Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga minyak mentah dunia kembali menguji ketahanan fiskal Indonesia. Ketika harga minyak Brent mendekati level US$ 100 per barel, pemerintah menghadapi dilema menjaga harga bahan bakar minyak (BBM), LPG bersubsidi, dan tarif listrik tetap stabil atau ancaman membengkaknya subsidi energi yang dapat memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Berdasarkan data Trading Economics, hingga Jumat (24/7), harga minyak Brent berada di level US$ 98,38 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$ 90,47 per barel. Sebelumnya, harga Brent sempat menembus US$ 100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$ 90 Per Barel, Ke Mana Arah Selanjutnya’?
