Depo Bangunan Bersiap IPO, CSAP Akan Kedatangan Penantang di Bursa Saham

Senin, 01 November 2021 | 14:47 WIB
Depo Bangunan Bersiap IPO, CSAP Akan Kedatangan Penantang di Bursa Saham
[ILUSTRASI. Konsumen tengah memilih cat di sebuah supermarket bahan bangunan di Bekasi, Jawa Barat. Depo Bangunan tengah bersiap menggelar initial public offering atau IPO. KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak lama lagi PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) yang mengelola Mitra10 akan memiliki pesaing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini seiring rencana Depo Bangunan menggelar initial public offering atau IPO.

Di dunia bisnis, Mitra10 selama ini memang menjadi kompetitor Depo Bangunan. Keduanya sama-sama pemain besar di bisnis supermarket bahan bangunan.

Nah, jika tak ada aral melintang, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk, pengelola Depo Bangunan akan melantai di BEI pada November 2021.

Depo Bangunan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,024 miliar saham, setara 15,08 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO.

Dengan harga penawaran di Rp 426 - Rp 525 per saham, Depo Bangunan berpeluang meraup dana melalui IPO antara Rp 436,22 miliar hingga Rp 537,60 miliar.

Baca Juga: IPO Produsen Alat Kantor Bantex PT Perma Plasindo Tbk, Ada Bonus Waran Untuk Investor

Serupa dengan namanya, supermarket bahan bangunan yang didirikan Kambiyanto Kettin pada 1996 silam, itu akan menggunakan kode emiten DEPO.

Saat ini Depo Bangunan memiliki sembilan gerai yang berlokasi di Jakarta, Serpong, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Lampung.

Gerai terbesar berada di Serpong, Tangerang Selatan dengan luas area lebih dari 20.000 m2 dan luas toko 9.012 m2. 

Depo Bangunan menjajakan lebih dari 49.000 produk, 90.000 SKU dengan 1.500 merek berbeda baik yang lokal maupun impor dari mancanegara. 

Dalam hajatan IPO, Depo Bangunan dibantu oleh Mirae Asset Sekuritas sebagai underwriter.

Selanjutnya: Pendapatan Lippo Karawaci (LPKR) per September Naik 37,7%, Rugi Bersihnya Menciut

 

Bagikan

Berita Terbaru

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:59 WIB

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Pfizer Indonesia kepada Pfizer Corporation Hong Kong Limited. ​

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:52 WIB

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar

Emiten produsen jamu dan farmasi tersebut akan menyalurkan dividen Rp 300 miliar. Setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp 10 per saham.​

 Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya

Kucuran dana jumbo Danantara ke pasar modal belum tentu cukup menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner

Melihat strategi PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dalam mengembangkan toko roti dan kue

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus

Kasus tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi terdampak kabut asap.            

Menembak Asap
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Menembak Asap

Mengikuti emosi panas, memang sedap sekali meluapkan amarah pada pihak-pihak lain. Padahal, harusnya kita akui bukti-bukti di meja sendiri.

Tegaskan Pembayaran Gaji PNS Transfer Langsung
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Tegaskan Pembayaran Gaji PNS Transfer Langsung

Mekanisme transfer langsung juga diterapkan untuk tunjangan profesi guru yang masih berstatus sebagai pegawai daerah

Kenaikan Margin, Kinerja Positif AKRA Berpotensi Berlanjut
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:14 WIB

Kenaikan Margin, Kinerja Positif AKRA Berpotensi Berlanjut

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan hasil kinerja keuangan yang solid hingga akhir kuartal III-2026. 

Pemerintah Tambah Rp 400 Triliun Kuota Kredit Rakyat
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Pemerintah Tambah Rp 400 Triliun Kuota Kredit Rakyat

Penambahan palfon kredit rakyat sebesar Rp 400 triliun ini tidak akan menambah beban APBN           

Uang Melimpah, Ekonomi Belum Bergairah
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Uang Melimpah, Ekonomi Belum Bergairah

Ikuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) semakin menggunung hingga mencapai Rp 10.587,9 triliun pada September 2026,

INDEKS BERITA

Terpopuler