Ekonomi Belum Aman

Jumat, 06 Agustus 2021 | 09:10 WIB
Ekonomi Belum Aman
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mengalami kontraksi selama empat kuartal berturut-turut, ekonomi Indonesia akhirnya keluar dari jurang resesi.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik  Kamis (5/8/2021) menunjukkan, tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2021 melesat 7,07% (yoy). Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia di  semester I 2021 naik 3,01% dibandingkan dengan periode yang sama 2020.

Sekadar mengingatkan, Indonesia mengalami kontraksi hebat kuartal II-2020 sebesar -5,32% (yoy). Kontraksi ini merupakan yang terbesar sejak 1998. Kemudian, kontraksi berikutnya terjadi selama kuartal III 2020 hingga kuartal I 2021 dengan angka kontraksi secara berturut-turut -3,49%, -2,19%, dan -0,74%.

Sejumlah ekonom memang sebelumnya sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi ini. Ada beberapa penyebab yang membuat laju perekonomian kita membaik. Pertama, Indonesia sedang berada dalam tren pemulihan ekonomi.

Kedua, konsumsi rumah tangga pada kuartal I tetap besar karena ada relaksasi melalui PPKM mikro. Ketiga, penggelontoran bansos oleh pemerintah yang mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

Namun, prospek ekonomi kita ke depan belum aman. Masih ada bayang-bayang pandemi yang akan berdampak pada kebijakan yang diambil pemerintah.

Di tengah penyebaran varian Delta yang masif, angka kasus Covid-19 di Tanah Air masih sangat tinggi. Data Satgas Covid-19 menunjukkan, hingga Rabu (4/8) ada tambahan 35.867 kasus baru yang terinfeksi korona di Indonesia. Sehingga total menjadi 3.532.567 kasus korona.

Jika angka ini tidak bisa ditekan, bukan tidak mungkin pemerintah akan memperpanjang PPKM Level 4. Seperti kita tahu, kebijakan PPKM Level 4 akan segera berakhir 9 Agustus 2021 mendatang.

Diperpanjang atau tidaknya PPKM Level 4 sangat tergantung pada sejumlah indikator seperti laju penularan hingga kondisi sosio ekonomi masyarakat.

Sejatinya, penerapan PPKM adalah untuk menekan mobilitas masyarakat. Namun, masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap, tentu harus melakukan aktivitas agar bisa mendapatkan uang.

Di sinilah peran bantuan sosial dari pemerintah diperlukan. Masalahnya, penyaluran bansos juga terbatas, dan terkadang tidak tepat sasaran.

Andaikan PPKM Level 4 harus diperpanjang, diharapkan ada kebijakan yang bisa menyentuh langsung masyarakat bawah dan UMKM agar ekonomi bisa terus bergerak.        

Bagikan

Berita Terbaru

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:50 WIB

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah

Memasuki tahun 2026, bank syariah menilai harga emas bisa kembali berkilau setelah melesat di tahun lalu dan menjadi sentimen layanan emas. 

Siasat Sido Muncul (SIDO) Rwat Kinerja Tetap Sehat
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:20 WIB

Siasat Sido Muncul (SIDO) Rwat Kinerja Tetap Sehat

Sido Muncul (SIDO) membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 8% pada 2026

Ekonomi Loyo, Bank Bekerja Keras Dorong Efisiensi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:15 WIB

Ekonomi Loyo, Bank Bekerja Keras Dorong Efisiensi

Perbankan berupaya menjaga efisiensi untuk menjaga profitabilitas di tengah lesunya ekonomi yang menekan kinerja. 

Kurs Rupiah Potensi Lemas di Awal Tahun, Ini Penyebabnya
| Jumat, 02 Januari 2026 | 08:04 WIB

Kurs Rupiah Potensi Lemas di Awal Tahun, Ini Penyebabnya

Rupiah masih sulit diprediksi karena liburan. "Namun dengan indeks dolar AS yang masih naik, rupiah berpotensi tertekan,

Emiten Konglomerasi Menjadi Tumpuan di Tahun 2026, Pelemahan Rupiah Jadi Beban
| Jumat, 02 Januari 2026 | 08:00 WIB

Emiten Konglomerasi Menjadi Tumpuan di Tahun 2026, Pelemahan Rupiah Jadi Beban

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor fundamental dalam negeri. Maka, rupiah masih dalam tren pelemahan.

INDEKS BERITA

Terpopuler