General Motors (GM) Berinvestasi US$ 300 Juta Pada Startup Kemudi Otonom China

Kamis, 23 September 2021 | 15:19 WIB
General Motors (GM) Berinvestasi US$ 300 Juta Pada Startup Kemudi Otonom China
[ILUSTRASI. General Motors Co (GM) dan Momenta akan mengembangkan teknologi self-driving untuk kendaraan masa depan di China. REUTERS/Mike Stone/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE - SEARCH BUSINESS WEEK AHEAD 16 JANUARY FOR ALL IMAGES]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perusahaan-perusahaan China banyak menjadi tujuan kerja sama dalam industri otomotif. Terbaru, General Motors Co (GM) akan menginvestasikan US$ 300 juta pada startup kemudi otonom China bernama Momenta. Dana tersebut untuk mengembangkan teknologi self-driving atau swakemudi untuk model-model kendaraan masa depan di China.

Julian Blissett, Chief GM China mengatakan para pelanggan di China menyambut elektrifikasi dan teknologi swakemudi canggih lebih cepat daripada di tempat lain di dunia. "Dan kesepakatan antara GM dan Momenta akan mempercepat penerapan solusi generasi berikutnya yang dibuat khusus untuk konsumen kami di China," kata dia, Kamis (23/9).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Risiko di Balik Konsentrasi Kredit Himbara
| Selasa, 29 September 2026 | 07:18 WIB

Risiko di Balik Konsentrasi Kredit Himbara

Kredit jumbo Himbara ke perusahaan tertentu terus menjadi sorotan, terutama di tengah risiko konsentrasi dan kemampuan debitur membayar.

Pajak Karbon Salah Alamat
| Selasa, 29 September 2026 | 07:08 WIB

Pajak Karbon Salah Alamat

Jadikan PLTU captive sebagai sasaran pertama, karena di sanalah pajak karbon tidak berputar kembali ke APBN.

Investor Asing Masih Terus Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (29/9)
| Selasa, 29 September 2026 | 07:01 WIB

Investor Asing Masih Terus Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (29/9)

Tekanan terhadap indeks berasal dari pelemahan rupiah dan capital outflow yang masih berlanjut dan menekan saham-saham berkapitalisasi besar.

Tekanan Margin Menjadi Tantangan Kalbe Farma Tbk (KLBF)
| Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Tekanan Margin Menjadi Tantangan Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih menghadapi kenaikan biaya produksi di tengah penguatan dolar AS pada sisa tahun ini. 

Hati-Hati, Pasar Obligasi Negara Masih Rawan Goyah
| Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Hati-Hati, Pasar Obligasi Negara Masih Rawan Goyah

Yield obligasi domestik stabil di sekitar 7,1% saat tren suku bunga global naik. Sinyal pemulihan, atau masih sarat risiko?

Lintas Generasi
| Selasa, 29 September 2026 | 06:58 WIB

Lintas Generasi

Ketahanan lintas generasi berarti anak muda mempunyai jalan maju, keluarga tak kewalahan merawat orang tua, dan lansia hidup bermartabat.

Harga Cabai Diperkirakan Picu Kenaikan Inflasi
| Selasa, 29 September 2026 | 06:36 WIB

Harga Cabai Diperkirakan Picu Kenaikan Inflasi

Inflasi tahunan pada bulan September 2026 diperkirakan menyentuh level 3,3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,19%

Pungutan PPN Transaksi Digital Lintas Negara Mulai Berlaku
| Selasa, 29 September 2026 | 06:31 WIB

Pungutan PPN Transaksi Digital Lintas Negara Mulai Berlaku

Mekanisme ini berlaku efektif mulai 25 September 2026 untuk memungut PPN atas transaksi barang dan jasa digital tertentu dari luar negeri

Senandung Kelabu Emiten Bubuk Abu-Abu
| Selasa, 29 September 2026 | 06:25 WIB

Senandung Kelabu Emiten Bubuk Abu-Abu

Risiko lebih besar dari kenaikan biaya energi ketika kemampuan produsen semen menaikkan harga jual terbatas akibat kondisi persaingan industri.

Kenaikan 25 Bps BI Rate Gerus 0,1% Pertumbuhan
| Selasa, 29 September 2026 | 06:23 WIB

Kenaikan 25 Bps BI Rate Gerus 0,1% Pertumbuhan

Dampak terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan BI menahan suku bunga acuan     

INDEKS BERITA

Terpopuler