsi?

​Di tengah pergerakan Indeks Penjualan Riil yang fluktuatif, sejumlah emiten konsumen justru mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Asing Kembali Borong Saham BBRI, Valuasi Jadi Pemicu Repricing
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Asing Kembali Borong Saham BBRI, Valuasi Jadi Pemicu Repricing

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mulai kembali menjadi incaran investor asing dalam sepekan.

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:35 WIB

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard pada rebalancing periode Agustus 2026.

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif

Kenaikan harga emas global kembali ke level US$ 4.300 per ons troi dinilai menjadi katalis positif bagi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim

Sejak Desember 2025, pemerintah mulai mengenakan bea keluar atas sejumlah produk emas ekspor        

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI

Pergerakan saham Grup Barito tidak semata-mata technical rebound, melainkan kombinasi dari rebalancing MSCI, aksi korporasi, akumulasi investor.

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya

Pengelompokan desil dinilai kurang tepat untuk menentukan kelas ekonomi masyarakat                  

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan

Ruang fiskal yang kian terbatas membuat pemerintah harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara ambisi belanja, target pertumbuhan, dan utang

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.

INDEKS BERITA

Terpopuler