INCO Dibayangi Tantangan Pemangkasan Kuota Nikel, Simak Prospek Sahamnya

Kamis, 22 Januari 2026 | 05:40 WIB
INCO Dibayangi Tantangan Pemangkasan Kuota Nikel, Simak Prospek Sahamnya
[ILUSTRASI. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (KONTAN/Muhammad Julian)]
Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemangkasan target produksi nikel nasional menjadi tantangan sekaligus penentu arah prospek PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada tahun 2026. Di sisi lain, strategi INCO memperluas monetisasi di luar nikel matte masih bisa menjadi katalis positif untuk kinerja emiten anggota MIND ID ini.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi nikel menjadi 250-260 juta ton pada tahun 2026, turun dari target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 sebanyak 379 juta ton.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Laba Emiten Kelapa Sawit Kompak Tumbuh, Mana yang Paling Menarik di Semester II-2026?
| Minggu, 06 September 2026 | 06:09 WIB

Laba Emiten Kelapa Sawit Kompak Tumbuh, Mana yang Paling Menarik di Semester II-2026?

Salah satu katalis terpenting emiten kelapa sawit adalah implementasi penuh program mandatori biodiesel B50 yang mulai berjalan pada Juli 2026.

Bisnis Redup, Asuransi Umum Tak Pasang Target Muluk
| Minggu, 06 September 2026 | 05:50 WIB

Bisnis Redup, Asuransi Umum Tak Pasang Target Muluk

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi yang dikantongi pelaku industri menyusut 1,6% menjadi Rp 61,25 triliun.

Hubungan Tepung Singkong dan Api
| Minggu, 06 September 2026 | 05:30 WIB

Hubungan Tepung Singkong dan Api

​Yang menjadi pertanyaan, tepung singkong manakah yang akan digunakan sebagai pemadam api dalam menanggulangi kebakaran hutan? 

Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik 118,4% Per Juli 2026
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:45 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya (ADHI) Naik 118,4% Per Juli 2026

Dari total kontrak baru, sekitar Rp 5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation dan Rp 2,99 triliun berasal dari proyek joint operation.​

CUAN Berniat Jadi Pengendali Baru SINI
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:41 WIB

CUAN Berniat Jadi Pengendali Baru SINI

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tengah melakukan negosiasi untuk mengambil alih PT Singaraja Putra Tbk (SINI). 

Emiten Getol Tarik Kredit Bank Saat Bunga Masih Tinggi
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:37 WIB

Emiten Getol Tarik Kredit Bank Saat Bunga Masih Tinggi

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia mendapatkan fasilitas kredit bernilai jumbo dari perbankan​.

Lonjakan Harga Komoditas Energi di Tengah Kekhawatiran Pasokan
| Sabtu, 05 September 2026 | 08:00 WIB

Lonjakan Harga Komoditas Energi di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi tipis di kisaran US$ 90 per barel pada Jumat (4/9).

Menuju Pasar Modal Efisien
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:10 WIB

Menuju Pasar Modal Efisien

Hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi momentum reformasi struktur pasar modal Indonesia.​

Gaya Elit dari Makan Utang Alias Maut
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Gaya Elit dari Makan Utang Alias Maut

Terlihat dari jumlah rekening paylater hingga outstanding pinjaman online yang melonjak cukup signifikan pada periode Juni kemarin.

Rupiah Terpengaruh Sentimen The Fed pada Pekan Ini
| Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terpengaruh Sentimen The Fed pada Pekan Ini

Spekulasi kenaikan suku bunga di AS serta masuknya arus modal asing ke pasar domestik menyokong rupiah

INDEKS BERITA