Inflow ke Pasar SBN Masih Tertahan Premi Risiko
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil (yield) US Treasury melandai hingga sempat menyentuh 4,9% pada Kamis (22/10), dan ditutup menguat tipis di level 5% pada Jumat (23/10). Sentimen kehati-hatian tetap bertahan seiring dengan kenaikan harga minyak di tengah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ditambah lagi dengan pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) AS yang akan berlangsung kurang dari dua minggu lagi.
Namun analis menilai, kondisi itu tak serta-merta memicu masuknya dana ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik. Meski selisih imbal hasil (spread) melebar, derasnya aliran modal asing (inflow) ke instrumen domestik masih tertahan oleh tingginya premi risiko Indonesia. Pekan lalu, credit default swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun naik ke 156,66 dari 147,47 pada pekan sebelumnya.
