Hubungan Indonesia-Singapura dan Tetangga yang Respek

Senin, 26 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Hubungan Indonesia-Singapura dan Tetangga yang Respek
[ILUSTRASI. TAJUK - Sandy Baskoro (KONTAN/Steve G.A)]
Sandy Baskoro | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tensi di kawasan ASEAN menghangat. Dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, kemudian diikuti protes dan penyelidikan dari negeri tetangga, kini Indonesia dan Singapura saling bersahutan. Dalam perkembangan terbaru, Indonesia memutuskan untuk memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 billion British thermal units per day (bbtud). Menanggapi langkah itu, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan semua pihak mesti menghormati dan berkomitmen terhadap kontrak komersial yang telah disepakati. 

Hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase esensial. Jika tak dikelola dengan baik, situasi kawasan bisa semakin runyam dan berpotensi menekan aktivitas perekonomian kedua negara. Sudah sepatutnya Indonesia dan Singapura kembali duduk bersama, memperkuat diplomasi, bukan justru menyuburkan sentimen nasionalisme sempit. Setiap perbedaan perlu disikapi secara jernih, dengan mengedepankan kepentingan jangka panjang ketimbang reaksi sesaat.

Hubungan bilateral memang tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pandangan mengenai berbagai isu, mulai dari kedaulatan, keamanan, hingga kerja sama ekonomi, merupakan bagian dari dinamika hubungan antarnegara. Namun, persoalan akan menjadi lebih rumit ketika komunikasi diplomatik tersisih oleh pernyataan keras, saling curiga, atau tekanan opini publik.

Indonesia dan Singapura memiliki banyak kepentingan bersama. Singapura merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam perdagangan dan investasi. Sebaliknya, Indonesia memiliki posisi strategis bagi stabilitas kawasan, rantai pasok, ketahanan pangan dan energi, serta prospek pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara. Hubungan yang memburuk berisiko menimbulkan biaya ekonomi dan mengurangi kepercayaan pelaku usaha.

Diplomasi juga tidak boleh berhenti pada pertemuan pejabat tinggi. Saluran komunikasi antarkementerian, forum bisnis, pertukaran akademisi, hingga hubungan antarmasyarakat perlu terus dijaga. Semakin banyak ruang komunikasi yang terbuka, semakin besar peluang mencegah kesalahpahaman. Di sisi lain, pemerintah harus menyampaikan perkembangan persoalan secara transparan dan proporsional kepada publik. 

Hanya saja, menjaga hubungan baik bukan berarti mengalah atau mengabaikan kepentingan nasional. Kita harus saling respek. Seperti pesan tokoh AS, Benjamin Franklin: Cintai tetanggamu, tetapi jangan merobohkan pagar tanamanmu.

Bagikan

Berita Terbaru

Strategi Dafam (DFAM) untuk Momen Akhir Tahun
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:50 WIB

Strategi Dafam (DFAM) untuk Momen Akhir Tahun

PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) memproyeksikan bisnis lebih ramai pada kuartal IV-2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Mayapada Hospital (SRAJ) Ekspansi Layanan di Tangerang
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:46 WIB

Mayapada Hospital (SRAJ) Ekspansi Layanan di Tangerang

Bidik pasien kanker, PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) memperkuat kapasitas Mayapada Hospital Tangerang

DP 0% Diperpanjang, Penjualan Sepeda Motor Tak Serta Merta Gacor
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:44 WIB

DP 0% Diperpanjang, Penjualan Sepeda Motor Tak Serta Merta Gacor

Kebijakan uang muka atau down payment (DP) minimum 0% untuk kredit kendaraan bermotor diperpanjang hingga akhir 2027.

Gejolak Pasar Ancam Emiten Investasi
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Gejolak Pasar Ancam Emiten Investasi

Akibat gejolak pasar saham, kinerja emiten holding investasi berpotensi baru bisa pulih pada 2027 mendatang

Ketentuan Free Float Bisa Jadi Bumerang
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Ketentuan Free Float Bisa Jadi Bumerang

Potensi delisting mengintai sejumlah emiten jika tidak ada relaksasi ketentuan batas minimum free float

Amunisi RUPTL Baru Emiten EBT
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Amunisi RUPTL Baru Emiten EBT

Mengintip cuan para emiten energi terbarukan (EBT) di tengah rencana penambahan kapasitas pembangkit EBT

Tekanan pada Rupiah Diproyeksi Masih Kuat pada Senin (26/10)
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Tekanan pada Rupiah Diproyeksi Masih Kuat pada Senin (26/10)

Kenaikan harga minyak mentah dunia di akhir pekan bakal jadi faktor penekan rupiah pada awal pekan ini.

Hubungan Indonesia-Singapura dan Tetangga yang Respek
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura dan Tetangga yang Respek

Hanya saja, menjaga hubungan baik bukan berarti mengalah atau mengabaikan kepentingan nasional. Kedua negara harus saling respek.

Inflow ke Pasar SBN Masih Tertahan Premi Risiko
| Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Inflow ke Pasar SBN Masih Tertahan Premi Risiko

Yield US Treasury melandai hingga sempat menyentuh 4,9% pada Kamis (22/10), dan ditutup menguat tipis di level 5% pada Jumat (23/10).

Harga Emas Keluar dari US$ 4.000, Level US$ 3.950 Jadi Penentu Tren
| Senin, 26 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Harga Emas Keluar dari US$ 4.000, Level US$ 3.950 Jadi Penentu Tren

Apabila ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama, daya tarik emas relatif terhadap instrumen berbunga dapat berkurang.

INDEKS BERITA

Terpopuler