Emiten Properti Grup Sinar Mas Efisiensi Agar Cetak Laba

Selasa, 30 April 2019 | 06:48 WIB
Emiten Properti Grup Sinar Mas Efisiensi Agar Cetak Laba
[]
Reporter: Aloysius Brama | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Unit bisnis Sinar Mas Group yang bergerak di bidang properti membukukan penurunan pendapatan sepanjang kuartal satu tahun ini. Pendapatan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menurun 4,9% menjadi Rp 1,62 triliun di kuartal I tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan BSDE yang dirilis Senin (29/4), penurunan pendapatan terjadi di segmen penjualan tanah dan bangunan strata title sebesar 74,12% menjadi Rp 66,97 miliar. Selain itu, pendapatan hotel BSDE juga menyusut sebesar 10,45% di kuartal I tahun ini menjadi Rp 13,7 miliar.

Pendapatan emiten properti Sinar Mas lainnya, yakni PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), yang membawahi bisnis hotel, juga ikut tertekan. Sepanjang tiga bulan di tahun ini, pendapatan DUTI turun 17,67% menjadi Rp 515,03 miliar.

Segmen bisnis yang memberi kontribusi terbesar pada pendapatan DUTI adalah segmen penjualan tanah, rumah dan ruko. Kontribusinya mencapai Rp 277,89 miliar. Tapi, jumlah tersebut susut 27,45% dari periode sebelumnya.

Begitu juga pendapatan segmen lain, seperti bisnis sewa dan lain-lain. Hanya pendapatan arena rekreasi yang masih naik 25,96%. Tapi kontribusinya pun hanya Rp 3,59 miliar di kuartal I-2019.

Meski pendapatan turun, BSDE masih mampu efisiensi. Hasilnya, laba usaha masih naik 18,53%. Laba bersih juga tumbuh 51,83%.

Analis MNC Sekuritas Muhammad Rudy menilai, kenaikan laba BSDE terjadi lantaran perusahaan ini menekan biaya promosi 39% menjadi Rp 58,81 miliar. "Ini juga karena BSDE belum meluncurkan properti baru," kata dia, Senin (29/4). Plus, menurut Rudy, penguatan rupiah membuat laba selisih kurs BSDE naik 109% jadi Rp 30,22 miliar.

Tapi kondisi DUTI lebih buruk. Pendapatan yang turun dalam membuat DUTI harus membukukan penurunan laba usaha 20,22% jadi Rp 235,67 miliar. Sedangkan laba bersih DUTI juga turun 18,4% menjadi Rp 239,76 miliar.

Padahal DUTI telah menekan beban pokok penjualan sebesar 26,8% serta memangkas beban usaha 20% di kuartal I tahun ini. Tapi strategi tersebut masih belum berhasil mengerek kinerja.

Sukarno Alatas, analis OSO Sekuritas, memperkirakan, DUTI masih mampu meningkatkan laba bersih dalam jangka menengah. Ia memperkirakan laba DUTI bisa tumbuh 4%-6% pada akhir 2019. Tahun lalu DUTI meraup laba bersih Rp 911,49 miliar.

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat

Penyesuaian investasi oleh investor asing sudah berlangsung bahkan sebelum keputusan akhir diambil MSCI.

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI

Arus modal asing tidak bisa menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena juga dipengaruhi suku bunga global, nilai tukar, dan geopolitik. 

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?

Penurunan giro wajib minimum (GWM) membuat Bank berpeluang mengurangi kebutuhan mencari pendanaan mahal.

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA

Fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah yang memadai dan konsisten, baik dari sisi volume maupun karakteristiknya.

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga

Merespons ancaman dari penyedia indeks global MSCI, otoritas pasar modal mulai menindak pelanggaran. Efektif melunakkan sikap MSCI?

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin

Investor perlui mencermati SSSG, produktivitas gerai anyar, fluktuasi daya beli masyarakat, serta kemampuan menjaga margin.

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi

Inisiatif keberlanjutan Japfa Comfeed Indonesia perkuat efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT

Kemasan susu UHT praktis untuk dikonsumsi, tetapi lapisan kertas, plastik, dan aluminium membuatnya rumit didaur ulang. 

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

INDEKS BERITA

Terpopuler