Harga Masih Berfluktuasi, Produsen Minyak Sawit Tetap Genjot Produksi

Kamis, 04 April 2019 | 07:59 WIB
Harga Masih Berfluktuasi, Produsen Minyak Sawit Tetap Genjot Produksi
[]
Reporter: Agung Hidayat, Arfyana Citra Rahayu, Vendi Yhulia Susanto | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih terbilang positif di awal tahun ini. Demi mencapai kinerja yang lebih maksimal, sejumlah produsen sudah memasang strategi, termasuk menghadapi tantangan fluktuasi harga CPO dan ketergantungan terhadap pasar ekspor.

Salah satu emiten, PT Mahkota Group Tbk (MGRO), membidik produksi CPO sebanyak 50.827 ton pada kuartal I-2019. Hingga Februari tahun ini, produksi Mahkota Group sudah mencapai 41.767 ton. Di sepanjang tahun ini, MGRO mematok target produksi minyak sawit mentah sebanyak 203.308 ton. Sementara nilai penjualan diproyeksikan mencapai Rp 5,66 triliun dengan target laba bersih senilai Rp 123,16 miliar tahun ini. Target laba bersih itu meningkat 46% dibandingkan realisasi pada tahun 2018 yang sebesar Rp 84,52 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, manajemen Mahkota Group akan fokus ke program hilirisasi dengan memanfaatkan pabrik refinery baru. Adapun belanja modal yang disiapkan mencapai Rp 200 miliar untuk mendukung hilirisasi pabrik refinery dan kernel crushing plant.

Mahkota Group akan membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi minyak goreng 1.500 ton per hari. Sedangkan lini produksi kernel crushing akan menghasilkan minyak inti sawit sebanyak 400 ton per hari.

Sekretaris Perusahaan PT Mahkota Group Tbk, Elvi mengatakan, pihaknya masih melihat potensi kenaikan harga CPO pada tahun ini. Meski demikian, tren kenaikan bukan tanpa tantangan, ketergantungan produsen pada pasar ekspor turut mempengaruhi gejolak harga di pasar.

MGRO melihat prospek industri kelapa sawit juga turut didukung oleh kebijakan pemerintah, baik hulu maupun hilir. "Pelaku industri akan menghadapi tantangan besar pada tahun 2019," ujar dia kepada KONTAN.

Dalam hal mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor, produsen bisa menggenjot penjualan di dalam negeri, termasuk mendukung program biodiesel.

Penanaman baru

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) juga mengklaim realisasi produksi CPO pada Februari 2019 tumbuh dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun manajemen belum mau mengungkapkan angka pertumbuhannya secara mendetail.

Tahun ini, SGRO menargetkan produksi CPO meningkat 5%–10% daripada tahun lalu. Untuk mencapai target itu, salah satu strateginya adalah meningkatkan kualitas tanaman yang diklaim masa produktivitasnya terus menanjak. SGRO juga meningkatkan kualitas pabrik dan utilitasnya. Strategi lainnya adalah fokus menggenjot penjualan sehingga dapat mengurangi persediaan yang relatif besar.

SGRO juga sedang melakukan penanaman baru kelapa sawit seluas 2.000 hektare (ha) hingga 4.000 ha di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan.

Sementara PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat produksi CPO pada Februari 2019 tumbuh 6,6% menjadi 34.750 ton. Pencapaian itu dipicu pemulihan cuaca di kebun operasional Sumatra Utara dan Belitung. ANJT juga menggenjot pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak luar untuk mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik.

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Terpuruk Hampir 3% Sepanjang Mei 2026, Akankan Tekanan Mereda di Juni?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Rupiah Terpuruk Hampir 3% Sepanjang Mei 2026, Akankan Tekanan Mereda di Juni?

Secara musiman permintaan dolar AS di dalam negeri biasanya mulai melandai saat memasuki kuartal ketiga.

Asing Terus Net Sell, Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:36 WIB

Asing Terus Net Sell, Penguatan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pasar melihat kondisi ekonomi mengkhawatirkan. Surplus neraca dagang April 2026 yang hanya US$ 89,1 juta , terendah dalam enam tahun terakhir.

Rupiah Masih Lemas, Kinerja Emiten Kertas Bisa Bernas
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:35 WIB

Rupiah Masih Lemas, Kinerja Emiten Kertas Bisa Bernas

Di balik pelemahan rupiah yang semakin dalam, dua emiten Grup Sinar Mas di industri kertas dan bubur kertas berpotensi kecipratan berkah.

Sariguna Primatirta (CLEO) Optimistis Mampu Mempertahankan Pertumbuhan Kinerja
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:23 WIB

Sariguna Primatirta (CLEO) Optimistis Mampu Mempertahankan Pertumbuhan Kinerja

Daya beli masyarakat yang masih terjaga menjadi salah satu faktor utama yang menopang optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis tahun ini.

IHSG Menguat di Awal Juni, Tapi Ada Sinyal yang Perlu Diwaspadai
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:05 WIB

IHSG Menguat di Awal Juni, Tapi Ada Sinyal yang Perlu Diwaspadai

IHSG awal Juni menguat tajam, namun ada sinyal lain yang perlu diwaspadai. Cek rekomendasi saham dan proyeksi hari ini!

Disetujui RUPST, INCO Siap Sebar Dividen US$ 45,6 Juta
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:04 WIB

Disetujui RUPST, INCO Siap Sebar Dividen US$ 45,6 Juta

Jumlah dividen yang disebar PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mewakili rasio pembayaran sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025. ​

Rupiah Keok Lagi, Investor Dihadapkan Risiko Tekanan Berkelanjutan?
| Rabu, 03 Juni 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Keok Lagi, Investor Dihadapkan Risiko Tekanan Berkelanjutan?

Rupiah kembali melemah tajam terhadap dolar AS. Analis beberkan faktor pendorongnya, termasuk konflik global dan kebijakan AS. Ketahui proyeksinya

Bumi Resources (BUMI) Kucurkan Pinjaman Rp 1,51 Triliun ke Anak Usaha
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:58 WIB

Bumi Resources (BUMI) Kucurkan Pinjaman Rp 1,51 Triliun ke Anak Usaha

Pinjaman itu diberikan BUMI kepada Arutmin pada 26 Mei 2026. Arutmin akan menggunakan pinjaman itu untuk kebutuhan modal kerja.

Bidik Pertumbuhan Pendapatan, TMAS Ekspansi Armada dan Rute
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:51 WIB

Bidik Pertumbuhan Pendapatan, TMAS Ekspansi Armada dan Rute

PT Temas Tbk (TMAS) telah menyiapkan belanja modal alas capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun ini.

Rasio Pembagian Dividen Turun, Prospek Laba Kalbe Farma (KLBF) Tetap Sehat
| Rabu, 03 Juni 2026 | 06:46 WIB

Rasio Pembagian Dividen Turun, Prospek Laba Kalbe Farma (KLBF) Tetap Sehat

Besaran dividen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencerminkan rasio pembayaran atau payout ratio sekitar 26% dari laba bersih 2025.​

INDEKS BERITA

Terpopuler