Gangguan Pasokan Akibat Konflik Rusia Vs Ukraina Bakal Menekan Emiten Konsumer

Selasa, 01 Maret 2022 | 05:14 WIB
Gangguan Pasokan Akibat Konflik Rusia Vs Ukraina Bakal Menekan Emiten Konsumer
[ILUSTRASI. Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina dapat mengganggu rantai pasokan pangan global dan berdampak ke emiten konsumer. KONTAN/Baihaki/14/04/2021]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina dapat mengganggu rantai pasokan pangan global. Sejumlah emiten barang konsumsi pun berpotensi menghadapi penurunan margin keuntungan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Susanto mengatakan, eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina akan berdampak negatif terhadap rantai pasokan komoditas seperti jagung dan gandum, serta logam seperti tembaga dan nikel. Gangguan rantai pasokan komoditas ini dapat mendongkrak harga pangan. "Fluktuasi harga komoditas mungkin menimbulkan risiko penurunan pada margin perusahaan konsumer dan memperpanjang pemulihan pendapatan," tulis Natalia dalam riset, Jumat (25/2).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Senin (6/7) Berpotensi Menguat Terbatas, Simak Sentimennya
| Senin, 06 Juli 2026 | 04:56 WIB

IHSG Senin (6/7) Berpotensi Menguat Terbatas, Simak Sentimennya

IHSG berpeluang naik awal pekan ini, namun analis peringatkan ruang terbatas. Sentimen global dan domestik membaik, tapi asing belum masuk.

Quo Vadis Pusat Finansial Internasional RI?
| Senin, 06 Juli 2026 | 04:36 WIB

Quo Vadis Pusat Finansial Internasional RI?

Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tidak boleh menjadi tempat hukum Indonesia disisihkan agar modal global merasa nyaman.

Ekonomi Loyo, Permintaan Kredit Produktif Bergeser
| Senin, 06 Juli 2026 | 04:35 WIB

Ekonomi Loyo, Permintaan Kredit Produktif Bergeser

Pembiayaan investasi yang disalurkan multifinance mengalami penurunan sedalam 2,05% menjadi Rp 167,75 triliun per April 2026.

Survei KONTAN: Keyakinan CEO Mulai Pulih, Namun Daya Beli Masih Menjadi Beban
| Senin, 06 Juli 2026 | 03:49 WIB

Survei KONTAN: Keyakinan CEO Mulai Pulih, Namun Daya Beli Masih Menjadi Beban

Para pengusaha tetap menilai bahwa daya beli, politik nasional, dan ekonomi global sebagai tiga faktor yang paling membebani prospek usaha.

Ciputra Development (CTRA) Tahan Pembangunan Proyek Besar
| Minggu, 05 Juli 2026 | 21:17 WIB

Ciputra Development (CTRA) Tahan Pembangunan Proyek Besar

Pertumbuhan ekonomi belum terlalu dirasakan masyarakat, apalagi untuk mengambil KPR baru, sementara mereka sudah terbebani cicilan.

Saat Yield SRBI Tinggi, Investor Asing Kembali
| Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08 WIB

Saat Yield SRBI Tinggi, Investor Asing Kembali

Imbal hasil SRBI tembus 7,67%, lebih tinggi dari BI rate. Namun, ada risiko capital loss jika menjual sebelum jatuh tempo.

Pelni Logistics Ekspansi Tambah Kontainer dan Depo Bongkar Muat
| Minggu, 05 Juli 2026 | 11:45 WIB

Pelni Logistics Ekspansi Tambah Kontainer dan Depo Bongkar Muat

Kontribusi Pelni Logistics terhadap Pelni, sekitar 30% karena margin angkutan barang jauh lebih besar daripada tarif angkutan penumpang.

TRIN Kebut Transformasi Bisnis, Holdwell Business Park Jadi Tumpuan Pertumbuhan Baru
| Minggu, 05 Juli 2026 | 10:05 WIB

TRIN Kebut Transformasi Bisnis, Holdwell Business Park Jadi Tumpuan Pertumbuhan Baru

Dengan masuk ke bisnis kawasan industri dan logistik, TRIN berpeluang memperoleh recurring income melalui penyewaan maupun pengelolaan kawasan.

Emiten Rumah Sakit Lebih Sehat Pada Semester II-2026
| Minggu, 05 Juli 2026 | 09:07 WIB

Emiten Rumah Sakit Lebih Sehat Pada Semester II-2026

Katalis utama berasal dari musim pancaroba yang meningkatkan kunjungan pasien, normalisasi iuran BPJS pasca implementasi KRIS.

Technical Rebound atau Fundamental? Analis Berbeda Pandangan Soal Kenaikan Saham ENRG
| Minggu, 05 Juli 2026 | 09:05 WIB

Technical Rebound atau Fundamental? Analis Berbeda Pandangan Soal Kenaikan Saham ENRG

Setelah membukukan laba bersih sekitar US$ 91,5 juta pada 2025, untung ENRG pada 2026 diperkirakan kembali meningkat menjadi sekitar US$ 95 juta.

INDEKS BERITA

Terpopuler