Harganya Terbang Tinggi di Tahun Ini, Ethereum Masih Dibayangi Kendala

Minggu, 09 Mei 2021 | 13:59 WIB
Harganya Terbang Tinggi di Tahun Ini, Ethereum Masih Dibayangi Kendala
[ILUSTRASI. Ilustrasi ethereum bersanding dengan uang kertas dollar AS. 19 February 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Di kelompok uang digital utama, ethereum mencetak pertumbuhan harga tertinggi di tahun ini. Harga uang kripto itu meroket lebih dari 350% seiring dengan lonjakan pemanfaatan sistimi keuangan terdesentralisasi alias decentralized finance (DeFi) dan antisipasi penyesuaian teknisnya musim panas ini.

Namun, kenaikan harga ethereum sangat mungkin terhambat oleh berbagai masalah operasional. Keterbatasan stok token kripto tersebut juga bisa menghambat ethereum mengejar bitcoin dalam nilai kapitalisasi pasar.

Di dunia crypto, istilah "ethereum" dan "ether" telah menjadi sinonim. Secara teknis, ethereum adalah jaringan blockchain tempat aplikasi terdesentralisasi disematkan. Sedang ether adalah token atau mata uang yang memungkinkan atau mendorong penggunaan aplikasi ini.

Ethereum membukukan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 410 miliar per Jumat (7/5),  kedua setelah bitcoin yang memiliki market cap lebih dari US$ 1 triliun, menurut situs CoinGecko.com. Rekor harga tertinggi ether adalah US$ 3.610,04 yang terjadi pada Kamis (6/5) kemarin.

Baca Juga: Jelang Elon Musk tampil di SNL, harga Dogecoin cetak rekor tertinggi baru

Sebagai pembanding, bitcoin telah membukukan kenaikan harga hingga 97% sepanjang tahun ini. Namun, sejak mencapai titik tertingginya sepanjang masa, sedikit di bawah US$ 65.000 pada pertengahan April lalu, harga  bitcoin turun sekitar 18%.

Di saat permintaan ethereum meningkat, mengikuti pertumbuhan kepentingan institusional, pasokan token justru mengalami keterbatasan. Di bursa, pasokan ether mencapai level terendahnya selama 2,5 tahun terakhir pada April lalu, demikian pernyataan Kraken Intelligence, yang merupakan blog riset milik bursa cryptocurrency Kraken.

"Ini lebih dari sekadar koin. Ini adalah ekosistem keseluruhan yang memungkinkan aplikasi lain dibangun," kata Bradley Kam, kepala eksekutif penyedia domain blockchain, Unstoppable Domains.

Baca Juga: Wamendag sebut potensi kripto sebagai komoditas sangat besar

Inti dari pengaruh ethereum adalah decentralized finance atau populer disebut DeFi. Istilah itu mengacu ke platform cryptocurrency peer-to-peer yang memfasilitasi pinjaman di luar institusi perbankan tradisional. Banyak situs berjalan di jaringan ethereum, menggunakan kode sumber terbuka dengan algoritme yang menetapkan tarif secara real time berdasarkan penawaran dan permintaan.

Value locked, yang berarti total nilai pinjaman yang tersalur melalui platform DeFi mencapai US$ 79 miliar pada Jumat (7/5), data DeFi Pulse menunjukkan. Nilai itu naik hampir 600% dari US$ 11 miliar pada bulan Oktober.

DeFi, bagaimanapun, memiliki masalah. Penelitian Dune Analytics menunjukkan sekitar 2% hingga 5% transaksi yang berjalan di bursa desentralisasi berbasis ethereum gagal karena berbagai gangguani seperti harga bahan bakar yang tidak memadai. Istilah bahan bakar merujuk ke biaya yang diperlukan untuk berhasil melakukan transaksi di ethereum blockchain.

Selama 15 April-21 April, misalnya, sekitar 1,1 juta transaksi dilakukan di Uniswap, protokol DeFi yang digunakan untuk menukar mata uang kripto. Dari jumlah tersebut, 241.262 gagal. Ini adalah jumlah kegagalan transaksi terbesar di seluruh jaringan ethereum, data dari platform analitik Etherscan dan Dune Analytics menunjukkan.

"DeFi ditakdirkan untuk mengalami pertumbuhan bak meteor. Namun, tetapi pertumbuhan itu secara inheren disertai risiko," kata Alex Wearn, kepala eksekutif di bursa crypto IDEX.

"Masalah, seperti transaksi yang gagal dan front-running yang tidak kelihatan, merugikan pengguna jutaan dolar setiap hari," kata Wearn. Istilah kedua yang disebut Wearn mengacu ke praktik mendapatkan transaksi pertama dalam antrean eksekusi, tepat sebelum kontrak berjangka yang sudah dikenali.

"Masalah utama ini membatasi daya tarik produk ini untuk khalayak yang lebih luas dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekosistem." Wearn memperkirakan bahwa lebih dari US$ 285 juta telah hilang dalam peretasan DeFi sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Dogecoin vs Bitcoin, ini risiko membeli aset kripto berbasis meme

Para pendukung mengatakan situs DeFi mewakili masa depan layanan keuangan, memberikan cara yang lebih murah, lebih efisien dan dapat diakses bagi orang dan perusahaan untuk mengakses dan menawarkan kredit.

Ethereum juga terhambat oleh ketidakmampuan jaringan untuk memenuhi permintaan, tanpa menimbulkan biaya transaksi yang tinggi serta eksekusi transaksi yang lambat, kata pelaku pasar.

Fase pertama peningkatan yang disebut Ethereum 2.0 yang diluncurkan tahun lalu ditujukan untuk mengatasi masalah teknologi jaringan pada kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas. Namun, John Wu, presiden AVA Labs, platform sumber terbuka untuk aplikasi keuangan, menunjukkan bahwa migrasi yang direncanakan ke Ethereum 2.0 telah dikerjakan selama bertahun-tahun. "Jadwal terus menerus tertunda. Sulit untuk merasa nyaman dengan yang berbagai hal yang tidak jelas itu," katanya.

Ethereum juga menghadapi persaingan ketat dari jaringan seperti Avalanche AVA Labs dan Binance Smart Chain, yang juga kompatibel dengan aset dan aplikasi ethereum. Data dari AVA Labs menunjukkan pengguna telah mentransfer lebih dari US$ 170 juta ke Avalanche dari ethereum sejak Februari.

Baca Juga: Aset kripto memiliki potensi yang sangat besar sebagai komoditas perdagangan

Namun, harapan penyesuaian teknis yang disebut EIP (proposal perbaikan ethereum) 1559, yang diharapkan akan ditayangkan pada bulan Juli dan terlihat mengurangi pasokan ethereum, telah memberikan peningkatan bagi mata uang digital. 

EIP-1559 bertujuan untuk mengurangi volatilitas biaya ethereum dengan memperkenalkan mekanisme untuk membakar sebagian dari biaya transaksi tersebut, yang seharusnya memperlambat penerbitan token, kata para analis.

Dampak pada harga ethereum bisa serupa dengan peristiwa halving bitcoin. Saat itu, penyesuaian memotong pasokan bitcoin dan mendorong harganya ke rekor tertinggi, kata analis.

"Ada banyak angka yang beredar di pasar tentang potensi dampak yang memiliki besaran separuh dengan bitcoin," kata Richard Galvin, salah satu pendiri dan kepala eksekutif dana crypto Digital Asset Capital Management. "Mereka semua adalah pembalap yang cukup positif yang, saya kira, telah melihat revaluasi yang cukup kuat," imbuh dia.

Selanjutnya: Media Sosial dan Kripto Jadi Alasan SEC untuk Menambah Aturan Perlindungan Investor

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA