Berita Bisnis

Emiten Milik Pemprov DKI Jakarta Injak Gas di Semester Kedua

Jumat, 02 Agustus 2019 | 06:14 WIB
Emiten Milik Pemprov DKI Jakarta Injak Gas di Semester Kedua

Namun realisasi pengerjaan aneka proyek pada paruh pertama tahun ini belum seperti harapan.

Momentum pemilihan umum atau pemilu kemarin, menyebabkan pengerjaan beberapa proyek tertunda.

Misalnya saja rencana pembangunan proyek trotoar DKI Jakarta yang terpaksa mundur pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini.

Akibatnya, penyerapan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) Jaya Konstruksi pada semester I-2019 kurang dari 35%.

"Untuk investasi kami berhati-hati dan serapan capex untuk pembelian bahan atau aset yang sifatnya ready stock saja," tutur Hardjanto.

Dalam catatan KONTAN, sepanjang tahun ini Jaya Konstruksi menyediakan capex Rp 146 miliar. Dana belanja modal tersebut lebih rendah ketimbang alokasi tahun lalu sebesar Rp 164 miliar.

Tak berhenti pada realisasi capex, Jaya Konstruksi menyebutkan penundaan proyek pada semester I-2019 berimbas pada rapor kinerja.

Kondisi itu mengakibatkan mereka menanggung rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih Rp 19,76 miliar.

Sementara pada periode yang sama tahun lalu masih cuan Rp 7,47 miliar.

Padahal dalam periode tersebut sejatinya pendapatan usaha Jaya Konstruksi masih tumbuh 24,63% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,67 triliun.

Dua kontributor utama adalah pendapatan jasa konstruksi Rp 519,09 miliar dan aspal senilai Rp 479,53 miliar.

Menurut geografis, pendapatan terbesar Jaya Konstruksi berasal dari area Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yakni Rp 1,08 triliun.

Sisanya pendapatan dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan luar negeri.

Reporter: Amalia Fitri
Editor: Tedy Gumilar


Baca juga