Harga Pasokan Ekspor (HPE) Pengaruhi Kinerja Produsen Nikel

Jumat, 01 Februari 2019 | 13:50 WIB
Harga Pasokan Ekspor (HPE) Pengaruhi Kinerja Produsen Nikel
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) untuk beberapa komoditas pertambangan yang akan dikenakan bea keluar (BK) diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja keuangan emiten pertambangan. Produsen yang terimbas antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Maklum saja, Antam adalah salah satu eksportir nikel. Di mana nikel adalah salah satu produk HPE yang dikenakan kenaikan bea keluar, selain itu konsentrat timbal dan konsentrat rutil. Adapun ketetapannya mulai berlaku pada Februari tahun ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan tiga produk yang mengalami kenaikan HPE pada Februari 2019 antara lain konsentrat timbal, konsentrat rutil, dan nikel.
Konsentrat timbal (Pb 56%) naik sebesar 0,88%, konsentrat rutil (TiO2 90%) naik sebesar 0,30%, dan nikel (Ni < 1,7%) naik sebesar 1,43%, kata Oke pada KONTAN, Rabu (30/1).

Analis Kresna Sekuritas, Robertus Yanuar Hardy berpendapat, kenaikan HPE yang terkena bea keluar dapat mempengaruhi kinerja keuangan emiten produsen nikel seperti ANTM.

Namun pengaruhnya tidak terlalu signifikan, pasalnya ke depan ANTM akan mengurangi ekspor bijih nikel seiring dengan penyelesaian pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral mentah (smelter).

"Tapi bagi ANTM bea keluar ini bisa sedikit mempengaruhi pendapatan, ujar dia ketika dihubungi KONTAN, Kamis (31/1).

Namun, menurut Robertus, saat ini nilai penjualan komoditas emas Aneka Tambang terus meningkat sehingga diharapkan mampu menetralkan potensi meningkatnya HPE tersebut.

Menurut catatan KONTAN, ANTM mencatat produksi nikel di akhir tahun lalu sebesar 9,31 juta ton atau naik 67% dibandingkan 2017 sebanyak 5,57 juta ton. Volume penjualan bijih nikel tercatat 6,29 juta ton, melonjak 114% dibandingkan volume penjualan 2017 sebesar 2,93 juta ton.

Hal senada disampaikan analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Chris Apriliony. "Mengenai kenaikan HPE sendiri sebenarnya yang perlu diperhatikan hanya nikel, karena untuk timbal dan rutil, produksi ANTM tidak terlalu besar," ungkap dia, Kamis (31/1).

Sedangkan untuk INCO, seharusnya tidak terpengaruh dengan adanya kenaikan HPE tersebut. Robertus mengemukakan saat ini INCO sudah tidak mengekspor bijih nikel.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar
| Jumat, 10 April 2026 | 09:26 WIB

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Ekonomi Ritelindo (SER) kepada PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). 

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo
| Jumat, 10 April 2026 | 09:22 WIB

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo

Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama strategis melalui aksi akuisisi mayoritas saham Prima Pembangunan Propertindo oleh TRIN. ​

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi
| Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Prospek kinerja emiten EBT pada 2026 berpotensi melesat lebih tinggi, sejalan dengan mulai beroperasinya deretan proyek pembangkit listrik hijau.​

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025
| Jumat, 10 April 2026 | 09:06 WIB

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Kinerja laba emiten rokok pada 2025 terutama dipengaruhi faktor efisiensi biaya dan beban non operasional. ​

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu
| Jumat, 10 April 2026 | 09:01 WIB

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu

Dari 11 indeks sektoral di BEI, IDX Basic Materials jadi satu-satunya indeks yang mencatat kinerja positif sejak awal 2026. ​

ABMM Menggenjot  Aset Tambang Baru
| Jumat, 10 April 2026 | 09:00 WIB

ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru

ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi
| Jumat, 10 April 2026 | 08:50 WIB

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah perlu mencermati potensi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi sebelum menaikkan harga

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg
| Jumat, 10 April 2026 | 08:31 WIB

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg

Kementerian ESDM berencana mengalihkan jatah pasokan elpiji industri untuk memenuhi kebutuhan produksi gas melon bersubsidi tersebut.

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter
| Jumat, 10 April 2026 | 08:16 WIB

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter

Jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipertahankan, atau harga BBM tidak naik, beban fiskal semakin berat.

Optimisme Semu
| Jumat, 10 April 2026 | 08:08 WIB

Optimisme Semu

Betul, tugas pemerintah memang harus menenangkan keadaan. Tapi setelah itu buru-buru melakukan perbaikan, jangan optimisme semu atau kepedean.

INDEKS BERITA

Terpopuler