Harga Saham Terus Merosot, Simak Update Terbaru Bisnis Smartfren (FREN)

Jumat, 26 Juli 2019 | 05:10 WIB
Harga Saham Terus Merosot, Simak Update Terbaru Bisnis Smartfren (FREN)
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terus anjlok. Dalam sepekan FREN turun 38,84% ke Rp 202 per saham. Meski begitu FREN mengaku bisnis berjalan sangat lancar.

Direktur FREN Djoko Tata Ibrahim bahkan menyebut, emiten ini telah membangun lebih dari 3.000 base transceiver station (BTS) 4G baru sepanjang 2019, dari target 5.000 BTS 4G baru di 2019.

Jika di akhir 2018, total BTS jaringan 4G milik FREN baru 19.032 BTS, maka di di akhir tahun ini, FREN dapat memiliki lebih dari 24.000 BTS di lebih 200 kota Indonesia.

Djoko menambahkan, pembangunan 5.000 BTS 4G baru tersebut ditargetkan selesai Oktober 2019. "Kami kejar sisanya hingga Oktober," kata dia ke KONTAN, Kamis (25/7).

Sebagian besar BTS 4G baru tersebut dibangun untuk memperkuat wilayah yang sudah ada. Sedangkan sebagian kecil menyasar kota-kota kecil potensial. FREN mengklaim, jangkauan jaringannya di Pulau Jawa sudah merata.

Sementara itu, jaringan di Sumatra, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat terus dikembangkan. Di wilayah timur Indonesia, FREN terus memperluas wilayah di Sulawesi Selatan dan membuka akses ke timur dengan adanya Palapa Ring Timur.

Hingga saat ini, Djoko mengatakan, telah menyerap hampir seluruh belanja modal yang dianggarkan untuk 2019, sebesar US$ 200 juta. "Karena seluruh barang sudah dipesan. Tinggal tunggu kedatangan secara bertahap," jelas dia.

Padahal, hingga akhir Juni 2019, serapan belanja modal FREN baru US$ 100 juta.FREN mendanai belanja modal tersebut dari pinjaman bank 85%-90% dan sisanya dari kas internal.

Penambahan BTS 4G ini sejalan dengan rencana penambahan jumlah pelanggan FREN sebanyak 30 juta pelanggan. Menurut Djoko, saat ini, jumlah pelanggan FREN sudah hampir 19 juta.

FREN optimistis target jumlah pelanggan dapat tercapai. Pasalnya, FREN menggeber harga layanan data murah. Djoko mengklaim, harga layanan data FREN sebesar 1GB hanya Rp 2.000, dibanding pasaran yang sudah mencapai Rp 10.000, mampu menggaet pelanggan. Pelanggan FREN hingga saat ini sudah mencapai 19 juta.

Bagikan

Berita Terbaru

Menyoal Tren Kenaikan Kredit Menganggur
| Kamis, 02 April 2026 | 06:50 WIB

Menyoal Tren Kenaikan Kredit Menganggur

​Kredit menganggur di bank terus membengkak. Ini menandakan komitmen naik, tapi dana belum mengalir ke sektor riil.

Prediksi IHSG Kamis (2/4): Potensi Lanjut Menguat, Tapi Masih Ada Risiko
| Kamis, 02 April 2026 | 06:44 WIB

Prediksi IHSG Kamis (2/4): Potensi Lanjut Menguat, Tapi Masih Ada Risiko

IHSG berhasil menguat 1,92% kemarin! Simak rekomendasi saham pilihan para analis yang berpotensi memberikan keuntungan besar hari ini.

Terancam Kenaikan Harga BBM dan Kurs Rupiah, Simak Strategi INTP
| Kamis, 02 April 2026 | 06:41 WIB

Terancam Kenaikan Harga BBM dan Kurs Rupiah, Simak Strategi INTP

Kenaikan harga BBM dan pelemahan kurs rupiah membebani biaya produksi INTP. Pahami dampak dan langkah mitigasi emiten semen ini.

Emiten Mind Id Rilis Laporan Kinerja, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 02 April 2026 | 06:38 WIB

Emiten Mind Id Rilis Laporan Kinerja, Cek Rekomendasi Sahamnya

Harga komoditas global bergejolak, bagaimana nasib saham tambang 2026? Cek rekomendasi untuk ANTM, PTBA, dan INCO.

Ini Pendorong dan Tantangan Utama Kinerja Vale Indonesia (INCO) pada 2026
| Kamis, 02 April 2026 | 06:30 WIB

Ini Pendorong dan Tantangan Utama Kinerja Vale Indonesia (INCO) pada 2026

Pajak ekspor nikel dan keterbatasan pasokan jadi tantangan INCO. Cari tahu dampaknya pada profitabilitas.

Transmisi Seret, Penurunan Bunga Kredit Belum Signifikan
| Kamis, 02 April 2026 | 06:25 WIB

Transmisi Seret, Penurunan Bunga Kredit Belum Signifikan

​Pemangkasan BI rate belum sepenuhnya menetes ke bunga kredit—turunnya lambat, bahkan kredit baru sempat naik.

Rupiah Rawan Melemah: Waspadai Level Krusial Rp 17.020 per Dolar AS
| Kamis, 02 April 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Rawan Melemah: Waspadai Level Krusial Rp 17.020 per Dolar AS

Rupiah menguat tipis setelah sentuh rekor terburuk. Proyeksi terbaru menunjukkan rentang harga yang perlu diwaspadai investor

Minyak itu Bahan Baku
| Kamis, 02 April 2026 | 06:12 WIB

Minyak itu Bahan Baku

Perlu pendekatan menyeluruh, terutama diversifikasi energi dan penguatan industri hulu agar ketergantungan pada minyak bisa dikurangi.

Tekanan Rumah Tangga Masih Tinggi, Meski THR Menopang Kelas Bawah
| Kamis, 02 April 2026 | 06:10 WIB

Tekanan Rumah Tangga Masih Tinggi, Meski THR Menopang Kelas Bawah

​Tabungan kelompok bawah–menengah naik terdorong THR, namun tren penggerusan tabungan masih berlanjut.

Sektor Elektrifikasi Mendorong Harga: Saatnya Lirik Tembaga dan Nikel?
| Kamis, 02 April 2026 | 06:00 WIB

Sektor Elektrifikasi Mendorong Harga: Saatnya Lirik Tembaga dan Nikel?

Asumsi harga komoditas global direvisi naik signifikan oleh Fitch Ratings. Pahami faktor pendorong di balik lonjakan harga ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler